Black Flower 1/2

Title : “ Black Flower? ”
Genres : Romance, Comedy
Author : Cha_Nichbum

Casts : Song Joong Ki
Choi Min Ho
Park Sang Hyun
Go Byung Cha a.k.a Shim Ah Ra
Kim Yesung
Cho Eun Hee
Ah Ra eomma

“Baiklah~! Aku akan meninggalkan rumah ini! KAU PUAS?!”
“Mwo?! BAIKLAH~JANGAN PERNAH PERLIHATKAN BATANG HIDUNGMU DI RUMAH INI LAGI~!!!
“Aisssshhhhhh~”

Ah Ra membawa kopernya, dengan bersungut-sungut meninggalkan apartement yang telah ia huni bersama Song Jung Ki selama 1 tahun itu.

“Aisssssshhhhh~Aku lupa!” Ah Ra memukul kepalanya dan berlari dengan cepat membuka pintu.
“Aissshhhh~ Wanita ini! KAU MAU APA LAGI?”
“Aku lupa membawa dompetku!” Ah Ra dengan langkah cepat segera meninggalkan rumah itu lagi.
“HEI~!WANITA GILA…JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI~” Jung Ki berteriak di depan pintu.

Tanpa memperhatikan perkataan suaminya itu, Ah Ra terus saja berlari.

“DASAR WANITA GILA~! Dia pikir hidup diluar itu enak? Keluargamu juga tidak ada di Korea. Sampai orang tuamu pulang ke Korea, aku tidak akan mencarimu! PERGILAH~! Heh~” Jung Ki tersenyum sinis sambil menutup pintunya kembali.

+++++++++++++++++++++++++++++++

“Dasar pria sinting! Kenapa aku harus menikah dengan orang egois seperti itu! Kalau bukan karna eomma, tak akan pernah aku mau menerima pria sinting itu! Aisssssssshhhhhh~ Tapi,aku harus kemana? AIIIIIIIIIISSSSSSSSHHH~” Ah Ra mengacak-acak rambutnya.

Dengan langkah gontai, ia terus menyusuri jalan raya yang sepi kala itu. Tak terlihat satupun mobil disana.

“Kenapa malam ini sepi sekali?” Ah Ra mulai mengangkat wajahnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHH………..”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Kemana wanita gila itu? Aiiisssssshhhhhh~ Untuk apa aku mempedulikannya! Dia bisa mengurus dirinya sendiri.” Jung Ki menutup mukanya dengan selimut.

@Hospital

“Bagaimana keadaannya dok?”
“Pasien belum siuman, mungkin karna benturan di kepalanya akibat kecelakaan tadi yang mengakibatkan tingkat kesadarannya melemah.”
“Apakah bisa disembuhkan dok?” Eun Hee berbisik.
“Kita lihat saja~” Dokter meninggalkan Eun Hee yang panik di depan pintu kamar.
“Aissssssshhhhh~Kenapa aku bisa menabraknya! Cho Eun Hee~ Malang sekali nasibmu!” Eun Hee mengacak-acak rambutnya.

Eun Hee terdiam sejenak, sambil mondar-mandir didepan pintu kamar.

“Hah~ Apakah aku harus meninggalkannya? Tidak mungkin, pasti polisi akan menangkapku, aku akan jadi buronan!AISSSSSSSSSSSSSSHHH~ Aku tidak mau dipenjara.” Eun Hee tersadar dari lamunannya.

+++++++++++++++++++++++++++++++

@Satu bulan kemudian.

Let’s go crazy (crazy) baby let’s go crazy (crazy)
Oh baby let’s go crazy (crazy)
It’s so easy and let’s go crazy again oh!
Let’s go crazy you gotta show oh baby
Let’s go crazy go with the flow and maybe
Not so hasty takin’ it slow it’s so easy and let us go crazy again
Let’s go crazy you gotta show oh baby
Let’s go crazy go with the flow and maybe
Not so hasty takin’ it slow it’s so easy and let us go crazy again
Let us go crazy again……

Jung Ki, Sang Hyun, dan Minho mengakhiri lagu mereka.

“Oppa~ Saranghae…”
“T.H T.H T.H ~THREE HANDSOME NAMJA~!Yey…yey…yey…Saranghae oppa~!”

Sang Hyun melempar kaus yang dipakainya. Terlihat badannya yang basah oleh keringat. Suara penggemar mereka pun semakin riuh.

“Kkajja~!” Jung Ki mengomandoi kedua temannya meninggalkan panggung.

+++++++++++++++++++++++++++++++

“Nona Eun Hee?”
“Ne~”
“Pasien sudah sadar.”
“Jincha?! Akhirnya~ Penantianku sebulan ini, berakhir juga.”

Eun Hee buru-buru memasuki kamar.

“Anda sudah sadar nona?”
“Kau siapa? Aku ada dimana?”
“Aku Cho Eun Hee, orang yang membawa anda kerumah sakit ini.”
“Aku siapa?”
“Mwo?!” Eun Hee membelalakkan matanya.
“Pasien mengalami amnesia total. Untuk sementara waktu jangan memaksanya untuk mengingat apapun, karena akan menghambat proses penyembuhan.”
“Apa dokter? Hah~ Bagaimana aku bisa membuatnya mengingat sesuatu~ Mengenalnya saja tidak! Aisssssssshhhh~” Eun Hee membenamkan wajahnya kekasur.
“Apa kau mengenalku?” Ah Ra bertanya polos.
“Hah~Hah~AISSSSSSSSSSHHHHHHHH!!” Eun Hee mengacak-acak rambutnya.

+++++++++++++++++++++++++++++
@Kantor Melon entertainment.

“Bagus sekali~ Hanya dalam waktu 1 bulan, album kalian sudah bisa menguasai pasar! Aku punya hadiah untuk kalian bertiga~ Sebuah rumah mewah! Kalian bertiga akan tinggal disana, sekaligus untuk mempermudah pekerjaan kalian. OK?”
“Ne~ Terserah padamu!” Min Ho meninggalkan ruangan.

Jung Ki mengikuti dari belakang.

“Ya~ Terserah padamu sajalah…Menejer Kim Ye Sung~!” Sang Hyun mengikuti mereka.
“Ne~ Baiklah! Terserah padaku~” Yesung mengangkat bibir kanan bagian atas.

+++++++++++++++++++++++++++++

@Eun Hee’s House

“Kau memang tidak mengingat apapun?” Eun Hee mendekatkan wajahnya pada Ah Ra.

Ah Ra memegang kepalanya, berusaha mengingat kembali siapa dirinya. Terlihat raut kesakitan di wajahnya. Namun, ia terus memegang kepalanya dengan keras.

“Sudahlah~ Kau tidak usah memaksakan! Aku tidak akan bertanya lagi padamu~ Mulai sekarang namamu adalah…Ehm…Byung Cha~ Go Byung Cha” Eun Hee memukul pundak Ah Ra.
“Go Byung Cha?”
++++++++++++++++++++++++++

“Untuk part berikutnya~ Perubahan nama, Shim Ah Ra menjadi Go Byung Cha”

@Seminggu kemudian.

“Hyung~!!!!!!” Sang Hyun berteriak didepan Jung Ki dan Min Ho.
“WAEYO?! Aisssssssssshhhh~ Kenapa kau berteriak!” Min Ho memasukkan jari telunjuknya kedalam lubang telinga sambil mengucek-nguceknya.
“Hyung~Aku tidak sanggup lagi mengerjakan semua pekerjaan rumah! Aku juga butuh istirahat! Aku mengalah dan melakukan semua itu karna aku yang paling kecil! Tapi kali ini, aku tidak sanggup lagi! Kalian berdua harus mencari seorang ahjumma!” Sang Hyun mengeluarkan unek-uneknya dan meninggalkan kedua hyungnya itu.

“Hyung~Apa yang harus kita lakukan?” Min Ho mengarahkan pandangannya pada Jung Ki.

Jung Ki hanya mengangkat bahunya sambil memandang pada Yesung dan melanjutkan bacaannya.

“Mian…mianhe…Aku lupa mencarikan seorang ahjumma untuk kalian! Besok aku jamin kalian tidak akan melakukan pekerjaan rumah lagi.” Kata Yesung menengahi.

++++++++++++++++++++++

@Eun Hee’s house

“Byung Cha~ Mulai besok kau harus bekerja! Aku ada tugas mendadak ke Pusan, mungkin sekitar 3 bulanan. Karna aku tidak mungkin membawamu ikut. Jadi, hari ini akan ku carikan pekerjaan sementara untukmu.” Eun Hee menjelaskan.
“Ne~Gomapseumnida eonnie…Bisa tinggal bersamamu saja, aku sudah sangat senang! Setelah aku mendapatkan pekerjaan, kau tidak perlu lagi membawaku tinggal bersamamu. Aku tidak akan menyusahkanmu lagi. Gomawo~” kata Byung Cha sambil tersenyum.
“Kau jangan seperti itu. Kau tidak usah sungkan. Kau sudah kuanggap sebagai saudara perempuanku sendiri!” Eun Hee memeluk Byung Cha erat.
“Gomawo eonnie~” Byung Cha membalas pelukan Eun Hee.

+++++++++++++++++++++++++
Sore harinya, Eun Hee buru-buru pulang kerumah.

“Byung Cha~a! Aku sudah menemukan pekerjaan yang cocok untukmu.” Eun Hee memasuki rumah dengan terburu-buru.
“Jincha?”
“Tadi aku bertemu dengan teman SMA ku Kim Yesung, dia membutuhkan seorang ahjumma dirumahnya. Aku tau kau orang yang sangat rajin, walaupun tidak pandai memasak. Tapi aku yakin, kau bisa mengerjakan pekerjaan itu! Bagaimana?”
“Ahjumma?”
“Ne~ Kenapa? Kau tidak mau? Hanya pekerjaan itu yang bisa kucarikan untukmu. Kau tidak memiliki ijazah, pengalaman kerjamu juga aku tidak tau.”
“Bukan begitu eonnie~ Aku tidak keberatan, sama sekali tidak! Gomawo eonnie.”
“Semua sudah beres! Besok pagi sambil berangkat kerja, kau akan ku antarkan kekantornya.” Kata Eun Hee bersemangat.

++++++++++++++++++++++++++++++

Keesokan harinya Eun Hee mengantar Byung Cha ke kantor Yesung.

“Yesung sshi, ini ahjumma yang aku ceritakan padamu itu!”

Yesung melihat Byung Cha dari atas sampai bawah. Celana trening, baju kaus+hoodie, rambut dikuncir kebelakang, dengan sepatu olahraga.

“Kau mencarikanku seorang pelatih senam?” kata Yesung sambil menatap Byung Cha aneh.
“Aissssssshhhhhhh~ Kau bisa mengubah gayanya jika kau mau! Aku harus pergi sekarang. Byung Cha~ Jaga dirimu.” Eun Hee memeluk Byung Cha.
“Ne~ Kau juga Eonnie~”
“Sampai jumpa semuanya.” Eun Hee meninggalkan Yesung dan Byung Cha.

Selang beberapa menit kemudian.

“Kau…? Siapa namamu tadi?” Kata Yesung sambil meningat-ingat nama wanita yang berdiri didepannya.
“Byung Cha~ Go Byung Cha..”
“Ne~ Go Byung Cha…Ikut aku! Kita akan segera kerumah tempatmu bekerja.”

Yesung membawa Byung Cha kerumah Jung Ki, Min Ho dan Sang Hyun. Saat itu, mereka bertiga sedang berada diluar rumah, untuk mempersiapkan konser perdana mereka yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi.

“Baiklah~ Ini rumahnya! Kuserahkan rumah ini padamu~ Aku pergi dulu. Semua keperluan sudahku catat disini.” Ye Sung memberikan sebuah notes pada Byung Cha dan meninggalkannya seorang diri.

+++++++++++++++++++++++++++++++

Byung Cha memulai pekerjaannya.

“Haufffff~” Byung Cha menghapus keringatnya dan tersenyum puas.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki membuka pintu rumah.

“Apakah ahjumma itu sudah datang?” kata Sang Hyun sambil membuka pintu rumah.
“Annyeonghassimnikka~” Byung Cha yang sudah menunggu di depan pintu mengucapkan salam dan membungkukkan badannya pada tuan rumah.
“Aisssssssshhhhh~ Kau membuatku kaget!” Sang Hyun memegang dadanya.
“Annyeong~” sapa Byung Cha pada Min Ho yang hanya diam saja.

Min Ho hanya tersenyum kecil dan beranjak menuju kamarnya. Sang Hyun mengikutinya.

Jung Ki yang masih berada diluar, beranjak memasuki rumah.

“Hyunnie~ Bantu aku!” Teriak Jung Ki dari arah luar.
“Annyeonghaseo~” sapa Byung Cha pada Jung Ki yang mengangkat beberapa kardus ditangannya.
“NEO~!” Jung Ki terperangah, dan menjatuhkan kardus-kardus bawaannya.

Byung Cha bergegas membereskan kardus-kardus yang berjatuhan itu.

“APA MAUMU? KAU? Kenapa kau bisa sampai disini?! Bukankah kau bilang tidak akan menggangguku lagi?” Jung Ki merendahkan nada bicaranya.
“Mwo? Aku? Apa anda mengenalku?”

Jung Ki memandang Byung Cha heran dan menatapnya dalam. Byung Cha terlihat seperti tidak pernah mengenalnya.

“Nuguseyo? Namamu?” kata Jung Ki berbisik.
“Annyeonghaseo~ Joneun Go Byung Cha imnida.” Jawab Byung Cha sambil menundukkan badannya kembali.
“Go Byung Cha? Aiisssssshhhhh~”
“Kenapa bisa seperti ini? Setauku dia tidak memiliki saudara kembar~Aiiiissssshhh…Kenapa kau selalu mengacaukan hidupku!” kata Jung Ki pelan sambil meninggalkan Byung Cha.

+++++++++++++++++++++++++++++

“Hyung~ Hari ini kita tidak usah makan diluar! Suruh saja ahjumma itu masak, percuma saja kita menggajinya.” Sang Hyun tersenyum senang.
“Terserah padamu~” Jung Ki menyesap kopinya dan kembali membaca koran.

“Ahjumma~” Sang Hyun memanggil Byung Cha.
“Ne~” Byung Cha bergegas.
“Buatkan makan malam untuk kami. Aku ingin makan ikan bakar malam ini. Cepat! Buatkan untukku.”
“E…e…Mianhamnida~ Aku tidak bisa masak ikan bakar.” Jawab Byung Cha sambil menundukkan wajahnya.
“Ya sudah, kalau begitu sop ikan saja.”
“Itu, anu..e…e..Aku juga tidak bisa masak.”
“Mwo?! Jadi kau bisa bikin apa?”
“Aku hanya bisa membuat…”

“Sudahlah… Kita makan diluar saja!” Jung Ki menengahi, dan meninggalkan meja makan.
“Aiissssshhhhhhh~!” Sang Hyun mendengus di telinga Byung Cha.

Min Ho menepuk kecil bahu Byung Cha. Byung Cha hanya menundukkan wajahnya. Selang beberapa menit, setelah kepergian Jung Ki dan kawan-kawan, Byung Cha memasuki dapur dan membuka buku resep makanan yang diberikan Eun Hee padanya.

“Aku harus bisa!” Byung Cha membaca buku tersebut sambil meracik bahan-bahan masakannya.
“Hauuuuuftt~! Kau harus bisa Go Byung Cha~ Jangan terlihat bodoh dihadapan mereka!” Byung Cha menyemangati dirinya.

++++++++++++++++++++++++++++

22.00
Jung Ki dan kawan-kawannya pulang makan malam.

“Hyung~ Aku kenyang sekali! Aku mau langsung kekamar.” Sang Hyun meninggalkan Jung Ki dan Min Ho.
“Dasar anak itu~” Min Ho berjalan menuju toilet.

Jung Ki melihat Byung Cha yang tertidur di meja dapur.

“Gadis ini… Kenapa begitu mirip dengan wanita gila itu? Aisssssshhhh~” Jung Ki membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol air mineral sambil memandang Byung Cha heran.
“Hyung~” Min Ho memanggil dan pandangannya mencari keberadaan Jung Ki.

Jung Ki gelagapan dan bersembunyi di belakang pintu.

“Ahjumma ini~” Min Ho tersenyum melihat beberapa masakan yang tertata rapi diatas meja sambil tersenyum memandang Byung Cha yang sedang tertidur.

Min Ho mendekati Byung Cha dan mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya kekamar.

“Mwo?! Mwo?! Apa yang dilakukannya?” dari balik pintu Jung Ki berkata dalam hati sambil terperangah dan menutup mulutnya.

“Hyung~! Apa yang kau lakukan?” Sang Hyun mengangetkan.
“Aku hanya membawanya kekamar. Kasihan dia tidur didapur~ Kamar untuk ahjumma ini dimana? Min Ho menjelaskan.
“Itu~” Sang Hyun menunjuk kamar yang terletak disebelah kamar Jung Ki dan memandang Min Ho heran.

Setelah menyaksikan adegan tadi, Jung Ki memasuki kamarnya.

“Kenapa ia harus menggendongnya? Aiiiiissssssshh~ Kenapa aku? Tidak suka? Mau dia itu ahjumma atau wanita gila itu! Terserah~ Aku tidak peduli! Aisssssssssssh~ Jung Ki~a! Kenapa kau jadi seperti ini?!Haaaaaahhh” Jung Ki mengacak-acak rambutnya

++++++++++++++++++++++++++++

@Keesokan paginya.

Min Ho dan Sang Hyun keluar dari kamar mereka sambil mendekati meja makan.

“Annyeonghaseo~ Silahkan makan…” Byung Cha membungkukkan badannya menyambut kedatangan Min Ho dan Sang Hyun.
“Heh~ Nasi? Apa kau yang masak semua ini?” Sang Hyun mengangkat bibir atas bagian kanannya.
“Sudahlah! Makan saja~” Min Ho membuka kursi makannya.
“Ehm…Hyunnie~Jung Ki hyung mana?” mata Min Ho tertuju pada kursi yang berada ditengah meja.
“Mwo?!” Sang Hyun menghentikan makannya sambil melirik kearah kursi Jung Ki dan mengangkat bahunya.
“Ahjumma~ Aku bisa minta tolong padamu?” Min Ho menatap lembut Byung Cha dengan senyuman mautnya.
“Ne~” Byung Cha gelagapan dan segera menuju kamar Jung Ki.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Aissssshhhh~Anio~anio~Byung Cha! Kau tidak boleh seperti ini!” Byung Cha memukul-mukul kepalanya.
“Annyeonghaseo~” Byung Cha mengetuk pintu kamar Jung Ki.

Tak ada suara. Byung Cha memutar sedikit bredel pintu dan pintu kamar pun terbuka.

“Tidak dikunci~ Annyeonghaseo!” Byung Cha mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang besar itu.
“Wuuuuuaaaaaaaaaa~! Apa yang kau lakukan disini?!” Jung Ki menutup badannya dengan kaus biru yang akan dipakainya.
“Mianhe~ Aku hanya ingin bilang, kalau sarapan sudah siap! Permisi~” Byung Cha menutup matanya dan dengan langkah cepat meninggalkan ruangan itu.
“AIIIIIIIIIISSSSSSSSSSH~ Dasar wanita sembrono!”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jung Ki pun keluar dari kamarnya.

“Hyung~ Sarapan dulu!” Sang Hyun berteriak pada Jung Ki yang berjalan menuju pintu keluar.

Jung Ki hanya memandang sekilas pada Byung Cha dengan pandangan tidak enaknya, dan lalu begitu saja. Min Ho pun mengikuti Jung Ki keluar rumah.

“Hyung~ Tunggu aku!” Sang Hyun meminum susunya dan berlari mengejar Jung Ki dan Minho.

“Aissssssshhhhhhh~ Dasar! Pria-pria aneh! Yang satu suka membentak-bentak, satunya lagi bersikap baik dengan tingkah aneh, yang satunya lagi sangat aneh!” Aissssssssshhhhh~ Eonnie! Cepatlah pulang!”

Tiba-tiba telpon berdering.

“Yeoboseyo~ MWO?!” Byung Cha menjatuhkan telpon dari genggamannya.
“Eonnie~Hah…Hah…Hah…” Ia terduduk lemas dilantai, air matanya tertahan.
“Ahjumma~ahjumma~ Ahjumma! Ada apa denganmu?” Sang Hyun mendekati Byung Cha yang terduduk dengan badannya yang bergetar kuat sekali.
“Hua…hu..huh…huh..Haahhh~ Eonnie!” Tangisan Byung Cha mulai pecah.

+++++++++++++++++++++++++++++++++

“Mianhamnida~ Aku baru memberitahumu! Eun Hee berpesan padaku untuk tidak memberitahukanmu mengenai penyakit yang dideritanya. Dia tidak punya keluarga lagi selain dirimu, makanya aku langsung menghubungimu!” Ye Sung menepuk pundak Byung Cha yang sedang berdiri di makam Eun Hee.
“Ne~” Air matanya kembali menetes.

Ye Sung beserta pelayat lainnya satu-persatu bergerak meninggalkan makam.

“Eonnie~ Sekarang aku benar-benar sebatang kara!” Byung Cha mencium nisan Eun Hee dan air matanya terus mengalir dari pelupuk matanya.
“Kau harus sabar!” Min Ho memapah Byung Cha berdiri dan membawanya pergi.

Jung Ki yang berada 1 meter dari mereka, terus memperhatikan sikap Min Ho kepada ahjumma mereka itu.

“Hyung~ Kasian sekali dia!” Sang Hyun memandang Byung Cha dari kejauhan.

Jung Ki tak mengucapkan sepatah katapun, ia berjalan meninggalkan Sang Hyun.

+++++++++++++++++++++++++++

Sesampainya dirumah.

“Ahjumma~ Kau jangan berharap kami akan memperlakukanmu dengan khusus karna kejadian ini ya! Tugasmu tetap harus kau kerjakan! Jika kerjamu tidak sesuai denganku! Maka aku tidak segan-segan untuk memecatmu!” Jung Ki berteriak keras di muka Byung Cha sambil beranjak meninggalkannya.
“Ne~” Byung Cha menundukkan badannya.

Min Ho yang melihat kejadian itu, hanya tersenyum melihat wajah polos Byung Cha yang ketakutan.

“Ahjumma~ Aku turut berduka cita! Kau harus bersabar! Hwaiting~” Sang Hyun memberi semangat pada Byung Cha.

Byung Cha menatap dalam Sang Hyun dengan matanya yang berkaca-kaca. Dag dig dug… Suara jantung Sang Hyun mulai berantakan.

“Aissssssssshhhh~ Kau jangan memandangku seperti itu! Aissssssshhhhhh~” Sang Hyun mengacak-acak rambutnya dan pergi meninggalkan Byung Cha.

Byung Cha yang melihat tingkah Sang Hyun hanya memandangnya heran.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Anak-anak~ 4 hari lagi konser perdana kalian! Aku ingin kalian menampilkan yang terbaik!” Ye Sung tersenyum gembira.

“Ne~” Jung Ki, Min Ho, Sang Hyun meninggalkan Ye Sung sendiri.

“Ahjumma~ Kau lihat itu? Aisssssshhh~ Sepertinya hanya aku yang bersemangat! Hahahahahah…” Ye Sung menelan segelas air di hadapannya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Keesokan harinya, T.H NAMJA, Jung Ki, Min Ho, dan Sang Hyun pagi-pagi sekali berangkat kerja. Hari ini mereka akan berlatih untuk konser pertama mereka.

“Aissssssssssssshhhh~ Aku terlambat!” Byung Cha melihat jam beker di samping tempat tidurnya.

“Kemana semua orang dirumah ini?” Byung Cha melihat rumah kosong dan matanya menemukan sebuah note di atas meja makan.

Ahjumma pemalas! Hari ini kami berangkat pagi, kau tidak perlu masak pagi ini!

Song Jung Ki😛

“Aissssssshhhhh~ Dasar pria ini! Tidak pernah bersikap baik padaku!” Byung Cha memonyongkan mulutnya.

Setelah masak untuk makan malam, ia mulai membersihkan seluruh ruangan dirumah itu. Tak terasa hari sudah beranjak sore.

“Apakah aku harus masuk kedalam? Pria kasar itu pasti akan marah jika kamarnya tersentuh sedikit saja.” Byung Cha ragu-ragu untuk memasuki kamar Jung Ki.

Sreeeeeeeeetttttttttttt……….. Suara pintu kamar Jung Ki terbuka.

“Aissssssshhhhhhhh~” Byung terkejut melihat foto besar yang terpajang di dinding tengah kamar tersebut.
“Huh…Huh…Dia memang sangat tampan! Ani~ Anio~ Byung Cha! Kau tidak boleh menyukai pria kasar seperti dia! Huh…Huh…” Byung Cha mulai mengepel lantai kamar tanpa melihat foto besar tadi.
“Apa ini? Shim Ah Ra? Seperti pernah mendengarnya! Aissssshhhhhh~ Kepalaku!” Kepala Byung Cha terasa berputar-putar saat melihat sebuah diary yang ia temukan dibawah meja kerja Jung Ki.

Semakin lama rasa sakit kepalanya semakin terasa. Lalu~ BRUK………Sebuah lemari buku terjatuh dan hampir menghimpit badannya.

“Kau tidak apa-apa?” Min Ho menangkap lemari tersebut, dan dengan cepat ia membawa tubuh Byung Cha menjauhi lemari itu.

“AIIIIIIIIIIIISSSSSSSSSHHHHHH~WANITA INI! APA KAU INGIN MENGHANCURKAN KAMARKU!” Jung Ki berteriak keras di depan Byung Cha.
“Mianhe~” Byung Cha berusaha menundukkan badan walaupun kepalanya terasa sangat sakit.
“Kkajja~” Min Ho memapah Byung Cha keluar kamar dan meninggalkan Jung Ki begitu saja.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jung Ki keluar dari kamarnya dengan wajah merah padam.

“Ahjumma~ HARI INI KAU DIPECAT! Aku akan memberitahukan hal ini pada menejer, kalian tidak usah banyak bicara!” Jung Ki meninggalkan rumah dan membanting pintu.
“Hyung~ Apakah Jung Ki hyung sangat marah?” Sang Hyun memandang Jung Ki yang terlihat sangat marah.
“Dia memang selalu begitu!” Min Ho berkata pelan.
“Miahaeyo~ Semua ini memang salahku! Mianhamnida!” Byung Cha bangkit dari duduknya dan membungkukkan badannya pada Min Ho dan Sang Hyun.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Yesung dan Jung Ki kembali kerumah.

“Jung Ki~a! Kau bisa pikirkan dulu kata-katamu tadi! Jung Ki~a! Jung Ki~a!” Ye Sung memanggil-manggil Jung Ki yang menuju kamarnya.
“Ahjussi~ Aku akan pergi!” Byung Cha membawa kopernya dan berpamitan pada Ye Sung .
“Aissssssshhhh~ Kau ini! Kenapa bisa seperti ini? Hah…Kau akan tinggal dimana?” Ye Sung mengacak-acak rambutnya.
“Ini semua memang kesalahanku! Aku akan berusaha untuk hidupku sendiri. Terimakasih karna telah mengizinkanku untuk tinggal disini.” Byung Cha membungkukkan badannya lagi dan pergi meninggalkan Ye Sung.

@Luar Rumah.

“Ahjumma~Kau benar-benar akan pergi? Aku akan coba bicara pada Jung Ki Hyung!” Sang Hyun menatap Byung Cha sedih.
“Tidak usah~ Aku lebih baik pergi saja!” Byung Cha beranjak pergi dan membungkukkan badannya pada Min Ho yang hanya diam saja.
“Jaga dirimu! Ini~” Min Ho menberikan sebuah hp pada Byung Cha dan meninggalkan Byung Cha begitu saja.

Byung Cha hanya tersenyum pada Min Ho yang mulai tak terlihat lagi.

++++++++++++++++++++++++++++

Setelah kepergian Byung Cha, Jung Ki mulai merasa sedikit tenang. Karna ia telah dijauhkan dari bayang-bayang istrinya.

“Yeoboseyo~ Oh~ Eomma! Ne~ A…a… Ah Ra! Dia sedang bekerja!” Jung Ki mencari alasan.
“Mwo?! Kerja? Kerja apa dia? Kuliah saja belum selesai!” kata Ah Ra Eomma dari balik telepon.
“O…A…Biasalah eomma, acara ibuk-ibuk! Arisanan!” Jung Ki gelagapan.
“Ow…Ya sudah! Kalau begitu, katakan padanya kalu eomma akan pulang besok! Oh, iya jangan lupa jemput eomma di bandara ya!” Jelas eomma sambil mematikan teleponnya.
“Mwo?! Yeoboseyo~ Eomma!”
“Aiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssshhhhhhhhh~ Apa yang harusku lakukan?!” Jung Ki mengacak-acak rambutnya.

Jung Ki pun turun menemui Min Ho dan Sang Hyun yang sedang menonton televisi. Akal busuk mulai menerawangi otaknya.

“E…e…Minho sshi, apa kau tau ahjumma itu ada dimana?” Jung Ki mendekati Min Ho yang sedang mengunyah pop corn nya.

Jung Ki menjelaskan niatnya pada Min Ho dan Sang Hyun.

“Mwo?! Ahjumma itu~ Mirip dengan istri hyung?!” Sang Hyun menutup mulutnya.
“Aissssssssshhhh~ Kau ini!” Jung Ki memukul kepala Sang Hyun.
“Tapi hyung~ Hanya untuk sementara! Dengan syarat kau tidak boleh berlaku kasar lagi padanya!” Min Ho ragu-ragu.
“Ne~ Baiklah… Baiklah… Aku akan menerima syaratmu itu!” Jung Ki menyetujui.

Min Ho mulai menghubungi hp Byung Cha. Setelah mengetahui keberadaan Byung Cha, mereka bertiga bergegas pergi.

“Hyung~ Itu! Ahjumma itu!” Sang Hyun menunjuk dari balik kaca mobil.
“Byung Cha sshi!” Min Ho memanggil dari sebrang jalannya.
“Ne~” Byung Cha melambaikan tangannya.

Tettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt……….Sebuah mobil melaju kencang kearah Byung Cha.

“Awaaaaaaaasssss~!” Jung Ki dengan spontan berlari kearah Byung Cha.
“Kalian tidak apa-apa?” Min Ho dan Sang Hyun mendekati Byung Cha dan Jung Ki yang terjatuh di tepi jalan.
“Kau tidak apa-apa?” Min Ho membantu Byung Cha berdiri.
“Ne~ Gwenchana.” Byung Cha melihat Jung Ki yang berjalan menuju mobil.
“Hyung~ Kau tidak apa-apa?” Sang Hyun mengikuti Jung Ki.

++++++++++++++++++++++++++++++++++
Sesampainya dirumah, Jung Ki menjelaskan maksud ia membawa Byung Cha kembali kerumah.

“Neo!” Jung Ki menunjuk Byung Cha.
“Ne~” Byung Cha terkejut.
“Lakukan sesuai instruksi ku tadi.”
“Hajiman… “ Byung Cha sedikit ragu-ragu.
“Tidak ada tapi tapi! Kau lakukan sesuai perintahku! Aku akan membayar 10 kali lipat dari gajimu!” Jung Ki meninggalkan Byung Cha.
“Aisssssssssshhhh~” Byung Cha mengusap-usap keningnya.
“Ahjumma~ Kau berusahalah! Hwaiting~” Sang Hyun menyemangati Byung Cha.

Sementara itu, Min Ho mengikuti Jung Ki kekamarnya.

“Hyung~! Apa tidak ada cara lain? Kau hanya akan menyakitinya!” Min Ho datang tiba-tiba.
“Sudahlah! Kau tidak usah khawatir, eomma tidak akan mengetahuinya.”
“Hyung~ Aku tau dia memang sangat mirip dengan istrimu itu! Tapi, apa kau benar-benar tidak bisa menghubungi istrimu?” Min Ho berusaha menjelaskan.
“Heh~ Waeyo? Ada apa denganmu Choi Min Ho? Apa kau menyukainya?” Jung Ki menyipitkan matanya.
“Mwo?! Aisssssssshhhh~” Min Ho gelagapan dan meninggalkan Jung Ki begitu saja.

++++++++++++++++++++++++++++++++++

@Bandara.

“Eomma~!” Jung Ki memanggil-manggil mertuanya yang sedang mengedarkan pandangannya mencari anak perempuan dan menantunya itu.
“Ah Ra~Jung Ki~!” eomma melambaikan tangan.
“Ah Ra~ Eomma rindu sekali!” Eomma memeluk Byung Cha erat.
“Ne~Ne eomma! Aku juga~” Byung Cha membalas pelukan.
“Ya sudah~ Kita langsung pulang saja! Kkajja~!” ajak Jung Ki.

Sesampainya dirumah, tampak keheranan dari raut wajah eomma.

“Jung Ki~a! Kenapa kita kemari? Kalian berdua sudah pindah?”
“Ne~ Eomma! Karna pekerjaanku, kami berdua harus pindah kerumah ini. Tenang eomma~ Kau tidak usah khawatir, ini hanya untuk sementara. Dirumah ada 2 orang temanku, aku harap eomma bisa memakluminya.”
“Ne… I Hope~”

“Annyeonghaseo~” sapa Sang Hyun dan Min Ho secara bersamaan sambil membungkukkan badan mereka.
“Annyeonghaseo~” jawab eomma sembari tersenyum pada keduanya.
“Dimana kamar kalian?” Tanya eomma pada Jung Ki dan Byung Cha.
“Disana!”
Jung Ki menunjuk kamar sebelah kanan, sedangkan Byung Cha menunjuk yang disebelah kirinya.

“Mwo?”
“Maksudnya yang ini eomma~!” Jung Ki mengarahkan telunjuk Byung Cha kearah kamar tidurnya.
“Ne~ Yang ini!” Byung Cha gelagapan.
“Kamar untuk eomma yang mana?” Tanya eomma lagi.
“Yang ini~!” jawab Jung Ki sambil menunjuk kamar yang dipakai Byung Cha biasanya.
“Ya sudah~ Eomma istirahat dulu! Kalian berdua juga harus istirahat~ Sudah malam…”
“Ne~ Eomma!”
“Ayo masuk~!” kata eomma sambil menunjuk kamar mereka.

++++++++++++++++++++++++++++++++++

@Jung Ki’s Room

“Aiiiiiiisssssssshhhhhh~ Apa yang harusku lakukan?” Jung Ki mengacak-acak rambutnya dan duduk di atas tempat tidur.
“Mollaso~” jawab Byung Cha yang muak melihat tingkah Jung Ki.
“Neo~! Aiiiiiisssssssshhhhhh~” Jung Ki menunjuk wajah Byung Cha dengan tatapan marahnya.
“Apa yang bisa kita lakukan? Kau yang membuat semua ini terjadi!” kata Byung Cha geram.
“Aiiissssshhhhhh~ Ya sudah! Kau tidur diluar!” kata Jung Ki enteng.
“Mwo? Naega? Kau tega sekali pada wanita!” Byung Cha menyipitkan matanya.

“Baiklah~ Kita akan tidur satu kamar~!” kata Jung Ki menggoda.
“Mwo?! Aku tidak mau!”
“Kalau kau tidak mau silahkan keluar~!”
“Baik~! Aku yang akan keluar!” Byung Cha membawa selimutnya dan keluar dengan kesal.

++++++++++++++++++++++++++++++++++
@Ruang TV

“Aissssshhhh~ Pria itu! Mengesalkan!” Byung Cha menutup mukanya dengan selimut.

Min Ho mendekati Byung Cha yang akan tidur di sofa.

“Byung Cha sshi? Kau tidur disini?”
“Oh…Iya! Pria itu tidak mau mengalah denganku~!” Byung memonyongkan mulutnya.
“Hahah… Ya sudah, kau tidur dikamarku saja! Biar aku yang tidur disini!”
“Oh…Andwae~! Aku tidak apa-apa disini! Lebih baik kau masuk saja. Ga enak kalau eomma liat!”
“Huh…Baiklah~! Jaga dirimu…” Min Ho meninggalkan Byung Cha.

Byung Cha hanya tersenyum kecil pada Min Ho.

“Ah Ra~a! Kenapa kau tidur disini?” kata eomma tiba-tiba.
“Oh…Eomma~! Aku kira siapa.”
“E…anu…Chogi..E…itu…Dikamar panas sekali~! Aku tidak bisa tidur.”
“Kau tidak boleh tidur diluar. Nanti masuk angin, kau kan bisa menghidupkan AC dikamar! Ayo cepat masuk!”
“E…Ne eomma~!” dengan wajah pasrah Byung Cha membawa bantal dan selimutnya kembali kekamar Jung Ki.

Ia melihat Jung Ki sudah tertidur pulas dengan posisi mengahbiskan seluruh tempat tidur.

“Aiiiisssssshhhh~ Pria ini! Tidur saja begini… Pantas saja bangunnya seperti itu!” Byung Cha menyipitkan matanya memandang Jung Ki.
“Huh…Aku tidur disini saja~” Byung Cha mengembangkan alas tidurnya disamping meja kerja Jung Ki.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Keesokan paginya.

“Kau~! Bangun…” Jung Ki membangunkan Byung Cha dengan kakinya.
“Ah……..” Byung Cha merenggangkan otot-ototnya.

Jung Ki menatap Byung Cha tak berkedip.

“Aissssssshhhhhh~ Kau ini! Tak bisa melihatku senang sedikit!” Byung Cha beranjak menuju kamar mandi.
“Andwae~ Anio~ anio!” Jung Ki berusaha menyadarkan dirinya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

@ Ruang makan.

“Ayo kemari~ Sarapan dulu!” Eomma menyuruh semua penghuni rumah makan bersama.
“Oh… Eomma tidak usah repot begini~ Biar aku saja yang mempersiapkannya.” Byung Cha segera mendekati eomma yang sedang menggoreng telur.
“Neo?! Kau kan tidak bisa apa-apa anakku! Hahahaha…Kau pandai sekali bercanda!” kata eomma menyindir.
“Benar! Kau kan tidak bisa apa-apa!” Jung Ki menambahkan.
“Aissssssssssshhhhhh~” Byung Cha merapatkan giginya memandang Jung Ki yang duduk di kursi makan.

Sang Hyun yang baru datang, langsung bertanya menggoda pada ahjumma mereka itu.

“Ahjumma~ E…o…Ah Ra sshi! Bagaimana tidurmu?”
“Neo!” Byung Cha menunjuk Sang Hyun sambil mengeluarkan kata-kata yang sulit di dengar.

Min Ho yang melihat tingkah mereka hanya tersenyum kecil sambil menutup mulutnya.

“Apa?!” Byung Cha berbisik sambil membelalakkan matanya pada Min Ho.

Min Ho terperangah melihat tingkah Byung Cha yang berubah 180 derjat dari sejak ia datang kerumah mereka.

“Ayo makan~!” Eomma membuka sumpitnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++

Hari ini adalah konser pertama grup band yang dinaungi oleh Jung Ki, Min Ho, dan Sang Hyun itu.

“Ah Ra sshi~ Kau ikut ya?” Sang Hyun memegang kedua tangan Byung Cha.
“Mwo?!” Byung Cha membelalakkan matanya melihat genggaman tangan Sang Hyun.
“Aissssssshhhhhhhhh~ Kau ini!” Jung Ki membelalakkan matanya pada Sang Hyun dan memandang pada eomma.
“Kau ikut saja! Paling tidak kau berikan semangat pada suamimu itu.” Kata eomma menengahi.
“Ne eomma.” Byung Cha menyetujui sambil tersenyum tidak enak pada Jung Ki.

“Kalau begitu eomma ikut juga!” Jung Ki menyarankan.
“Tidak usah! Eomma hari ini ingin bertemu dengan teman lama.

Mereka berempat pergi bersama. Byung Cha duduk didepan bersama Min Ho yang menyetir mobil.

“Aisssssssssshh~ Wanita ini!” Jung Ki menyipitkan matanya dan berkata-kata yang sulit di dengar memandang Byung Cha dan Min Ho dari kaca mobil.
“Apa hyung?” Sang Hyun memandang kearah Jung Ki.
“Gwenchanayo.”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Konser dimulai beberapa menit lagi. Byung Cha mengambil tempat paling depan.

“Kau tetap disini~” Min Ho memegang sebuah kursi dan mempersilahkan Byung Cha duduk.
“Ne~ Gomawoyo.”

MC mengambil tempat, beberapa menit menyapa penonton.

“T.H NAMJA~!”

Intro lagu yang dimainkan Jung Ki menjadi pembukaan konser perdana mereka.
“One two three…Yeaaaaaahhhh~!” Sang Hyun memukul drumnya.

Min Ho dengan bass nya mulai bernyanyi.

saranghandago soksagideon dagamhan geu mal
eoreumcheoreom chagawojyeo gago
mollatdeon saramdeulboda deo janinhagedo
naui jeonbu jitbarpgo tteonaga
niga jun sarangira ibyeoldo niga jumyeon
nan geujeo apahamyeon doegenni
geu ttaen nareul doraboneungeoya
ppitturheojin sesang soge
gamyeon soge gariwojin
neoui chagaun siseoneul pihae
neoui naengso soge pieonan jeo geomeun kkotteureul bwabwa
hayakeman boyeojudeon geojitdwaetdeon neoui sarangeul.

Min Ho tersenyum manis sekali membawakan lagu mereka. Pandangannya tak lepas dari wanita yang berdiri tepat di depannya itu. Byung Cha yang melihat tingkah Min Ho, hanya menundukkan wajahnya menahan malu karna semua penonton memandangnya tidak senang.
“Aissssshhhhh~ gadis ini! Siapa dia?” salah seorang penonton berkomentar.”
“Apakah dia yeoja chingu nya oppa?”
“Anio~ jeoseonghamnida!” Byung Cha meninggalkan tempat penonton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s