_FF Oneshoot_“Purple Line” (Special to Hangeng, Jaebeom & Yoochun)

Title : “Purple Line”
Genre : Action
Author : Cha_Nichbum

Main Casts : Kibum
Nichkhun
Hangeng
Jaebeom
Yoochun
Kyuhyun
Taecyeon
Masson
T.O.P

Ni FF versi “SA PO LANG” film yang di Fanfic in!!Harap maklum, jika terdapat kesamaan karakter dan cerita tokoh.

Nichkhun POV

Aku. Nichkhun Buck Horvejkul.
Pekerjaanku memang cukup melelahkan, sebagai seorang polisi membuatku belum menikah sampai saat ini. Diusiaku yang ke-28 tahun. Hidupku hanya untuk mengabdi pada orang-orang yang membutuhkanku sebagai penjaga keamanan mereka.

Kulalui hari panjangku hanya dengan bekerja, menangkap makhluk-makhluk yang tidak berhati. Sampai suatu hari, kutemukan makhluk kecil yang membuatku berusaha memaknai hidupku yang singkat ini.

“Appa~”

Ne…Mason!
Makhluk bertubuh mungil yang memanggilku “appa” itu. Aku beruntung memilikinya, jari-jari mungilnya yang membelai wajahku setiap pagi. Mengukir senyuman dibibirku saat aku membuka mata.

Mason adalah anak yatim piatu yang kuangkat menjadi anakku. Orang tuanya dibunuh oleh manusia tak berhati yang bernama “T.O.P”. Ntah siapa nama asli lelaki biadab itu? Yang jelas setauku, orang-orang memanggilnya dengan sebutan seperti itu.

Walaupun pria itu banyak melakukan kesalahan, tapi belum ada satupun polisi yang dapat membuktikan kesalahan yang dilakukannya. Karena semua orang dari kalangan penjahat membantunya untuk menutupi kesalahan sang “KILLER MASTER” itu, bahkan terkadang polisi pun ikut andil dalam membebaskannya dari segala kebiadabannya itu.

End Nichkhun POV

Jaebeom membuka sumpitnya. Nichkhun yang berada disebelahnya hanya tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya itu.

“Hyung~ Kau lapar sekali?” Tanya Nichkhun menyembunyikan tawanya sambil memasukkan mie goreng kedalam mulutnya.
Jaebeom hanya menatap tidak enak pada Nichkhun dengan pipinya yang gembung.
“Aissssssshhhhhh~” Jaebeom sedikit mendengus.
“Tadi aku baru dari rumah sakit. Sekaligus periksain kepalaku yang sering pusing ini.” Nichkhun menyesap jus jeruk miliknya.

“Hyung~ dokter bilang aku kena kanker.” ucap Nichkhun enteng.
“Oh…Dimana?”
“Otakku.”
“Bisa sembuh tidak?” Jaebeom masih mengunyah mie nya.
“Ntahlah.” Jawab Nichkhun sambil menyesap mie miliknya

Telepon Nichkhun berdering.

“Ne~ Appa segera kesana!”
“Hyung~ Aku jemput Mason dulu.” Nichkhun meninggalkan Jaebum sendiri.
“He’eh…” Jaebum menyuap mie terakhirnya.

Jaebum menghentikan makannya. Pikirannya yang tadi melayang ntah kemana. Sekarang sedang mengambil posisi stabil di otaknya.

“MWO? Kanker otak?!” Jaebum membanting sendoknya sehingga membuat bunyi yang menarik perhatian semua orang di restaurant itu.

Jaebum memang memiliki sifat yang sedikit tempramen, tapi di balik sikapnya itu ia memiliki hati yang baik.

=========================

@Hospital

T.O.P menunggui istri dan anaknya yang dirawat dirumah sakit.

“Ahjussi~ Kau sedih ya? Anakmu pasti sembuh.” Ujar Mason yang dari tadi melihat T.O.P mondar-mandir di depan pintu kamar pasien.
“Anak manis~” ujar seorang pria tegap dengan matanya yang terlihat lebih hitam karna goresan pensil mata yang melingkar di bawah kelopak matanya.
“Ini permen untukmu! Kau ambil yang hijau, dan untukku yang biru.”
“Siapa namamu anak manis?”

“Mason~a!!” Nichkhun menarik tangan Mason.

Ia menatap lelaki di depannya itu dengan tatapan merah padam.

“Jangan dekati anakku!” Nichkhun menggendong Mason dan membawanya pergi meninggalkan T.O.P

Nichkhun membawa Mason makan es krim di taman.

“Mason~a! Kau suka?”
“Ne~ Appa…Enak sekali! Aku sayang appa~ Saranghae!” Mason mencium pipi Nichkhun.
“Mason~a! Kau harus terus seperti ini! Jangan nakal ya! Walaupun appa tidak bersamamu lagi nanti!” Nichkhun mencium puncak kepala anaknya itu.
“Appa~” Mason memeluk Nichkhun erat.

=======================

@Keesokan harinya.

Nichkhun memasuki ruang kerjanya yang terletak di tengah ruangan. Ia adalah seorang pimpinan polisi.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Nichkhun menaikkan alis sebelah kanannya.
“Nichkhun ssi~” Kyuhyun mencibir memeluk Nichkhun erat.
“Aisssssshhhhhh~ Kau kenapa Kyuhyun~a?!”
“Kami semua akan merawat anakmu!” ujar Hangeng, Yoochun, Jaebum, Taecyeon bersamaan.
“Heh Heh… Kalian ini…Aku masih belum mati! Tapi aku menghargai maksud kalian!” Nichkhun tersenyum tipis.

Suasana kantor menjadi hening sesaat.

“Aissssssshhhh~ Kita harus kerja habis-habisan hari ini! Tangkap semua manusia yang meresahkan itu! KKAJA~!” Nichkhun memecah suasana sambil mengomandoi semua anak buahnya.

==========================

===

Nichkhun CS memulai pekerjaannya. Bersembunyi di balik semak-semak, mengintip, mengintai, menjebak, memaksa. Pekerjaan mereka berakhir di sebuah hotel.

Hangeng masuk secara paksa kedalam sebuah kamar hotel, sepasang pria dan wanita yang belum terikat tampak bercumbu di atas tempat tidur. Pria botak yang melihat Hangeng masuk, langsung lari menuju jendela kamar dan melompat kebawah. Hangeng dengan sebuah pistol di tangannya menarik gorden dan menjatuhkan dirinya kebawah, bak TARZAN si manusia hutan.

Pria botak tadi menghidupkan sedan putih miliknya. Sedan putih itu melaju cepat dengan kecepatan tak terbaca, membuat mobil berputar-putar. Hangeng menembak salah satu ban. Mobil tersebut sedikit meronta dan sulit di kendalikan.

DUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAARRRRRRRR~DUAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR~DUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAARRRRRRRRR~ DUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAARRRRRRRR~ DUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAARRRRRRRR~ 5 buah peluru menembus kulit putih pria botak tadi. Tubuhnya menggelepar-gelepar di atas mobilnya.

Hangeng mendekati sedan putih itu. Dengan langkah tegas ia membuka pintu depan mobil. Sedikit darah segar muncrat ketangannya. Ia menghapuskannya ke atap mobil. Matanya tertuju pada sebuah koper disamping pria botak itu. Dengan kilat ia mengambil koper tersebut dan memasukkannya kedalam bagasi mobilnya.

“Kau tidak apa-apa hyung?”tanya Nichkhun yang tiba-tiba berada disebelahnya.
“Ah…Gwenchanayo!” jawab Hangeng gelagapan memegang bagasi mobilnya.

@Police office

“Kerja kita hari ini cukup memuaskan!”
“Yeaaaaaaaaaahhhhhhhhhh~!!! Yoochun dan Taecy mengepalkan tangannya.

“Tapi… Kita harus mencari pemimpin baru! Orang keras. Dengan kemampuan luar biasa dan taktik jitu sebagai penggantiku kelak!” Nichkhun kembali angkat bicara.

Semua yang berada di ruangan itu, hanya menundukkan kepala mereka.

=========================

Kibum POV

Aku. Kim Kibum. Aku menyebut diriku polisi. Tapi, orang-orang lebih mengenalku sebagai seorang berandalan yang membantu mereka menangkap penjahat.

Dengan singlet, celana jeans dan kacamata hitam, aku mulai beraksi menjelajahi seluruh penjuru kota Seoul. Aku lebih suka melakukan tugasku seorang diri. Lebih suka melakukan penyelidikan ketimbang menangkap penjahat. Karna aku tidak ingin tanganku kotor oleh darah para berandalan ingusan itu. Hahahahaha…

End Kibum POV

========================

Kibum memasuki ruang kerja barunya. Sepi…Cukup besar sebagai ruangan untuk tujuh orang polisi didalamnya. Matanya liar melihat satu-persatu celah hening ruangan tersebut. Kedua matanya terhenti pada sebuah meja. Meja retak, yang kacanya hampir jatuh kebawah.

“NEO?! Nuguseyo?!” Jaebum memasuki ruangan, menghentikan langkahnya sambil menunjuk kearah muka Kibum.

“Annyeonghaseo~ Choneun Kim Kibum imnida! Anggota baru di kepolisian Kang Nam.”
“Oh…Kau!” Jaebum sedikit merendahkan nada bicaranya.
“Mohon bantuannya!” Kibum membungkukkan badannya.
“Annyeong~” Jaebum mendekati kursi dengan meja kaca retak itu.

“Oh…Kau sudah datang!” Nichkhun datang tiba-tiba.
“Oh…Annyeonghaseo~” Kibum membungkukkan badannya lagi.

Pukul 07.00

“Karena semua sudah berkumpul! Aku ingin memberitahukan pada kalian anggota baru kita.” Nichkhun berdiri disamping Kibum.
“Annyeonghaseo! Choneun Kim Kibum imnida~Bangapseumnida!” Ujar Kibum lagi sambil membungkukkan badannya.

“Hyung! Bagaimana pendapatmu? Apa dia bisa menjadi pengganti Nichkhun kelak?” Taecyeon berbisik di telinga Yoochun.
“Mollaso~ Kurasa, tidak ada yang bisa menggantikannya. Lihat bocah itu! Apa Khunnie yakin dengan pilihannya?”
“Molla~”

Kepolisian Kang Nam mulai mengerjakan pekerjaan mereka pagi itu. Bunyi tuts keyboard komputer memecah suasana hening kantor. Tak terdengar suara manusia, hanya tuts keyboard.

Pukul 18.30

“Kau ingat apa yang harus kita lakukan?” Nichkhun memperkecil volume suaranya.
“Ne~” jawab Kyuhyun pelan.
“Baiklah! Kita beraksi. Tepat pukul 07.00 malam ini! Kkaja~ ” Nichkhun menambahkan.

Nichkhun, Yoochun, Jaebum, Taecyeon, Kyuhyun dan Hangeng melangkahkan kaki mereka dengan mantap menuju pintu keluar. Kibum yang baru memasuki ruangan, menatap heran keenam rekannya itu.

“Kibum ssi~ Untuk malam ini, kau tidak perlu ikut! Masa tugasmu baru dimulai 2 hari lagi!” Nichkhun berdiri tepat dihadapan Kibum dan lalu begitu saja bersama rekannya yang lain.

=======================

Hangeng berlari mengejar mangsanya dengan ganas. Sang mangsa dengan baju bunga-bunga ala hawaian berlari kacau mencari celah persembunyian. Ia berlari menuju atap gedung yang bertingkat 7 itu. Dengan sigap Yoochun menghadang dari arah depan. Namun, pria bertubuh kecil itu dapat meloloskan diri.

@Lantai 7

“NEO?! HENTIKAN LANGKAHMU! ATAU KUTEMBAK!” Ujar Nichkhun sambil mengacungkan pistolnya keatas.

Namun mangsa mereka itu tetap saja berlari dengan sekuat tenaganya. Spontan, peluru pistol Taecyeon melayang kearahnya. Tapi tak sedikitpun menyetuh kulit pria itu.

“Aisssssssssshhhhhhh~ BERHENTI KAU!” Jaebum mulai mengejar.

Ya! Satu tembakan tepat mengenai lengan pria mungil itu.

Kyuhyun tersenyum kecil pada Yoochun. Yoochun melingkarkan jari telunjuk dan jempol kanannya pada Kyuhyun sambil mengedipkan mata.

Sedikit kesakitan, namun mangsa tersebut tetap saja berlari dan menumbangkan bak-bak sampah disekelilingnya. Hangeng, Tecyeon, Jaebum dengan kilat melewati bak sampah yang menghalangi mereka itu. Tubuh sixpacks mereka semakin terlihat jelas dari balik kemeja mereka yang basah oleh keringat.

Tepat di tepi gedung, sang mangsa menghentikan langkahnya.

“Heh~ Ayo loncat!” Nichkhun tersenyum sinis.

Sang mangsa hanya menatap keenam polisi itu sedikit ketakutan. Ia merentangkan tangannya kebawah. Sedikit demi sedikit, ia menjinjitkan kakinya kebelakang sambil beberapa kilas memandang kearah belakang.

Mangsa mereka tadi pun menjatuhkan dirinya diiringi dengan suara tembakan dari pistol Nichkhun. Senyuman tipis tersungging dari bibir Nichkhun, Yoochun, Hangeng, Taecyeon, Kyuhyun, dan Jaebum. Senyuman kepuasan. Satu lagi, kaki tangan T.O.P mati ditangan mereka. Tapi, bukti kesalahannya belum juga ditemukan.

Dari luar gedung, Kibum menatap mayat yang jatuh tepat dimatanya. Matanya melancarkan pandangan tidak senang, sambil memandang keatas. Kearah Nichkhun CS. Ia mulai melangkahkan kakinya memasuki gedung. Semakin lama langkahnya semakin cepat dan akhirnya berlari.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?! APA MEMANG HARUS DENGAN MEMBUNUH? HAH?!” Muka Kibum memerah, kemarahannya mulai meledak-ledak.
“Sudahlah~ Kau tidak mengerti!” Ujar Yoochun menepuk pundaknya.
“APA?! APA YANG TIDAK KUKETAHUI?! KALIAN MEMBUNUH ORANG! APA ADIL 1 LAWAN 6?!HA?!” kepalan tangan Kibum mulai menyentuh pipi Nichkhun.
“AAAAAIIIISSSSSHHHHH~! KAU!” Jaebum mengepalkan tangannya ingin memukul orang yang bertindak kurang ajar pada pimpinan mereka itu.

Nichkhun memegang pundak Jaebum, mengisyaratkan padanya untuk berhenti.

“Kau tidak mengerti! Apa kau tau? Berapa banyak orang tanpa dosa yang ia habisi nyawanya? Kau tau?! Berapa banyak orang yang teraniaya karna ulahnya?! Berapa banyak anak yang kehilangan kasih sayang orang tua karnanya? HA?! APA KAU TAU ITU?!” Nichkhun menaikkan nada bicaranya sambil menghapus darah segar yang mengalir dibibir kanannya.

Kibum berdiri lemah. Kata-kata Nichkhun tadi begitu menghancurkan pikiran buruknya mengenai keenam rekannya itu.

===============================

@Jumunjin Beach

“Ahjussi~ Kembalikan balonku!” Mason menginjit-injitkan kakinya ingin mencapai balonnya yang diambil Kyuhyun.
“Hyung~ Aku semakin yakin kalau bocah itu tidak bisa menjadi pemimpin kita!” ujar Taecyeon pada Yoochun yang sedang tertawa melihat ekspresi Mason yang meminta balonnya.
“Kurasa begitu!” jawab Yoochun singkat. Ia memulai akal busuknya, membuang balon tadi keair. Balon itu pun mulai mengikuti arah angin menuju tengah pantai.
“Ahjussi!!” Mason ngambek sambil berjongkok menggembungkan pipinya.
“Ayo kejar bolanya! Hahahahaha…” Ujar Jaebum.

Dari kejauhan.

“Nichkhun ssi, diantara anak buahmu itu. Siapa yang paling hebat?” Kibum memandang rekan-rekannya itu dari jauh.
“Heh…Semuanya hebat! Aku tidak bisa memilih, menurutku mereka orang-orang hebat!” jawab Nichkhun sambil melambaikan tangannya pada Mason yang berdiri dari jongkoknya.

===============================

Telepon kantor di kepolisian Kang Nam berdering.

“Yeoboseyo~ KAU SIAPA?!” Jaebum menaikkan nada bicaranya.
“Kembalikan uang itu, jika kalian ingin selamat.” Ujar suara dibalik telepon itu sambil memutus teleponnya.
“YEOBOSEYO!!!!”

“Siapa hyung?” Kyuhyun mendekati Jaebum.
“Uang itu!”
“Ingat! Jangan katakan masalah ini pada Nichkhun. Cukup kita saja yang mengetahuinya.” Jaebum memperkecil volume suaranya.

“Kalian sedang apa?” Nichkhun yang datang bersama Kibum memandang rekan-rekannya itu heran.
“Oh…Aniyo!” Jaebum mengibas-ngibaskan tangannya.

“Ya! Kita harus bekerja! Mulai selidiki T.O.P lagi!” Nichkhun memukulkan kedua telapak tangannya.
“Kali ini kita harus bertindak lebih nekat!”
“Nichkhun ssi~ Apa kau yakin akan terus melakukan penyelidikan terhadapnya? Kita sudah menyelidikinya bertahun-tahun. Tapi apa? Kita belum mendapat bukti apapun!” Kyuhyun memotong perkataan Nichkhun.
“Wae? Kau takut? Sebagai seorang polisi, mati bergelimangan darah lebih terhormat daripada harus dikejar-kejar penjahat!”

“Ne~ Kau benar pimpinan!” ujar Taecyeon memberi hormat pada Nichkhun.
“Kita harus menangkap manusia biadab itu! Kalian tenang saja, aku tidak akan membiarkan anak buahku tersentuh sedikit saja olehnya! Aku akan melindungi kalian.” Nichkhun menepuk pundak Kyuhyun pelan.

Kibum yang masih berdiri di depan pintu, hanya tersenyum kecil melihat kejadian itu.

========================

“Honey~ Anak kita sudah bisa menggerakkan tangannya! Bisakah kau segera kerumah sakit!” ujar suara wanita dari balik telepon T.O.P
“Iya sayang~ Aku akan segera kesana setelah urusanku selesai!” T.O.P menutup teleponnya.

==========================

Anak buah T.O.P mulai membuat keonaran lagi, mereka membakar salah satu BANK besar di Seoul.

“Aissssssshhhhhhhh~ Pria itu! Pasti dia yang melakukannya.” Hangeng mendengus keras.
“Aku akan segera menghubungi kantor pusat! Hangeng dan Yoochun Hyung ikut aku! Kalian berdua ambil persediaan senjata! Ini surat perintahnya!” ujar Nichkhun sambil memberikan sebuah amplop pada Jaebum dan Kyuhyun.
“Dan kalian berdua! Tetap disini!” Nichkhun melanjutkan perintah pada Kibum dan Taecyeon.

Dengan mobil sedan hitamnya Nichkhun CS melaju kearah barat. Jaebum berlari ke arah mobil sedan putihnya. Beberapa menit kemudian, Jaebum tiba dengan mobilnya. Kyuhyun langsung membuka pintu disamping Jaebum dan masuk kedalam.

“Kami pergi dulu kawan!” Kyuhyun melambaikan tangannya keluar jendela.
Sedan putih itu melaju kencang.

Kibum dan Taecyeon berjalan membelakangi mobil yang melaju tadi sampai bunyi dentuman keras mengusik telinga mereka.

TUUUUUUUUUUUUUUUUUUUBBBBBBBBUUUUAAAAAAAAAAMMMMMMMMM~!!!!! Mata mereka mulai mengarah kesumber bunyi itu. Ne~! Sedan putih yang ditumpangi Jaebum dan Kyuhyun terbakar. Api menjalar cepat menghabiskan semua body mobil.

Spontan, Kibum dan Taecyeon berlari kearah mobil yang ditumpangi rekan mereka itu.

“HYUNG~HYUNNIE~A!!!!!” Taecyeon berteriak keras sambil berlari, air matanya mulai mengalir deras.

Pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang besar itu agar tidak menjalar kearah lain. Api pun bisa di padamkan. Kedua jasad penumpang sedan putih itu di tandu kemobil ambulance.

“Jaebum hyung~Hyunnie~a!” Taecyeon meneteskan air matanya sambil mengepalkan tangannya keras. Giginya bergeretak keras. Sehingga bunyinya terdengar keluar. Kibum yang disampingnya menepuk bahu Taecyeon pelan.

==============================

“Nichkhun~a! Jaebum hyung dan hyunnie terbunuh!” Kibum menelepon Nichkhun
“MWO?!” Nichkhun menggenggam teleponnya erat.

Setengah jam kemudian, Nichkhun, Yoochun, dan Hangeng tiba dirumah sakit.
Nichkhun memandangi wajah Kyuhyun dan Jaebum yang sudah hangus terbakar. Air matanya mulai menetes. “Kalian tenang saja, aku tidak akan membiarkan anak buahku tersentuh sedikit saja olehnya! Aku akan melindungi kalian.” Kalimat itu merasuki benaknya. Ia merasa gagal.

“Aku memang tidak pantas di sebut pimpinan!” Nichkhun meneteskan air matanya dan mengepalkan tangannya kuat.
Hangeng yang berada di samping kanannya, menepuk bahu Nichkhun pelan.

================================

Mereka melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Dengan semangat baru yang sangat menggebu-gebu untuk menghancurkan manusia biadab yang bernama T.O.P itu.

“Kita tidak boleh menyerah! Lanjutkan misi kita!” Nichkhun berjalan tegap menatap kedepan.

Kibum, Yoochun, Hangeng, dan Taecyeon mengikuti.

“Aissssshhhh~ Kalau jalan lihat-lihat!” Taecyeon memukul kepala seorang anak laki-laki yang umurnya sekitar 17 tahun yang menabraknya.
“Mianhamnida~Mianhamnida~” Anak lelaki tadi berjalan takut dengan sebuah kamera yang berusaha disembunyikannya dibalik bajunya.

Yoochun menatapnya aneh.

“Hey~ Kau! BOCAH!” Yoochun berteriak memanggil anak tadi.

Anak tadi bukannya berhenti, malah lebih mempercepat langkahnya.

“HEY KAU! HENTIKAN LANGKAHMU BOCAH!” Yoochun mengejar anak itu cepat.

Tertangkap!
”Perlihatkan kamera itu padaku!”Yoochun merampas kamera milik anak itu.
“Ah…Oh…Andwae!”
“Yoochun ssi, ada apa?” Hangeng memegang anak tadi.
“Perlihatkan kamera itu!”

===============================

“Satu bukti kita dapatkan! Kau akan hancur T.O.P!” Nichkhun tersenyum sinis melihat video rekaman itu.

Divideo tersebut terlihat T.O.P meletakkan bom kedalam mobil Jaebum. Pada menit ke 10, terlihat T.O.P memencet tombol remote ditangannya. Terdengar bunyi ledakan, dan mobil Jaebum yang hangus.

“Nichkhun ssi, Aku mau menemui anakku sebentar. Hari ini kan hari ayah. Aku ingin menemuinya sebentar.” Yoochun meminta izin.
“Tapi…Saat ini T.O.P sedang ditahan, diluar sana anak buahnya pasti tidak tinggal diam. Keselamatan kita terancam jika kita berjalan sendiri-sendiri.” Nichkhun menolak.
“Nichkhun ssi…Hanya kali ini saja. Jebal…”
“Baiklah! Kau akan ditemani Hangeng hyung!”

“Nichkhun ssi~! T.O.P di bebaskan! Sekarang kau di curigai mencuri uangnya! Kepala pusat sedang mencarimu!” Kibum terengah-engah.
“MWO?!”
“Nichkhun ssi~ Kau harus segera pergi! Kau tidak boleh tertangkap! Misi kita belum selesai!” Ujar Taecyeon.

==========================

“Kau harus segera menyelesaikan kasusku ini! Aku ingin kerumah sakit dulu!” T.O.P berjalan keluar dari jeruji besi yang mengurung tubuhnya beberapa jam lalu.
“Heh~!” T.O.P tersenyum sinis.

===========================

Sementara itu di taman.

“Aboji~ Kau makin kurus! Apa kau makan dengan baik?” Byung Cha mencubit pipi Yoochun.
“Andwae~ Sakit! Aboji baik-baik saja. Bagaimana sekolahmu?” Yoochun mengusap lembut kepala anak perempuannya itu.

Hangeng hanya berdiri di gerbang taman sambil memperhatikan kisah dramatis antara ayah dan anak itu. Ia berjalan menuju telepon umum yang berada di seberang jalan.

“Yeoboseyo eomma! Bagaimana keadaan appa? Apa pria tua itu sudah mati?” Tanya Hangeng sembarang.
“Oh…Kau! Hankyung~a! Kau tidak usah peduli lagi padanya. Bukankah memang itu keinginanmu!”

Hangeng memutuskan teleponnya. Ia mulai meneteskan air mata sambil terus mengunyah permen karet di mulutnya.

“Aboji~ Ini hadiah untukmu! Aku pergi dulu ya. Sudah malam. Jaga dirimu.” Byung Cha memberikan sebuah kotak kecil pada Yoochun sambil mencium pipi ayahnya itu dan beranjak pergi.

Sesosok lelaki dengan pakaian serba hitam mendekati Hangeng, pisau mengkilat yang di bawanya sedikit menyilaukan mata. Dan…

“Ah….” Hangeng terjatuh ke tanah. Tubuhnya bersandar pada diding sambil memegang lehernya yang tersayat.

Pria misterius tadipun mendekati Yoochun yang sedang membuka hadiahnya.

Yoochun melihat hadiah yang baru saja ia terima, sambil menerawang kecahaya bulan. Cuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuussssssssssss….Beberapa tusukan di perut dan dada. Tubuh Yoochun pun menggelepar di tanah. Tubuhnya menegang. Setetes air keluar dari kelopak mata sebelah kanannya.

=====================

Kibum dan Taecyeon mencari Yoochun dan Hangeng. Mereka akan mulai bekerja lagi. Sebuah misi penting yang harus diselesaikan secepatnya. Langkah mereka semakin cepat, saat melihat Hangeng yang hamper terkapar.

“Hyung~ Katakan sesuatu!” Kibum memegang leher Hangeng agar ia dapat berbicara.
“Eh…Selamatkan pimpinan! Dia tidak tau apa-apa! Kami yang mengambil uang T.O.P! Uang untuk merawat anaknya kelak! Uang itu ada di bagasi mobilku. Eh…” Suara Hangeng mulai hilang.

“Hyung~ Hyung~ Buka matamu! Katakan sesuatu hyung!” Taecyeon mengguncang-guncang tubuh Hangeng.
“Kau juga mengetahui hal ini?” Kibum menatap tajam pada Taecyeon.
“Eh…” Taecyeon gelagapan.

====================

“Yeoboseyo~ Taecy! Dimana posisi kalian?” suara Nichkhun dari balik telepon.
“Hyung…Hyu…Hyung…Yoochun hyung dan Hangeng hyung terbunuh.”
Nichkhun mematikan teleponnya. Tangannya mengepal keras. Giginya bergeretak semakin kuat.

“T.O.P!! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU HIDUP! AKU AKAN MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI!” Air mata kebencian mengalir dari kedua kelopak mata Nichkhun. Tangannya mengepal lebih kuat lagi. Dan…Bruuuuuuuuuukkkkkkk!!! Meja kaca disampingnya pecah seketika.

=====================

“Kita harus bertindak cepat! Taecyeon ssi! Taecyeon ssi!” Kibum gelagapan mencari Taecyeon.

Taecyeon berjalan sendiri di bawah remang-remang lampu jalan. Tatapannya tajam, tangannya mengepal kuat. Tak ada lagi pikirannya selain menemukan T.O.P.

Sementara itu, Kibum berlari mencari rekannya itu. Sambil terus memanggil-manggil “Taecyeon~a!!”.

“Taecyeon~a!! KAU MAU KEMANA?”

Sebuah truk melaju kencang kearah Taecyeon yang berjalan cepat.

“TAECYEON~A!!!AWAAAAAAASSSSSSSSSSS!!” Kibum kembali berlari mengejar Taecyeon yang menggelepar hebat ditanah. Tangan, kepala dan kaki sebelah kanannya remuk. Ia merenggang nyawa seketika tepat dihadapan Kibum.

“TAECYEON~A!!!!!!!!” Kibum memegang tubuh rekannya itu dan berteriak sekuat-kuatnya.

==========================

Kibum berlari menuju kantor pusat.

“Hoejangnim~ Dengarkan aku! Semua rekanku terbunuh! Sekarang nyawa pimpinan kami juga terancam! Kau tidak bisa menjadikannya tersangka! T.O.P memang seorang pembunuh! Kau tidak boleh melepaskan pria biadab itu!”
“Aku tidak bisa! Ini sudah keputusan dari pihak kepolisian. Polisi yang bersalah juga harus dihukum. Yang membunuh rekan-rekanmu juga sudah menyerahkan diri.” Tuan Kim meninggalkan Kibum begitu saja.

“Hoejangnim~” Kibum memanggil.
“Aku akan menyelesaikan kasus ini sendiri! Aku berhenti!Aku tidak ingin menjadi polisi kaku seperti kalian!” Kibum meletakkan pistol dan kartu anggota kepolisiannya di atas meja dan pergi dengan perasaan marah, kecewa, bercampur aduk. Ia berjalan mantap tanpa embel-embel polisi yang selama ini melekat ditubuhnya.

===============================

Nichkhun berjalan menuju kediaman T.O.P. Dengan langkah tegapnya, tegas dan berwibawa. Matanya merah padam. Badannya hanya terbungkus oleh kemeja putih yang membentuk lekuk tubuhnya.

“T.O.P!!!!KELUAR KAU!!!” Nichkhun berteriak dari luar pintu.
“Heh~ Suruh dia masuk!” T.O.P tersenyum sinis menyuruh anak buahnya membuka pintu.

Nichkhun memasuki ruangan.

“Ini! Aku bawa uangmu!” Nichkhun melempar koper yang dibawanya dan membuka isinya. Satu tembakan mengarah pada T.O.P.

Dengan sigap T.O.P menangkis tembakan yang dilancarkan Nichkhun padanya.

“Heh~ Bocah ini! Kau ingin menipuku?” T.O.P tersenyum sinis dan melempar kertas-kertas yang di bawa Nichkhun sambil memberi isyarat pada anak buahnya untuk menyerang pria di depannya itu.

=======================

“T.O.P~!Aku bawa uangmu!” kata Kibum dari balik telepon.
“Heh…Kemarilah!” jawab T.O.P sinis.
“Bagaimana temanku?”
“Aku tidak tau, apakah dia masih hidup hingga kau sampai!”

Pria berbaju hitam dengan pisau mengkilat ditangannya berjalan mendekati Kibum. Sadar dengan pria yang mendekatinya, Kibum pun mengeluarkan besi di belakangnya. Dengan hati-hati, ia melangkahkan kakinya menuju pria di depannya itu.

Pertarungan sengitpun terjadi antara Kibum dan pria setan itu. Aksi saling pukul memukul, bertarung pisau dan besi, sampai aksi lempar melempar. Akhirnya sang pembunuh bayaran itupun meregang nyawa, dengan beberapa tusukan yang dilancarkan Kibum padanya. Pisau yang ia pegang berbalik arah dan menghilangkan nyawanya sendiri.

Kibum tersenyum sinis dengan matanya yang berkaca-kaca merah. Tangannya masih memegang pisau yang sudah bergelimangan darah itu. Air mukanya tampak sangat marah. Ia belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Membunuh orang.

Ia mulai melangkahkan kakinya menuju kediaman T.O.P

“T.O.P!!!!!!AKU DATANG!!AKU BAWA UANGMU!! DIMANA KHUN?” Kibum melempar koper yang berisi uang yang ia ambil dari bagasi mobil Hangeng.

T.O.P hanya memandang sekilas pada Nichkhun yang lemah dengan tangan tergantung di atas. Perutnya banyak mengeluarkan darah. Ia hanya mendesis beberapa kali, menahan sakit diperutnya.

“KAU!!!!” Kibum mulai menyerang lawannya itu.

Kibum melancarkan serangan dengan pisau yang ia bawa. Namun, serangan Kibum itu dapat ditangkis oleh T.O.P. Pertarungan berlangsung lama, keringat mulai mengucur dari tubuh Kibum dan T.O.P. Telepon yang berasal dari saku T.O.P berdering. T.O.P berusaha mengangkatnya, walau dalam posisi tidak aman. Sampai saat itu, Kibum berhasil mengunci gerakan T.O.P dengan melingkarkan tangannya dibahu T.O.P. Terdengar suara lembut dari balik telepon. Melihat itu, Kibum sedikit memperlonggar kepitannya.

“Sayang~ Aku dan anak kita sudah ada di bawah! Apa aku harus keatas sekarang?”
“Ah…Kau tunggu disitu saja. Aku akan turun sebentar lagi.”

Kibum langsung mengepit T.O.P erat, telepon yang di pegangnya pun terlepas, dan terinjak oleh Kibum. Dan mematikan ponsel itu dalam sekejap.
Dengan ganas Kibum mengangkat pria bermata hitam itu keatas, lalu diputar-putarnya dan melemparkannya ke aquarium kaca di sudut kanan jendela. Seketika T.O.P terdiam, matanya tertutup.

Napas Kibum terengah-engah, ia membuka air mineral yang ada di meja disebelah aquarium itu. Nichkhun yang terikat pun mulai berbicara.
“Heh…Apa kau akan membiarkanku tetap tergantung begini?” Kibum hanya tersenyum kecil sambilmeminum airnya.

Tiba-tiba tubuh T.O.P bergerak dan mendorong Kibum, keseimbangannya tak terkendali. Tubuhnya ambruk dan memecahkannya kaca di belakangnya. Tubuhnya jatuh kebawah dan menimpa sedan hitam di bawahnya, dengan posisi telentang dan kepala bagian belakangnya mengeluarkan darah segar seketika. Kibum menghembuskan napas terakhirnya, air matanya mulai menetes keluar. Ntah air mata apa? Kebencian? Kesakitan? Atau mungkin air mata kegagalan.

T.O.P melihat kebawah, ia melihat mobil yang ditimpa oleh tubuh Kibum. Mobil dengan atap peyote dan kacanya yang pecah berantakan.Matanya tercekal pada plat mobil di bawah tubuh Kibum itu. “1589” Manusia di mobil itu tak merespon sedikitpun kejadian yang dialaminya.

T.O.P menjatuhkan tubuhnya kelantai, air matanya mulai menetes deras. Mulutnya terbuka, lidahnya kelu. Ia telah menghilangkan nyawa anak dan istrinya. Bunyi serene polisi memecah keheningan malam itu. Suara polisi mulai terdengar ribut dari bawah gedung berlantai 7 itu.

=========================

Nichkhun menatap Mason yang sedang melemparkan batu kelaut. Cuaca hari itu sangat cerah, bibirnya sedikit tersungging. Memperlihatkan senyuman tipisnya. Ia melambaikan tangannya kearah Mason yang sedang memandangnya. Namun, tiba-tiba tubuhnya jatuh ketanah. Ia memegang kepalanya yang mendenyut hebat. Sakit tak tertahankan. Darah segar mengalir dari hidungnya. Ia berusaha duduk, dan mengusap hidungnya.

“Appa~”

Nichkhun melambaikan tangannya pada Mason. Dari kejauhan, ia melihat keenam sahabatnya melambaikan tangan padanya sambil tersenyum manis. Air matanya mulai menetes, ia mengusapnya berbarengan dengan pegangan kepalanya yang semakin sakit.

Bagi yg baca~ Mian kepanjangan…

“Back sound Purple Line DBSK”

Furareru koto sae dekina itte jishin ankini tora warete
Mi ugoki hitotsu torenai toki mo au

Really wanna touch myself
Kiseki wo negatte itte mo

Jibun no kokoro ga tsuyoku naku sha tsusumenai right now
Purple line let me set on my world (my world)

Dare mo arui takoto nai this way
Yume wo negai de ikikita wo shikashi tsusuketeru
Jibun rashiku My Progression
Tsuyoi kimochi wo motte koedemiseru
Jonetsu no purple line

Kirei na wo sutabi koraga saigo hou ni made shimau kedo nikenai sa
Bokuga seichoushi hayaku dameno ga te dato
Jibun ni kikasenagara nori koede yuke right now
Purple line let me set on my world (my world)

=============THE END=============

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s