#FF One Shoot# ‘Wait For You’ ((Special Lee Ki Gwang a.k.a AJ))

Title : “ Wait For You ”
Genres : Romance
Author : Cha_Nichbum

Main Casts : Lee Ki Gwang
Go Byung Cha

Setiap kupandangi langit biru yang menutupi pandanganku, ingin kuhapuskan wajahmu dari hidupku.

Selamanya.
Hingga mataku tak mampu lagi menatapmu.
Namun, hatiku tak pernah mengiyakan permintaan jiwaku.
Kau…
Yang pernah mengisi hidupku, tak pernah ingin ku hapuskan air mata yang membasahi pipimu.
Hitungan hari, yang kutunggu di balik sisi kamar yang tersembunyi dari keramaian. Tak mampu ku tahan bulir-bulir air dipelupuk mataku yang selama ini kubendung untukmu.
Akan kutunggu dirimu hingga kau datang menatap tubuhku yang dingin.
Seorang diri menunggu hari itu.

Ki Kwang duduk disudut kamar kosong seorang diri, tangannya tak berhenti menulis kalimat-kalimat yang selama ini terpendam jauh dalam lubuk hatinya.

Bulir-bulir air mata yang selama ini terkunci dibalik pelupuk matanya, selalu terbendung kuat. Tak pernah terbayangkan olehnya hari itu semakin dekat. Selembar foto masa lalu masih terselip di dalam diary biru miliknya.

Ia mulai merebahkan dirinya, menatap dalam foto yang tergenggam erat di tangannya. Sembari menutup mata dan tersenyum manis sekali.
Apa wujud perasaanku ini?
Wujud perasaanku padamu…
Ingin selalu kubuka mataku, hingga kau datang menatapku lembut dengan senyumanmu.
Tak kan pernah kuteteskan air mata ini, hingga kau datang padaku.

=========================
Dari balik jendela pesawat, Byung Cha menatap gumpalan awan putih bersih. Pandangan matanya menyiratkan sesuatu yang terpendam dalam hatinya.

“Masihkah kau menugguku?” Byung Cha berkata lembut sambil tersenyum kecil menatap awan.

Hamparan pantai Jumunjin, menyiratkan seseorang yang pernah mengisi hidupnya. Ia hanya tersenyum kecil sembari menyusuri pantai.

“WWWUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~huh…huh…huh…hhhhhhhhhhhhaaaaaaaahhhhhhhhhh~”

===========================
Ki Gwang meletakkan diary nya diatas meja kayu yang terletak disebelah tempat tidur miliknya. Ia mulai merasakan tubuhnya lemah, seperti beban berat memukul kepalanya. Rasa sakit tak tertahankan. Ia mulai mengusap hidungnya, cairan merah mengalir bagai air dari hidungnya. Ia terus berusaha menghapusnya. Desahan napas kesakitan mulai keluar dari mulutnya. Bibirnya terkatup rapat menahan rasa sakit yang menghilangkan sedikit kesadarannya. Kepalan tangannya mulai mengepal dengan kuat. Tangan kanannya menangkap cepat meja kayu disebelahnya, sebuah kotak kecil berisi beberapa butir obat terjangkau olehnya. Dengan sedikit tenaga yang ia miliki, ia berusaha membuka kotak itu dan mengambil satu isinya.

Aku akan terus membuka mataku, hingga kau datang dan menatapku!

=======================
Byung Cha mulai menyusuri jalan setapak desa. Ia berjalan lambat sambil memperhatikan sekeliling tempat yang ia lalui. Ia terhenti disebuah tempat yang membuat air matanya kembali menetes.

<<=<<=<<= FLASH BACK

Ki Gwang:

Kau adalah aku…
Hidupku adalah hidupmu…
Jangan pernah berpikir jika tubuh kita jauh, kau akan terpisah dariku…
Kau adalah adikku…
Kau akan tetap menjadi adikku…
Walau kita lahir dari rahim yang berbeda…
Ayah barumu, pasti akan membahagiakan kau dan ibu.
Ingatlah, kita pernah menjadi sebuah keluarga….
Kau, aku, ayahku dan ibumu…
Tapi saat ini, tuhan lebih memberimu kebahagiaan dari pada aku.
Ayah baru yang akan selalu menjagamu.

Byung Cha:

Oppa~
Kau harus ikut bersamaku…
Aku ingin kita tinggal bersama seperti dulu…
Aku tidak pernah menganggapmu sebagai saudara tiriku..
Kau selamanya akan menjadi oppaku…
Oppa yang selalu menjagaku…
Aku tidak butuh ayah baru itu…
Ia hanyalah kebahagiaan bagi ibuku…
Bukan untukku…

Ki Gwang:

Hapus air matamu…
Jangan pernah perlihatkan air mata itu padaku, hingga suatu saat nanti kau kembali lagi….
Aku bisa menjaga diriku sendiri…
Pergilah….

=======================
Air mata Byung Cha mengalir tak tertahankan dari pelupuk matanya.

“Aku tak bisa menepati janjiku, oppa~Aku merindukanmu!” Katanya sambil menggenggam erat mainan awan putih ditangannya.

=========================
“Ki Gwang~a! Ada apa denganmu?” seorang gadis memasuki kamar Ki Gwang dan dengan cepat ia meminta bantuan.

Byung Cha menghentikan langkahnya disebuah rumah yang tak asing lagi baginya.
Tangannya mulai mengepal ingin mengetuk pintu rumah itu. Belum sampai kepalannya ke pintu, seorang gadis lebih dulu membuka pintu.

“Annyeong~Anda mencari siapa ya?” kata gadis itu.
“Annyeong~Anda tinggal dirumah ini?” Tanya Byung Cha heran.
“Ani~ani~aku hanya menjaganya sebentar, karna pemiliknya sedang tidak ada.” Jelas gadis tadi.
“Kemana pemilik rumah ini pergi?” Tanya Byung Cha lagi.
“Ia baru saja di bawa kerumah sakit. Penyakitnya kumat lagi.” jelas gadis itu sedikit berkaca-kaca.
“Mwo? Di rumah sakit mana?” Tanya Byung Cha sedikit menaikkan nada suaranya.
“Rumah sakit Kangnam….”

Belum sempat gadis tadi melanjutkan perkataannya, Byung Cha pergi begitu saja meninggalkannya.

=====================
@Hospital

Ki Gwang menggenggam diary biru miliknya. Dokter berusaha memberi pertolongan padanya. Sedkit hentakan pada tubuhnya. Denyutan jantungnya masih terdengar, namun tubuhnya tak dapat bergerak sedikitpun. Selang oksigen yang mengeluarkan gelembung2 udara disampingnya menandakan bahwa ia masih dapat bernapas.

Byung Cha yang baru tiba di Rumah sakit, berlari menuju meja resepsionis.
“Pasien bernama Lee Ki Gwang dirawat dimananya?” Tanya Byung Cha tergesa-gesa.
“Oh…Lee Ki Gwang! Tuan Ki Gwang ada diruang UGD…” jawab resepsionis tadi.

Dengan kilat, Byung Cha berlari menuju ruang UGD, air matanya terus menetes membasahi seluruh pipi merahnya.

=======================
Dari balik kaca, Byung Cha terus menangis menatap dalam pada orang yang sedang berjuang hidup dan mati itu.

“Mianhe oppa~Aku terlambat!” kata Byung Cha sambil memegang kaca tempat ia melihat.

Ki Gwang perlahan membuka matanya, dan melihat ke tempat Byung Cha. Pandangan mereka bertemu. Isyarat mata Ki Gwang membuat Byung Cha tersenyum padanya.

“Oppa~Aku disini!” kata Byung Cha lembut.

Dokter keluar dari ruangan, dan menyuruh Byung Cha masuk.

Dengan langkah lambat Byung Cha mendekati tempat tidur Ki Gwang.

“Oppa~Aku kembali untukmu.” Byung Cha duduk di kursi yang terletak disamping tempat tidur Ki Gwang.

Ki Gwang tak mengucapkan sepatah katapun, terlihat dadanya kembang-kempis berusaha terus bernapas.Tangannya menggenggam erat tangan Byung Cha. Ia menatap Byung Cha dalam, dengan tatapan lembutnya. Rasa sakitnya mulai hilang. Dengan sedikit kekuatan yang ia miliki, ia memberikan diary biru yang di genggamnya sejak tadi pada Byung Cha. Byung Cha hanya menatap sedih diary itu. Senyuman manis terkembang manis di wajah Ki Gwang, matanya mulai tertutup. Setetes air, mengalir dari balik pelupuk matanya. Detakan jantungnya terhenti. Genggaman tangannya ke Byung Cha pun terlepas.

“Kau menangis oppa~ Jangan menangis untukku!” Byung Cha tak dapat mengeluarkan air matanya lagi. Tangannya tergenggam kuat. Hatinya menjerit di balik tubuhnya. Ia hanya menundukkan wajahnya lemah dan mencium puncak kepala pria yang sangat ia cintai itu.

“Mianhe~” kata Byung Cha pelan.

Terdengar suara rintik hujan, dibalik mendungnya awan. Tak terlihat awan putih siang itu. Seakan-akan menangisi kepergian Ki Gwang untuk selama-lamanya.

======================
Byung Cha membaringkan tubuhnya yang lelah ke tempat tidurnya, setelah ritual sedih yang ia lalui siang itu. Pemakaman Ki Gwang berjalan lancar. Ia mulai membuka lembaran-lembaran diary biru yang di berikan padanya. Halaman demi halaman membuat senyuman manis terkembang di wajahnya. Halaman terakhir terbuka olehnya.

Apa wujud perasaanku ini?
Wujud perasaanku padamu…
Ingin selalu kubuka mataku, hingga kau datang menatapku lembut dengan senyumanmu.
Tak kan pernah kuteteskan air mata ini, hingga kau datang padaku.
Karna aku mencintaimu…
Lebih dari sekedar seorang adik…
Nae saranghae yeongwonhi~
Go Byung Cha!^^,


Byung Cha tak mampu membendung air matanya, air matanya menetes di halaman akhir diary tersebut. Hatinya seperti teriris sakit. Ia mengusap sedikit air matanya.

“Aku tak akan menangis lagi oppa~ Tak kan pernah lagi menangis untukmu!” kata Byung Cha sembari mencium mainan awan putih di tangannya.

______THE END______

Wait For You by ‘Elliot Yamin’

I never felt nothing in the world like this before
Now I’m missing you and I’m wishing
You would come back through my door, ooh
Why did you have to go? You could’ve let me know
So now I’m all alone

Girl, you could have stayed but you wouldn’t give me a chance
With you not around it’s a little bit more than I can stand, ooh
And all my tears they keep running down my face
Why did you turn away?

So why does your pride make you run and hide
Are you that afraid of me?
But I know it’s a lie what you keep inside
This is not how you want it to be

So baby, I will wait for you
‘Cause I don?t know what else I can do
Don?t tell me I ran out of time
If it takes the rest of my life

Baby, I will wait for you
If you think I’m fine it just ain’t true
I really need you in my life
No matter what I have to do, I’ll wait for you

Been a long time since you called me
(How could you forget about me?)
You gotta be feeling crazy
How can you walk away, everything stays the same
I just can’t do it baby

What will it take to make you come back?
Girl, I told you what it is and it just ain’t like that
No, why can’t you look at me? You’re still in love with me
Don?t leave me crying

Baby, why can’t we just, just start over again?
Get it back to the way it was
If you give me a chance I can love you right
But you’re telling me it won’t be enough

So baby, I will wait for you
‘Cause I don’t know what else I can do
Don’t tell me I ran out of time
If it takes the rest of my life

Baby, I will wait for you
If you think I’m fine it just ain’t true
I really need you in my life
No matter what I have to do, I’ll wait for you

So why does your pride make you run and hide
Are you that afraid of me?
But I know it’s a lie what you’re keeping inside
That is not how you want it to be

Baby, I will wait for you
Baby, I will wait for you
If it’s the last thing I do

Baby, I will wait for you
‘Cause I don’t know what else I can do
Don’t tell me I ran out of time
If it takes the rest of my life

Baby, I will wait for you
If you think I’m fine it just ain’t true
I really need you in my life
No matter what I have to do, I’ll wait for you

I’ll be waiting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s