FF One Shoot!! #One of a Kind#

Annyeong~ Hehehehehehe…nyengir2 gaje!
*Langsung keinti aja de*
FF romance pertama w! Ntah ff romance ntah tidak!*tapi,,sepertinya mmg tdk*
Mian kalo aneh…soalnya ga berpengalaman nulis romantis2an. Wakakakakak…Puyeng mikirnya.
Jadi, baca aja la! cekidot…yyow!
Jika ada kritik dan saran mohon disampaikan.
Khamsahamnida~ ^^

Musim semi kembali, bunga-bunga mulai bermekaran, dan burung-burung kembali dengan siulnya. Binatang musim dingin mulai memasuki tempat persembunyian mereka kembali. Pagi yang begitu hangat.

“Aisssshhh!” Nichkhun yang terbangun dari tidurnya langsung menuju kamar mandi. Dengan mata yang sedikit terbuka, ia menghapuskan mukanya ke handuk yang tersangkut tepat dibelakang pintu kamar mandi. Secepat kilat ia membasuh mukanya, setelah tersadar dari mimpi. Ia berpikir, mengapa ia harus mengelap muka sebelum mencucinya.

“DONGSAENG! LAMA SEKALI DIRIMU!” Kibum berteriak dari luar.
“Aishh!” Nichkhun menjatuhkan sikat gigi yang ia pegang. “Sebentar hyung~ Aku akan segera keluar!” Nichkhun membalas teriakan Kibum.

Dalam hitungan menit, Nichkhun mulai membuka pintu kamar mandi. Kibum yang melihat pintu terbuka, langsung menyambar bredel pintu dan menutupnya.

@Bath Room
Kibum bersiul-siul mengikuti irama lagu, dengan headset terpasang di telinganya. “
Don’t you know, there’s nothing I can do, I gotta get to know you…” Kibum menghentikan nyanyiannya saat melihat handuk yang terjatuh dilantai. Seketika wajahnya berubah dan matanya menyipit melihat handuk putih dengan noda merah tersebut.

“Apa ini?” Kibum terdiam.
—————————————-

“Hyung~ Aku duluan!” Nichkhun berteriak meninggalkan Kibum kesekolah.
“Ne~” Kibum menjawab pelan.

@Hana High School
Kibum berjalan dengan tatapan kosong sambil menundukkan badannya memandang lantai.
“Kibum~a!” Donghae memanggil Kibum yang terlihat aneh pagi itu.
“Ne~” Dengan tampang polos, Kibum mencari sumber suara yang memanggilnya.
“Aisssssssssshhhh! Kibum! Ada apa denganmu? Kau terlihat sangat aneh! So weird!” Donghae memukul bahu Kibum sambil menyipitkan matanya dan menggandeng Kibum masuk kelas.
“Gwenchana!” Kibum menggelengkan kepala.
————————————

@Class II A
Nichkhun gelagapan mencari kelas barunya. Ia kebingungan, karena di tahun ajaran baru ini, ia menduduki kelas 2. Tentu saja dengan teman baru dan kelas yang baru.
“Nichkhun~a! Kau duduk bersamaku saja!” Hangeng berteriak menawari Nichkhun.
“Ne~” Nichkhun mendekati tempat duduk Hangeng.

“Byung Cha! Kita duduk disini saja.” Min Hee meletakkan tas nya di meja yang berada tepat di samping tempat duduk Nichkhun dan Hangeng.
“Ne~” Byung Cha tersenyum mengiyakan.

“Aku ingin ke……..” Wajah Byung Cha tepat didepan muka Nichkhun.
Mereka terdiam sebentar dengan tatapan kosong. Min Hee dan Hangeng hanya melancarkan pandangan aneh pada kedua teman mereka tersebut.
“Aku ingin ke toilet!” Byung Cha buru-buru pergi meninggalkan kelas.
“Kau tidak apa-apa chingu?” Hangeng mengipas-ngipaskan tangannya ke muka Nichkhun.
“Gwenchana~” Nichkhun mengerutkan dahinya dan kembali duduk.

————————————-

“Hyung~” Nichkhun berlari mendekati Kibum.
“Ne~” Kibum memandang kebelakang.
“Tunggu aku hyung~” Nichkhun memegang tangan Kibum.
Kibum mengelus rambut Nichkhun dan berjalan pulang.
“Dongsaeng! Kau tidak punya masalah kan?” Kibum menghentikan langkahnya dan menatap Nichkhun serius.
“Kau kenapa hyung? Masalah apa? Aku tidak punya masalah apapun.” Nichkhun menjawab pertanyaan hyungnya itu dengan bercanda.
“Ah! Sudahlah! Ayo kita pulang.” Kibum kembali mengacak-ngacak rambut Nichkhun.
“Ah…….Hyung!” Nichkhun berusaha melepaskan tangan Kibum.

————————————

@Home
“Hyung~ Kapan aboji dan omoni pulang? Sudah 3 bulan kita tidak bertemu mereka.” Nichkhun bertanya pada Kibum dengan tatapan sedih.
“Beberapa minggu lagi dongsaeng. Kau kan tau, aboji dan omoni pulang ke Korea 3 bulan sekali. Kita harus bersabar. Mereka bekerja di Amerika juga untuk kita. Mereka ingin kita tumbuh di Korea dan belajar disini.” Kibum menjelaskan.
“Ne~” Nichkhun meninggalkan Kibum dan pergi menuju toilet.

Kibum yang melihat dongsaengnya, hanya menggelengkan kepala..

@Kamar mandi.
Nichkhun terbatuk sambil memegang tangannya. Segumpal darah kental tertampung oleh telapak tangannya. Ia merasakan kepalanya pusing dan tubuhnya lemah.
“Puih…puih…” Nichkhun meludah ke wastafel. Ia buru-buru mencuci tangannya dan melap mulutnya dengan handuk.
“Omoni~Aboji~” Nichkhun menangis disudut bath up.

——————————————

@Hana High School
Nichkhun datang lebih awal dari biasanya, karena hari ini ia mendapat giliran membersihkan kaca kelas.
“Huh! Belum ada yang datang.” Nichkhun mengambil ember yang berada disudut pintu.
Tiba-tiba seseorang mendorong pintu tersebut dan membuat Nichkhun terkejut. Ne~ Byung Cha mendorong pintu.
Tanpa sepatah katapun Byung Cha berjalan menuju tempat duduknya. Nichkhun yang melihat Byung Cha masuk, juga tidak mengatakan apapun dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Pagi ini Byung Cha juga mendapat tugas piket kelas. Tak terdengar sedikitpun suara dalam kelas II A walaupun ada dua manusia di dalamnya. Mereka melakukan tugas piket masing-masing, Nichkhun melap kaca, dan Byung Cha menyapu lantai.

————————————
@In front of Class

“Aiiiiiissssshhhhh! Kenapa aku jadi salting begini? Ada apa denganmu Khun?” Nichkhun berkata sendiri saat mengambil air di keran depan kelas.
“ Aku tidak boleh bersikap seperti ini! Biasa saja! Santai khun! Mungkin karena kau belum mengenalnya.” Nichkhun menghembuskan napas dan mengatur jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.

———————————–

“Aiiiiiishhhhhhhh! Ada apa denganku? Hah! Kenapa aku jadi seperti ini? Huh!” Byung Cha memukul-mukul dadanya.
“Anio~Anio~Ini bukan apa-apa! Tidak ada apa-apa! Santai…santai!” Byung Cha tersenyum sambil menghembuskan udara keluar beberapa kali. Sekali-kali ia memandang keluar, memandang sekilas pada Nichkhun yang mengambil air.
“Aiiiissssssshhhh! Anio~anio~” Byung Cha menggembungkan pipinya.

Mereka berdua melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Nichkhun melap kaca pertama dari sudut belakang. Ia memandang sekilas pada Byung Cha. Namun, buru-buru ia mengalihkan pandangannya. Byung Cha yang sedari tadi menyapu, hanya memandang lantai. Tak mampu mengangkat wajahnya. Di rasakannya jantungnya semakin berdegup tak karuan.

“Aiishhh! Aku tidak menyukainya. Cuma tertarik! Anio~anio~ hanya malu! Anio~anio~ Aisssssshhhhhhh!” Byung Cha berkata dalam hati.

Tiba-tiba Nichkhun memandang lagi, dan Byung Cha pun mengangkat wajahnya. Ne! Pandangan mereka bertemu. Buru-buru mereka berdua memandang kearah lain.
“Aiissssshh! Pabo! Mengapa harus salting begini! Pasti dia tau kalau aku memandangnya. Aissssshhh!” Nichkhun turun dari kursi dan berkata pelan.

“Anio~anio~ Aku tidak suka padanya. Ingat tekadmu Byung Cha…Gapai cita-citamu dulu! Tak ada cinta sebelum menikah!” Byung Cha mengepalkan tangannya dan tersenyum aneh.

———————————-

Bel masuk berbunyi. Teeeeeeeeeeeeetttttttttttttt…………Teeeeeeeeeeeeetttttttttttttttt!
Para siswa Hana High School buru-buru memasuki kelas mereka. Begitu juga dengan kelas II A.
Pagi itu, Nichkhun dan Byung Cha berusaha bersikap biasa. Melakukan kegiatan seperti biasanya. Berusaha menyembunyikan perasaan mereka. Walaupun sekali-kali mereka memandang satu sama lain dari sedikit celah tanpa memperlihatkan wajah mereka.

———————————-
@Class II A
Pelajaran kimia dimulai. Kim seongsangnim menjelaskan pelajaran dengan bersemangat. Beberapa menit kemudian ia menyuruh murid untuk mengerjakan soal.
“Byung Cha! Kau kerjakan soal nomor satu!” Seongsangnim menunjuk Byung Cha.
“Ne~ Seongsangnim.” Byung Cha menyetujuinya dan berjalan kedepan kelas.
Kim seongsangnim memberikan spidol padanya.
“Nomor dua……..” Kim seongsangnim mengedarkan pandangannya pada seluruh siswa dikelas. “Kau! Nichkhun!”

Byung Cha berhenti menulis, dan jantungnya kembali berdentang-dentang tak karuan. Namun, ia berusaha bersikap biasa dan melanjutkan tugasnya dengan perasaan anehnya itu.

Nichkhun menulis tepat disamping Byung Cha. Dag dig dug…..Suara jantung semakin aneh. Tuuuuuuuuuukkkkk……..penghapus papan tulis terjatuh kelantai karena tangan Nichkhun dan Byung Cha yang menyentuhnya. Mereka berdua terdiam sebentar, dan bersamaan mengambil penghapus yang terjatuh! Dan……..sekali lagi tangan Nichkhun berada diatas tangan Byung Cha. Buru-buru Byung Cha menarik tangannya, dan melanjutkan menulis. Nichkhun mengambil penghapus dan menghapus pekerjaannya yang salah. Mereka berdua berusaha bersikap biasa seolah-olah tidak ada apa-apa.

Setelah selesai mengerjakan soal, Byung Cha berjalan menuju tempat duduknya. Nichkhun yang sudah selesai juga, berjalan dibelakangnya. Nichkhun berusaha berjalan lebih lambat dari Byung Cha agar tidak dalam posisi sejajar.

—————————————-

“Dongsaeng~ Besok aboji dan omoni pulang! Kau ingin ikut denganku menjemput mereka? Kita minta izin saja dari sekolah besok.” Kibum memberitahukan pada Nichkhun dengan wajah gembira.
“Ne~ Aku ikut!” Nichkhun tersenyum.

——————————————
Keesokan harinya
@Hana High School

Bel masuk berbunyi. Teeeeeeeeeeeetttttttttt…….Teeeeeeetttttttttttttttt………..
Byung Cha memandang kearah tempat duduk Nichkhun. Dengan tatapan sedikit kecewa ia memandangi kursi Nichkhun.

Pagi itu, pelajaran Bahasa Korea. Para siswa/siswi dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok Byung Cha duduk dideretan tempat duduk Nichkhun dan Byung Cha duduk tepat di kursi Nchkhun.
“Srrrrreeeeeeeeeeetttttttt………” Byung Cha menggeser meja. Dan sebuah diary jatuh dari meja Nichkhun. Byung Cha mengambil diary itu, dan buru-buru memasukkan diary tersebut kedalam tasnya.
—————————————
@Incheon Airport
“Kibum~a…….Nichkhun~a!” Nyonya Park melambaikan tangannya kearah Kibum dan Nichkhun.
“Omoni~” Kibum membalas lambaian ibunya tersebut.

Nyonya Park langsung menuju kearah kedua putranya tersebut sambil menggandeng Tuan Kim.
“Putra-putraku yang tampan!” Nyonya Park memeluk kedua putranya.
“Omoni~” Kibum menangis.

Tuan Kim memeluk Nichkhun. Sejak tadi Nichkhun hanya diam saja, tak berkata sedikitpun.
“Putra kecilku!” Tuan Kim memeluk Nichkhun erat.
“Aboji~” Nichkhun berkata pelan dan terdiam.

Tuan Kim memegang bahu Nichkhun dan membangunkan posisinya dari posisi kepala tidur dipelukan.
“Nichkhun~a! Ada apa denganmu?” Tuan Kim berteriak panik.
“Khun! Bangunlah~ Ada apa denganmu!” Kibum berusaha membangunkan Nichkhun.

Darah segar dari hidung Nichkhun berceceran dilantai.

————————————
@Seoul Hospital

“Ada apa dengan adikmu? Kenapa bisa seperti ini?” Nyonya Park menangis dipangkuan Kibum.
Sementara itu, Tuan Kim hanya mondar-mandir didepan ruang UGD.

———————————–
@Byung Cha’s bed room
#########################################
29 Desember 2009
Sarang?Love? Aku hanyalah seorang lelaki remaja yang tidak mengerti artimu.
Apakah itu wujudmu?
Apakah itu wajahmu?
Mungkin kematianku yang akan membawamu.
Pergi jauh darinya….

Don’t you know, there’s nothing I can do,
I gotta get to know you
I have to see this through I want it all
I gotta let you know, this feeling is so true
Coz I know that you’re One of a kind
And I can’t get you out of my mind…

4 my secret love.
By*n* Cha~ ^^
#########################################
Byung Cha hanya terdiam dan membaca puisi itu berkali-kali. Ia hanya tersenyum sambil membaringkan tubuhnya ke kasur dengan diary itu di dadanya.

—————————————-
@Seoul hospital
“Anak ibu terkena kanker otak stadium akhir.” Dokter menjelaskan pada Nyonya Park.
“Omo!” Nyonya Park tak mampu menahan air matanya yang mengalir begitu saja. Tubuhnya membeku, seakan-akan tidak berdaya lagi ia mengangkat tubuhnya untuk berdiri.

————————————
Keesokan harinya.

“Anak-anak~ teman kalian Nichkhun dirawat dirumah sakit sejak kemarin, jadi kelas akan mengirim 5 perwakilan untuk menjenguknya.” Kim seongsangnim memberitahukan pada seluruh siswa.
“Aku ikut seongsangnim~ Aku tidak bisa tinggal diam di sekolah, sementara sahabatku sedang sakit” Hangeng berkomentar.
“Ne~Kau ikut Hangeng! Lalu, Kwang Jin, Shin Hye, Min Hee dan…….”
“Aku ikut seongsangnim!” Byung Cha menunjuk dirinya.
“Baiklah! Kau Byung Cha!” Seongsangnim menyetujui.

———————————–
@Seoul Hospital
Byung Cha melihat Nichkhun dari luar ruangan. Ia tidak bisa menahan tangisnya. Namun, ia berusaha menghapus air matanya agar tidak terlihat orang.
“Kalian boleh masuk!” Dokter menyuruh Hangeng dan kawan-kawan untuk masuk.
“Khamsahamnida!” Hangeng menundukkan badan.

“Hey! Sob! Mengapa kau bisa seperti ini? Kelas sepi tanpamu!” Hangeng berusaha menghibur Nichkhun. Nichkhun hanya tersenyum kecil seperti berusaha menahan rasa sakit yang ia derita.

Nichkhun memandang Byung Cha dan tersenyum padanya. Byung Cha membalas senyuman Nichkhun.

“Secret love…” Byung Cha berkata pelan ditelinga Nichkhun sambil meletakkan buah yang dibawanya.
Seperti terkejut, Nichkhun kembali tersenyum padanya.

“Huk…huk…huk….huk…huk…” Nichkhun terbatuk terus-menerus, dan gumpalan-gumpalan darah terus keluar dari mulutnya.
“Khun! Kau kenapa?! Dokter! Dokter!” Hangeng panik dan berusaha memanggil dokter.

Dokter langsung memberikan bantuan pernapasan pada Nichkhun. Dengan napas sepenggal-sepenggal Nichkhun berusaha bernapas.
“Tolong semuanya keluar!” Dokter menyuruh Semua orang untuk meninggalkan ruangan.
“Heh…heh…Pasti dia sedang dalam masa-masa sulit sekarang! Aku tidak bisa menemaninya saat ia sakit! Aku bukan ibu yang baik!” Nyonya Park menangis dari balik kaca ruangan.
“Sudahlah omoni~ Jangan berkata seperti itu!” Kibum berusaha menenangkan.

@Nichkhun’s bed room
“Omoni~ O…mo…ni~” Nichkhun memanggil ibunya dengan tersengal-sengal.
“Suster! Panggil Nyonya Park kemari!” Dokter memerintahkan pada suster.
Ibu Nichkhun memasuki ruangan sambil memegang tangannya dan berusaha menghapus air matanya.
“Kau harus kuat sayang! Jangan tinggalkan omonimu ini. Kau anak yang kuat! Kuat ya sayang! Jangan tinggalkan omoni!” Nyonya Park memberi semangat pada Nichkhun.
“Omoni~ Aboji~ Hyung~Nae saranghae! Omoni~ Nae sa..rang..hae..” Nichkhun terdiam. Tangannya yang semula kuat menggenggam tangan ibunya mulai terlepas. Bibirnya terkatup, air matanya mengalir membasahi sedikit bantal yang ditidurinya.
“Hah…hah…hah…Khun…Khun…Khun…” Tangis nyonya Park mulai pecah kembali, tanpa suara. Tubuhnya lemah sembari mencium kening putra bungsunya itu.

Tuan Kim dan Kibum memasuki ruangan. Sementara yang lain tetap diluar. Hangeng pergi kesudut ruangan dan terduduk dikursi sembari menutup mukanya dan menangis.

“Nae sa…rang…hae…~” Byung Cha menangis, sesekali ia berusaha untuk tersenyum, namun hanya tangisanlah yang bisa ia keluarkan.

Nichkhun telah tiada membawa sedikit kemanisan hidup yang ia miliki.

=================THE END====================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s