Mini FF “Black Flower? 2/2” (Last Part)

Title : “ Black Flower? ”
Genres : Romance, Ballad
Author : Cha_Nichbum

Casts : Song Joong Ki
Lee Jin Ki (Onew)
Choi Min Ho
Park Sang Hyun (Thunder)
Go Byung Cha a.k.a Shim Ah Ra
Kim Yesung
Ah Ra eomma

Flash Back
Byung Cha dipecat oleh Jung Ki yang merasa tidak senang pada dirinya.
Namun, Jung Ki kembali mencari Byung Cha yang mirip dengan istrinya itu. Karna Eomma Ah Ra kembali ke Korea.
Byung Cha kembali kerumah Jung Ki cs. Eomma tinggal bersama mereka.
Acara konser perdana T.H NAMJA sedikit membuat Byung Cha tidak enak. Saat pandangan Min Ho tidak lepas dari Byung Cha di depan para fans.

Setelah konser selesai, Jung Ki berjalan menyusuri jalan setapak yang terhampar di hadapannya. Terlihat kemilau bintang yang berkelap-kelip sedikit menarik perhatian kedua matanya. Jung Ki memang terbiasa melakukan rutinitas seperti itu setelah selesai performance. Ia mulai mengembangkan kedua tangannya dan menghirup udara malam yang mulai menusuk kulitnya yang hanya terbungkus jas abu-abu yang ia pakai ketika konser.

“Hauffffffhhhtttttt~!!!” Ia menghembuskan sedikit udara dari mulutnya.
Sambil melakukan sedikit pemanasan dengan menggerak-gerakkan kepalanya kekiri-kekanan. Pandangannya terhenti sejenak, saat sesosok wanita yang sedang duduk memandangi kemilau lampu kota Seoul yang terlihat sangat indah dari atas bangunan tempat ia berdiri. Senyuman kecil tersungging dari bibir wanita itu. Sangat manis, sangat berbeda dengan sikap yang ia tunjukkan biasanya.
Pandangan Byung Cha tertahan pada Jung Ki yang sedang memperhatikannya sejak tadi. Dengat kilat, ia memalingkan wajahnya dan kembali menyesap kopi miliknya. Jung Ki yang menyadari Byung Cha melihatnya, gelagapan sambil tersenyum kecil, menggaruk-garuk kepalanya sebentar dan berjalan meninggalkan tempat itu.

“Hyung…” Min Ho menyapa Jung Ki yang melintas di depannya. Jung Ki hanya tersenyum kecil pada Min Ho.
Min Ho berjalan menuju bangunan teratas gedung itu, matanya liar mencari sosok yang ia cari sejak tadi.
“Min Ho sshi~!!” Byung Cha melambaikan tangannya.
Min Ho tersenyum mendekati Byung Cha.
“Kau mencariku?” Tanya Byung Cha sambil tersenyum manis pada Min Ho.
“Ne? Ah…iya! Aku mencarimu sejak tadi.” Min Ho terdiam sejenak.
“Byung Cha sshi~ Apa kau merasa terganggu dengan kejadian tadi?” Lanjut Min Ho.
“Oh…aniyo! Aniyo…Gwenchana~ Aku tidak apa-apa Min Ho sshi, sangat wajar jika seorang fans takut idolanya dekat dengan wanita lain. Aku bisa paham, tapi mereka seharusnya diberitahu kalau aku dan kau hanya teman biasa. Kapan konferensi pers nya?” Tanya Byung Cha berseloroh.
“Byung Cha sshi~ E…ehm…” Min Ho menanggapi pertanyaan Byung Cha serius, perkataannya tertahan.
“Ne? Min Ho sshi?” Byung Cha mengerutkan dahinya.
“Ah…Aniyo~ Ayo kita pulang!” Min Ho menarik tangannya Byung Cha dan membawanya turun kebawah.

++++++++++++++++++++++++++

++++++++++++

@Home
“Oh~ Kalian sudah pulang! Sudah makan?” Eomma menyambut kedatangan anak, menantu dan teman-teman mereka itu.
“Oh~ Belum eomma! Eomma sudah makan? Aku buatkan mie dulu ya!” Byung Cha bergegas menuju dapur.
“Aishhh~Byung Cha~a! Eomma sudah masak, makan malamnya sudah siap.” Eomma menarik tangan Byung Cha.
“Oh~Khamsahamnida ahjumma!” seru Sang Hyun dan Min Ho.

Suasana makan malam sangat tenang, tak terlihat percekcokan seperti biasanya dari mulut Byung Cha dan Jung Ki. Tertawa yang di sembunyikan Min Ho, dan godaan-godaan kecil Sang Hyun.
Setelah makan malam selesai, mereka masing-masing langsung memasuki kamar dan sebelumnya berpamitan pada eomma terlebih dahulu.

+++++++++++++++++++++++++++++++

@Jung Ki’s Room
Byung Cha meletakkan tas dan sebuah kalung yang ia pakai diatas meja kerja Jung Ki, lalu mengambil handuk dan pakaian sambil memasuki kamar mandi.
Jung Ki membaringkan badannya di atas tempat tidur sambil merentangkan kedua tangannya. Ia memejamkan matanya, sampai saat telepon genggamnya berdering.

“Ne…Ne Yesung sshi!” Jung Ki menutup telponnya lemah.
Ia meletakkan kembali telepon genggam miliknya diatas meja kerja. Ia terkesiap saat melihat seutas kalung di atas meja kerjanya tersebut. “170709” Kalung pemberian ibunya yang diberikannya pada Ah Ra setahun lalu. Seutas kalung yang bertuliskan hari pernikahan mereka.
“Shim Ah Ra~” Jung Ki terkesiap, mulutnya sedikit terbuka tidak percaya.
“Kau sedang apa?” Byung Cha bertanya pada Jung Ki yang sedang memegang kalung miliknya, tatapan heran melayang dari kedua matanya. “Ah…Ani…Aniyo~! Aku hanya sedang membereskan meja kerjaku. Tolong turunkan tas dan kalungmu ini! Aku tidak suka kalau barang milikku bercampur dengan barang orang lain!” Jung Ki menjatuhkan tas dan kalung Byung Cha kelantai.
“Aisssssssssssshhhhhh~ KAU MEMANG ORANG YANG MENYEBALKAN!” Byung Cha memungut barang-barangnya.

Jung Ki mematikan lampu kamar, terlihat cahaya remang-remang dari lampu tidur kamarnya.

“Aisssssssssssshhhhhhh~ Jung Ki~a!!!Kenapa kau matikan? Aku kan belum mengembangkan alas tidurku!” Kata Byung Cha geram.
Jung Ki tak menjawab, ia memejamkan matanya seperti tidak mendengar apapun.
“Aisssssssssssssssssssshhhhhh~ Kau memang manusia yang sangat menyebalkan Jung Ki sshi~!!!”

Byung Cha menarik selimut, bantal dan alas tidurnya dari tempat tidur Jung Ki.
Jung Ki membalikkan tubuhnya, sehingga Byung Cha tak dapat melihat wajahnya sambil tersenyum kecil dengan matanya yang tertutup.
Malam itu, hujan sangat lebat. Sedikit air menyemprot melalui terali jendela kamar Jung Ki yang sengaja tidak diberi kaca, dan membasahi lantai yang berada di dekat meja kerjanya itu. Byung Cha memalingkan arah tidurnya kesofa yang terletak dekat tempat tidur.

“Byung Cha sshi~ Ada hal yang ingin kutanyakan padamu!” Tanya Jung Ki enteng.
“Ehm…Besok saja…Aku ngantuk…” Byung Cha memejamkan matanya.
“Byung Cha sshi~! BANGUN! KAU TIDAK BOLEH MELAWANKU!” Jung Ki duduk dari tidurnya dan berteriak kencang.
“Ne!!! WAEYO?!!” Byung Cha pun duduk di sofa menghadap posisi duduk Jung Ki.
“Apakah EunHee Noona itu, kakak kandungmu?” Tanya Jung Ki pelan.
“Ne~” Kata-kata Byung Cha terhenti sejenak.
“Bagiku dia sudah seperti kakak kandungku sendiri.” Jawab Byung Cha lirih.
“Apakah kau tidak punya keluarga selain dia?”
“Aniyo~ Aku hidup sebatang kara. Tak…Aisssshhhhh~ Kenapa kau bertanya seperti itu padaku?” Byung Cha menyipitkan matanya.
“Aissssssssssshhhh~ Kau! Cepat ceritakan saja! Aku harus tau riwayat hidup pekerjaku!” Jung Ki mengangkat tangan kanannya seperti ingin menampar.
“Baiklah!!” Byung Cha terdiam sejenak.
“Aku hidup sebatang kara. Eun Hee eonnie lah penyelamatku, jika ia tidak merawatku, mungkin aku tidak bisa lagi melihat dunia ini. Aku tau, saat kecelakaan itu ia yang menabrakku. Tapi, ia juga yang menyelamatkan hidupku. Merawatku seperti saudara kandungnya sendiri. Ia tidak pernah membahas latar belakangku, siapa aku? Aku berasal dari keluarga bagaimana? Hidupku! Heh…Aku tidak pernah tau bagaimana kehidupanku di masa lalu, sampai saat wajah Eun Hee eonnie yang kulihat saat aku sadar dari komaku. Entah siapa keluargaku? Bagaimana hidupku? Hah…Tapi, aku bersyukur telah mengenal orang sepertinya. Pernah aku berpikir untuk berusaha mengingat masa laluku, tapi hasilnya nihil. Aku tak bisa mengingat apapun. Tapi sekarang, heh…Aku tidak peduli lagi bagaimana hidupku di masa lalu. Aku harus memulai hidupku kembali.” Byung Cha memejamkan matanya mengakhiri ceritanya.
Jung Ki terdiam, air matanya menetes. Dengan cepat ia lap air yang jatuh dari pelupuk matanya itu.
“Mianhe~” Jung Ki berkata pelan sambil memejamkan matanya.

+++++++++++++++++++++++++++++++

Keesokan paginya, Jung Ki terlihat sudah rapi, dengan kaus putih dan jeans hitam kesayangannya. Tak lupa kaca mata berlensa putih yang biasa di pakainya saat keluar rumah, kecuali saat performance.
“Jung Ki~a! Kau sarapan dulu!” Eomma menyuruh Jung Ki duduk.
“Oh…Aniyo eomma~ Aku harus segera pergi! Kkajja~!” Jung Ki menarik tangan Byung Cha yang baru selesai menyesap susunya.

Eomma, Min Ho, dan Sang Hyun hanya menatap mereka heran. Byung Cha hanya menurut saja. Walaupun sebenarnya ia ingin berontak.

@Diluar Rumah

“Aissssssssshhhhhhhhhh~! KAU!” Byung Cha melepaskan genggaman tangan Jung Ki yang membekap erat pergelangan tangannya sambil mengusap-usap tangan kanannya itu.
“Sakit?” Tanya Jung Ki pelan sambil memandang tangan Byung Cha.
“Ya! Aisssssssshhhhh~!” Byung Cha masih mengusap-usap tangannya.
“Hyung~!” Min Ho tiba-tiba mendekati Byung Cha dan Jung Ki.
“Hyung! Kau ingin kemana?” lanjut Min Ho.
“Oh…Kau Min Ho~ Aku ingin membawanya ke rumah sakit!” jawab Jung Ki
“Rumah sakit?” sambung Min Ho.
“Wae? Aku harus memastikan kalau pekerjaku ini sehat, supaya kita tak tertular penyakit kampungnya itu!” Jung Ki menyipitkan matanya pada Byung Cha sambil tersenyum sinis.

Byung Cha memonyongkan mulutnya sambil melancarkan pandangan setan miliknya dan mengeluarkan beberapa kata yang sulit di dengar.

“Kkajja~!” Jung Ki menarik tangan Byung Cha sambil mendorong tubuhnya masuk kedalam mobil.
“Hyung~!” Min Ho memukul kaca jendela mobil Jung Ki.

Tapi mobil itu tetap saja meluncur cepat meninggalkan rumah.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

@Hospital
Byung Cha melakukan beberapa pemeriksaan. Ia sendiri tidak mengerti kenapa majikannya itu membawanya ke rumah sakit. Setaunya, ia tidak memiliki penyakit apapun.
Byung Cha masi di dalam kamar pemeriksaan ditemani seorang suster. Dokter membawa Jung Ki keruangannya.

“Bagaimana dok? Apa dia memang mengalami amnesia?” Tanya Jung Ki sambil mendekatkan wajahnya kemuka dokter.
“Ya~ Pasien memang mangalami amnesia. Tolong jangan buat ia stress atau memaksanya untuk mengingat masa lalunya, karna itu akan menghambat proses penyembuhan. Tapi, anda ini siapa?”
“Oh…saya Song Jung Ki…suaminya dok!”
“Oh, tuan Jung Ki…Saya harap anda bisa sabar! Karna proses penyembuhan ini memang terbilang lama, benturan di kepala pasien hampir menghilangkan memori masa lalunya. Tapi saya yakin istri anda bisa sembuh. Bersabarlah…” Dokter meninggalkan ruangan sambil memukul pundak Jung Ki.

Jung Ki keluar dari ruangan dokter, ia mengusap wajahnya. Terlihat sedikit murung di wajahnya. Perasaan bersalah atau apalah…

“Jung Ki sshi…” Byung Cha yang baru saja keluar dari kamar mendekati pria di depannya itu.
“Jung Ki sshi? Kau tidak apa-apa?”
“Ne~Gwenchanayo!” Jung Ki berusaha tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar rumah sakit. Byung Cha mengikuti.

Sepanjang perjalanan pulang, Jung Ki hanya diam saja. Berbeda dari biasanya.
“Jung Ki sshi, Gwenchanayo?”
“Hm…” Jung Ki hanya mendengus, sambil terus memperhatikan jalan.

Byung Cha merasa sedikit aneh, kasihan, bercampur aduk. Karna ia tidak mengerti masalah apa yang sedang di simpan oleh pria disebelahnya itu. Perubahan Jung Ki benar-benar 180 derjat.
Mereka berdua melewati sebuah gedung, gedung dengan ornament tua tempat dimana Jung Ki dan Ah Ra melangsungkan pesta pernikahan mereka. Byung Cha memandang keluar jendela. Kepalanya terasa sedikit berputar-putar.

“Jung Ki sshi, berhenti sebentar!”
“Ne~!” Jung Ki menghentikan mobilnya.

Jung Ki memapah Byung Cha keluar mobil.
“Gwenchanayo?” Tanya Jung Ki cemas.
“Ne~” Byung Cha mendudukkan tubuhnya disebuah kursi.

Jung Ki melihat sekitarnya. Gedung beronamen tua itu, mencekal matanya.
“Aisssssshhhhhh~ Ayo kita pergi!” Jung Ki memapah Byung Cha masuk kedalam mobil.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Yeaaaaahhhhhh~! Cut…” Sutradara Kim menghentikan proses syuting malam itu.
“Jin Ki~a! Istirahatlah… Kau sudah melakukannya dengan baik hari ini! Besok kita lanjutkan lagi!” sutradara menambahkan.
“Khamsahamnida~!” Jin Ki membungkukkan badannya dan berjalan menuju parkiran mobil.
“Aku duluan ya!” Jin Ki pamit.
“Ne~ Hati-hati Jin Ki~a!” Semua kru serentak.
“Jin Ki sshi~ Aku tidak bisa mengantarmu pulang hari ini, tadi istriku telpon , ia bilang ibuku sedang dirawat.”
“Ne~ Kau pergi jenguk ibumu saja menejer Jung! Aku tidak apa-apa!” Jin Ki kembali melanjutkan langkahnya

++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sesampainya dirumah, Jung Ki langsung memasuki kamarnya. Tapi, tiba-tiba ia membuka kedua kelopak matanya dan bergegas menuju kamar mandi. Ia membasuh wajahnya. Ia membasuhnya cepat dan memandang wajahnya di kaca, sambil menatap dirinya yang sangat menyedihkan. Setumpuk perasaan bersalah, takut bercampur aduk. Satu lagi, ia mulai merasakan jantungnya berdegup tak karuan saat berada di dekat Byung Cha.
Byung Cha membuka pintu kamar. Jung Ki yang akan keluar dari kamar mandi melihat Byung Cha memasuki kamar kembali menutup pintu dengan cepat.

“Aissssssshhhh~ Jung Ki~a! Kenapa kau menutupnya?” Jung Ki memukul kepalanya dan membuka pintu kamar mandi itu kembali.
Byung Cha yang melihat Jung Ki keluar dari kamar mandi hanya menatapnya heran.
“WAEYO?!” Bentak Jung Ki.
“Ah…ani~aniyo! Chogi…” Byung Cha terbata-bata menggaruk sedikit kepalanya sambil menunjuk kearah jendela.
“Aisssssssshhhh~” Jung Ki keluar kamar.
“Hyung~! Kau mau kemana?” Sang Hyun menghentikan langkahnya saat melihat Jung Ki yang akan keluar rumah.
“Cari angin!”
“Aku ikut~”
“Aisssssssssh~ Bocah ini! Ayolah…”

Mobil Jung Ki berhenti di tepi jalan, ia segera keluar dari mobilnya. Merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara malam.

“Hyung~ Kau benar-benar cari angin!” cerocos Sang Hyun.
“Sang Hyun~a! Apa kau pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya?”
“Ehm…Aku…Aku tidak tau hyung!”
“Aissssssshhhh~Aku salah bertanya padamu tentang itu, kau memang tidak akan mengerti! Seharusnya aku bertanya pada Min Ho.” Jung Ki memukul kepala Sang Hyun.
“Hyung?!”
“Aisssssssshh~ Tak usah dipikirkan…Kkajja~!” Jung Ki kembali memasuki mobilnya. Sang Hyun mengikuti.

+++++++++++++++++++++++++++++

Sang Hyun meminta Jung Ki untuk berhenti sebentar di sebuah toko bunga yang terletak beberapa km dari rumahnya.

“Hyung~ Kita berhenti sebentar! Aku ingin membelikan bunga untuk ibuku. Besok aku ingin menjenguknya.”
“Ne~ Baiklah!” Jung Ki menghentikan mobilnya.
“Ada yang bisa saya Bantu?” Tanya seorang karyawan pada mereka berdua.
“Ah..Ne~ Aku minta sepuluh tangkai mawar merah.” Ujar Sang Hyun sambil tersenyum.
Karyawan toko tadi memilah-milah mawar, dan membungkusnya dalam sebuah plastik putih yang di tata sedemikian rupa dengan sebuah pita merah diluarnya. Setelah selesai, ia memberikan bunga tadi pada Sang Hyun.
“Gomawoyo~” Sang Hyun membungkukkan badannya setelah memberikan uang pada karyawan tadi.
“Cakkaman~” Jung Ki menghentikan Sang Hyun yang akan membuka pintu.
“Aku ingin beli bunga juga, satu tangkai saja. Yang itu!” sambung Jung Ki sambil menunjuk tumpukan mawar putih di pot.
“Oh~ Ne!” Aku akan membungkusnya ujar karyawan itu.
“Hyung~ Kau beli bunga untuk siapa?” Tanya Sang Hyun heran.
“Ah…Untuk ku! Apakah aku tidak boleh memiliki setangkai bunga?”
Sang Hyun hanya memandang aneh pada Jung Ki. Tapi, kali ini ia tidak bertanya lagi.
“Oh…Chogi~! Aku bisa minta bunga ini di cat hitam?” Jung Ki meminta.
“Ah~ Ne…Aku akan mencatnya. Dengan ini, kuharap bisa tahan lama.” Ujar sang karyawan tadi sambil melakukan pekerjaannya.
“Hyung?” Tanya Sang Hyun heran.
“Heh~ Aku akan memajangnya dikamar. Sudah lama aku ingin memajang bunga di kamarku. Tapi belum ada warna yang cocok.” Jawab Jung Ki membuyarkan keheranan Sang Hyun.

Setelah membeli bunga-bunga tadi, Jung Ki dan Sang Hyun pulang.
Sang Hyun memasuki kamarnya, setelah berpamitan pada Jung Ki terlebih dahulu. Jung Ki belum memasuki kamar, ia menyalakan televise. Beberapa kali ia memencet tombol remote di tangannya. Ia menjatuhkan dirinya di sofa yang terletak di belakangnya.

“Hyung~” Min Ho yang keluar dari kamarnya mendekati Jung Ki yang sedang duduk sendiri.
“Aissshhhh~ Kau! Membuatku kaget saja.” Jung Ki sedikit kaget mengetahui kedatangan Min Ho.
“Hyung~ Aku ingin bicara padamu!”
“Katakan saja!”
“Aku tau, hal ini tidak perlu ku katakan padamu. Tapi, aku harus mengatakannya. Aku tidak suka melihatmu dekat dengan Byung Cha! Aku…Aku…Aku menyukai Byung Cha.” Kata Min Ho tertahan.
Seakan sebuah batu besar menghimpit tubuh Jung Ki. Ia terdiam sejenak. Sampai akhirnya, ia mulai angkat bicara.
“Min Ho sshi, itu perasaanmu! Kau yang punya. Aku tidak punya hak untuk merubah perasaan seseorang. Heh…” ujar Jung Ki tersenyum kecil sambil memukul pundak Min Ho pelan dan meninggalkan Min Ho beranjak kekamarnya.

Jung Ki membuka pintu kamarnya pelan, ia tidak ingin membuat orang di dalamnya terbangun. Ia berjalan gontai, matanya sedikit nanar. Ia ingin menjerit sekerasnya malam itu. Ia mulai menjatuhkan dirinya di tempat tidur, memandangi mawar hitam yang baru ia beli tadi.
“Heh…Kau menggambarkan perasaanku saat ini! Gelap, kelam, ntah apa yang ingin kulakukan? Sampai otakku pun tidak pernah mengetahui bagaimana keinginan hatiku.” Jung Ki memandangi mawar hitam miliknya, dan meletakkan mawar tersebut di dadanya. Sambil memejamkan mata.

+++++++++++++++++++++++++++++++

Keesokan paginya.
Pagi itu, semua penghuni rumah mewah yang dihuni oleh T.H NAMJA, Byung Cha dan eomma sarapan pagi bersama. Min Ho yang datang terlambat, membuka kursinya dan memandang kearah Jung Ki sebentar. Jung Ki juga melancarkan sebentar pada Min Ho, namun dengan cepat ia melepaskan pandangannya dan menyesap kopi miliknya.

Setelah selesai sarapan, Sang Hyun tiba-tiba angkat bicara.

“Hyung~ Hari ini aku ingin menjenguk ibuku di Pusan! Aku tidak bisa ikut latihan dengan kalian. Mianhe…”
“Oh…Sang Hyun omoni sedang sakit? Kalau begitu kalian berempat juga harus ikut.” Ujar omoni.
“Ah..andwae…tidak usah! Biar aku sendiri saja. Mereka juga pasti punya banyak pekerjaan.” Sang Hyun menolak.
“Gwenchana Sang Hyun~a! Kami akan mengantarmu. Kita kan sudah seperti keluarga, tidak usah sungkan begitu.” Jung Ki menengahi.

Mereka berempat pun pergi bersama. Terpisah dalam dua mobil, Min Ho bersama Byung Cha, sedangkan Sang Hyun dan Jung Ki dalam satu mobil.
“Hyung~! Aku boleh bertanya padamu?” Sang Hyun menatap Jung Ki dalam dari sebelahnya.
“Ne~ katakanlah!”
“Hyung~ Apa kau menyukai Byung Cha?”
“Ne?!”
“Aku bisa melihat gelagatmu hyung~ kita sudah kenal setahun yang lalu, dan tinggal bersama hampir dua bulan. Aku bisa melihatnya hyung.”
“Aisssssssshhhhh~ Bocah ini!” Jung Ki memukul jidat Sang Hyun yang berada disebelahnya.
“Hyung~ Katakan saja! Aku akan menjaga rahasiamu. Tapi, yang aku sesalkan kau kan sudah mempunyai istri. Atau mungkin kau hanya menjadikan Byung Cha sebagai pelarian atas istrimu yang menghilang itu?”
“Aisssssssssshhhhhh~ Kau bicara apa?”
“Song Joong Ki hyung~!” ucap Sang Hyun memelas.
“Hahahah…Bagaimana jika wanita itu benar-benar istriku?” kata Jung Ki enteng.
“Mwo?!”
“Ne~ Dia memang istriku!” Jung Ki tersenyum kecil.
Sang Hyun terkejut heran, mulutnya sedikit terbuka. Ia menggaruk-garuk kepalanya dan memandang Jung Ki aneh, seakan sulit dipercaya semua perkataan Jung Ki barusan.

++++++++++++++++++++++++++++

Sesampainya di rumah sakit Pusan, Sang Hyun membawa mawar merah miliknya. Jung Ki hanya menatap mawar hitam yang ia pajang di depan mobilnya sambil tersenyum kecil menutup pintu mobil.
Min Ho dan Byung Cha belum sampai.

“Byung Cha sshi~!” Min Ho tiba-tiba bicara pelan.
“Ne?”
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu!”
“Katakan saja Min Ho sshi…”
“Saranghae~!” Perkataan Min Ho tertahan.
“Min Ho sshi…Kau sedang bercanda? Aku…”
“Kau tidak usah menjawabnya sekarang! Aku hanya mengungkapkan perasaanku saja.”
“Min Ho sshi, aku suka padamu! Tapi aku tidak tau apakah ini cinta atau apa? Karna aku merasakan sesuatu yang lebih dari menyukaimu pada seseorang. Aku mencintaimu sebagai seorang teman. Teman dekat yang selalu ada untukku.”
“Nugu? Jung Ki hyung? Aisssssshhhh~ Kenapa aku harus menyebut namanya. Tidak mungkin kau menyukai pria egois seperti dia. Apa mungkin Sang Hyun? Ah…tidak mungkin! Lelaki manja sepertinya?Mana mungkin.” Senyuman kecil tersungging dari bibir Min Ho. Sedikit tidak enak, namun ia tetap tersenyum.
“Min Ho sshi~” Byung Cha memanggil merasa bersalah sambil menatap Min Ho.
“Kau tidak usah menatapku kasihan seperti itu Byung Cha sshi!” Min Ho mengalihkan pandangannya pada Byung Cha dan tersenyum lagi.
“Aniyo~” Byung Cha memalingkan pandangannya kedepan.

+++++++++++++++++++++++++++

@Hospital

“Sudah malam, kita pulang saja!” Jung Ki angkat bicara.
“Ah…Hyung aku disini dulu! Besok pagi aku akan pulang sendiri.” Sang Hyun menegakkan kepalanya.
“Tapi…”
“Aku akan menemaninya~” ujar Min Ho.
“Tidak usah hyung! Aku sendiri saja.”

Min Ho duduk di sofa sambil menyesap kopi miliknya lagi.

“Kau ingin tinggal juga?” Tanya Jung Ki tersenyum sinis pada Byung Cha.
“Aniyo~ Aku kan pekerjamu!” jawab Byung Cha sinis.
Malam itu Jung Ki dan Byung Cha pulang bersama. Byung Cha duduk di depan, karna ia sangat takut jika harus duduk sendiri dimalam hari.
“Kenapa kau duduk disini?” ujar Jung Ki yang melihat Byung Cha membuka pintu mobil dan duduk disampingnya.
Byung Cha hanya memandangnya keluar jendela mobil, tidak menghiraukan perkataan pria disebelahnya itu.
“Aisssssshhhhhh~” Jung Ki menghidupkan mobilnya.
“Heh~ Bunga hitam apa ini? Orang aneh…” Byung Cha tersenyum sinis memandang mawar hitam di depannya.
“Untukmu~” Jung Ki memonyongkan mulutnya menunjuk mawar tersebut sambil kembali menyetir.
Byung Cha hanya menatap Jung Ki heran.
“Waeyo? Kau tidak suka? Menurutku hanya mawar hitam itu yang cocok untuk wanita sepertimu! Heh…”Jung Ki tersenyum sinis mengejek Byung Cha.
“Aissssssssshhhh~ Pria gila!”
“Kau yang gila!”
“Tidak~! Aku tidak gila~ Kau yang gila.”
“Aku tidak mau lagi bicara denganmu!”
“Terserah padamu~!”
“Kau yang memancing!”
“Aiiiiiiiiissssshh~”

++++++++++++++++++++++++++++++++++

Dilokasi syuting Jin ki.

“Jin Ki sshi~! Aku masih belum bisa mengantarmu pulang hari ini.”
“Gwenchanayo menejer Jung! Aku bisa pulang sendiri.” Jin Ki membawa ranselnya dan memasuki BMW silver miliknya.
Malam itu sangat melelahkan baginya. Rasa kantuk yang begitu hebat mulai menyerang kedua kelopak matanya. Hari ini syuting yang melelahkan. Karena ia harus melakukan adegan aksi dengan membanting tubuhnya kesana kemari. Pusan memang bukan tempat yang dekat dari Seoul.
“Aisssssshhhhh~” Jin Ki membanting stirnya yang hampir oleng kesamping.

Ia berhenti sejenak. Setelah mencuci sedikit mukanya, ia melanjutkan perjalannya kembali.
Byung Cha terlihat pucat malam itu, ia terus memegang kepalanya.

“Byung Cha sshi? Gwenchanayo?” Jung Ki terlihat cemas.
Byung Cha hanya memegang kepalanya, dan sedikit meringis kesakitan.
Stir Jung Ki mulai sedikit oleng. Namun, dengan cepat ia membanting stirnya kekanan. Tangannya terus berusaha menenangkan Byung Cha yang kesakitan.
“Jung Ki sshi, kau lihat jalan saja!” Byung Cha berusaha mengingatkan Jung Ki.
Jung Ki membanting stirnya lagi kekanan.

Tapi, TEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT……..Klakson mobil di belakang mereka berbunyi keras. Cahaya samara-samar lampu di depan mereka menyilaukan pandangan Jung Ki yang menyetir. Jung Ki memasang kecepatan tinggi, dan mobilnya menabrak truk yang berjalan pelan di depan mereka. Mobil Jin Ki yang berada di belakang mereka pun menabrak body belakang mobil Jung Ki yang sudah terlebih dahulu menabrak truk di depannya. Ne~Kecelakaan beruntun.
Byung Cha membuka matanya, ia menatap Jung Ki yang sudah bergelimangan darah di sampingnya. Tangannya menggapai wajah Jung Ki yang hampir tertutup oleh darah. Namun, ia tak mampu menahan sakit yang di rasakannya juga. Hanya satu kata yang terucap olehnya.” Oppa~”

+++++++++++++++++++++++++++++++

@Hospital
Byung Cha yang di Bantu selang oksigen membuka matanya, matanya nanar menatap ruang putih di sekelilingnya. Ia membalikkan pandangannya pada seorang pria disampingnya dengan bantuan selang oksigen juga. Pria itu menatapnya, namun napas tersengal-sengalnya tak dapat di sembunyikan. Air mata Byung Cha mulai menetes.

“Oppa~” katanya lirih.
Jung Ki menatapnya sambil tersenyum kecil. Perasaan lega, sedikit menyelimuti dirinya. Ia masih dapat melihat wajah istrinya itu.
“Sa…ra..rang…hae~” Jung Ki terbata-bata, dan tersenyum meneteskan air matanya.
Mungkin ia merasa bahwa malam ini adalah malam perpisahannya dengan istrinya itu.
“Nado saranghae~” tangis Byung Cha mulai pecah.

Dokter beserta para suster dengan cepat melakukan pertolongan pada Jung Ki yang napasnya sudah sepenggal-sepenggal.
Byung Cha terus saja menangis, dan menutup matanya. Ia tak sanggup melihat Jung Ki yang menahan sakit, saat rohnya di tarik keluar dari jasadnya.

“Pasien telah meninggal pada pukul 03.00” Dokter meninggalkan ruangan.
Suster membuka selang oksigen dan seluruh alat bantu ditubuh Jung Ki.
“Andwae~!!!” Byung Cha berteriak.
“Jung Ki sshi~! Tatap aku lagi!” Tangis Byung Cha seketika menghanyutkan suasana sepi malam itu.

Jin Ki yang berada di sebelah tempat tidur Byung Cha, membuka sedikit tirainya. Ia menatap kisah dramatis tepat dimatanya. Ini bukan kisah drama yang sering ia perankan. Sebuah kenyataan, yang benar-benar ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.

+++++++++++++++++++++++

Pergantian nama Go Byung Cha ke Shim Ah Ra

Pukul 10.00 pagi jenazah Jung Ki di semayamkan.

“Byung Cha sshi~ E…e…Ah Ra sshi! Kau harus tabah.” Sang Hyun memukul pelan pundak Ah Ra.
“Ah ra~a! Kau harus tabah! Hyung pasti sedih melihatmu lemah seperti ini!” Min Ho meletakkan kepala Ah Ra dipundaknya.
“Ne~ Aku tidak menangis! Kau lihat, air mataku sudah kering sejak tadi malam. Bagaimana bisa aku tidak mengingat suamiku sendiri!” Ah Ra menatap Min Ho dalam.
“Ah Ra~a! Kau harus tabah! Putri kecilku yang malang.” Eomma mencium puncak kepala Ah Ra.
Ah Ra hanya menatap sekilas makam Jung Ki lalu mendorong kursi rodanya meninggalkan makam.
Min Ho mengikutinya.

++++++++++++++++++++++++++++++++

@Hospital

Ah Ra masih harus menerima perawatan beberapa hari lagi dirumah sakit.
Ah Ra berjalan sendiri menuju kamarnya, ia tidak suka dipapah seperti orang sakit. Jin Ki yang akan keluar kamar menabrak Ah Ra. Kepala mereka berdua bertemu.

“Aisssssshhhhhh~” Ah Ra mengusap dahinya yang sakit.
Jin Ki tak mengucapkan apapun, ia hanya mengusap sedikit dahinya.
“NEO?!” Ah Ra terbelalak kaget.
Pria di depannya ini sangat mirip dengan suaminya, Song Joong Ki yang meninggalkannya secara tiba-tiba.
“WAEYO?!” Jin Ki menaikkan nada bicaranya. Karena kepalanya mulai terasa berdenyut.
Tiba-tiba tubuh kedua pasien rumah sakit itu rubuh, dan jatuh kelantai. Suster yang akan memberi mereka suntikan dengan sigap memanggil teman-temannya.
Beberapa jam kemudian Ah Ra terbangun dari pingsannya. Ia krasak-krusuk mencari barang terakhir yang di berikan Jung Ki padanya.
“Aisssshhhhhhh~” Ia terus saja mendengus. Suara kamar pun sedikit berisik karna ulahnya.
“Aisssssssssshhh~ Kau ribut sekali!” Jin Ki mendengus kesal sambil membuka lebar tirainya. “NEO?!” Jin Ki berteriak.
Ah Ra mendapatkan mawar hitam miliknya.Ia tidak peduli pada pria disebelahnya. Ia mencium mawar lusuh itu lembut.
“Wanita gila~! Black Flower? Heh…” Jin Ki tersenyum sinis melihat mawar hitam ditangan wanita di sampingnya itu.

….THE END….

FF Black Flower? Sampai disini. Kisah Jin Ki dan Ah Ra lanjut ke FF selanjutnya, kalau author mood nulis FF lagi. Hehehehe…Mian kurang puas. Atas segala kekurangan author mohon maaf sebesar-besarnya. Annyeong~^^,

2 thoughts on “Mini FF “Black Flower? 2/2” (Last Part)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s