Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 4((Last Part))

“Kau masih lemah dongsaeng. Kau harus istirahat beberapa hari ini, luka bekas cambukanmu juga belum sembuh!” Nichkhun menasihati adiknya. “Tapi, aku ingin sekali ke taman itu! Sudah lama aku tidak melihat burung-burung dan bunga-bunga yang bermekaran.” Hye Sung tersenyum membayangkan taman yang ingin ia kunjungi. “Baiklah! Tapi kita hanya sebentar saja disana, kau harus banyak istirahat.” Nichkhun menyetujui permintaan adiknya.

Dalam perjalanan menuju taman, Nichkhun dan Hye Sung bertemu dengan dayang Song. Hye Sung hanya tersenyum kecil pada dayang Song dan lalu begitu saja meninggalkannya. Dayang Song yang melihat senyuman Hye Sung terdiam dan menghentikan langkahnya, ia melihat Hye Sung tersenyum manis padanya untuk pertama kalinya.

==================
@Taman

Hye Sung dan Nichkhun duduk di sebuah pondok indah yang terletak di tengah taman, disekeliling pondok itu terdapat hamparan sungai mengalir yang dikelilingi taman boungenvil.

“Dongsaeng, apa kau ingat masa kecil kita dulu? Saat kau memintaku untuk menggendongmu menuju taman ini, heh…Kau takut pada burung-burung yang sedang mencari makan. Kau memang anak lelaki yang penakut. Sungguh berbeda dengan kau saat ini, seorang pria yang bersemangat dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan kekuasaan.” Nichkhun tersenyum mengingat masa lalunya. Hye Sung hanya mendengarkan cerita hyungnya tanpa mengucapkan apa-apa.

“Kau ingat saat ayah memukulku? Saat itu kau berusaha menghalangi ayah dan kepalamu terbentur ke dinding. Saat itu, ayah sangat cemas melihatmu dan langsung memanggil tabib. Ayah memarahiku, jujur! Saat itu, aku sangat iri padamu. Tapi ibu dengan lembut menasihatiku, ibu bilang, kau adalah adikku! Aku tidak boleh iri padamu, aku harus menjagamu. Sejak saat itu, aku berusaha untuk menghilangkan rasa iri setiap melihat ayah bersamamu. Aku selalu menganggap perlakuan ayah padamu itu wajar. Karena kau masih kecil.” Nichkhun terus bercerita panjang.

“Saat ibu tiada, aku seperti anak yang kehilangan segalanya. Ayah tidak pernah menyayangiku dan memeperhatikanku, karena ayah menganggapku seperti ibu. Karena pernikahan ayah dan ibu tanpa cinta. Wajahku sangat mirip dengan ibu, sifatku juga begitu. Mungkin…Itu yang membuat ayah benci padaku. Tapi, sekarang aku bahagia. Karena adik kecilku telah kembali seperti dulu. Aku bahagia…” Nichkhun tersenyum mengakhiri ceritanya.

Tiba-tiba kepala Hye Sung jatuh di pundak Nichkhun, Nichkhun yang melihat itu, hanya tersenyum dan menyangka kalau adiknya itu tertidur. Seketika, burung-burung terbang tak menentu, seakan-akan ada bencana yang akan terjadi di taman.

Beberapa menit berlalu, napas Hye Sung tak dapat dirasakan. Nichkhun berusaha membangunkan Hye Sung. Namun, tak ada respon sedikitpun dari adiknya itu. Nichkhun mengguncang-guncang tubuh adiknya yang mulai membeku.

Menyadari kalau Hye Sung telah tiada, Nichkhun hanya terdiam, tubuhnya terpaku, bibirnya terkatup rapat, dan air matanya terus mengalir.

================
Dengan air mata yang terus mengalir, Nichkhun menggendong tubuh adiknya menuju kediaman mereka. Diperjalanan menuju kediaman, seluruh rakyat teraru melihat Hwa Rang Hye Sung yang terkulai lemah tanpa napas. Suatu kesedihan hebat akan dialami oleh keluarga bangsawan Kim. Putra bungsu bangsawan ternama telah tiada.

@Kediaman
Nichkhun memasuki kediaman, tanpa mengucapkan salam seperti biasanya. Bangsawan Kim yang sedang duduk termenung, melihat gelagat aneh putra sulungnya tersebut. Mata bangsawan Kim tertuju pada tubuh Hye Sung yang terkulai. “Nichkhun! Kau baik-baik saja?” Tanya bangsawan Kim heran dengan tubuhnya yang pucat pasi tak berdaya. Nichkhun hanya menatap ayahnya dengan basahan pipi, air matanya terhenti. “Kau baik-baik saja?” Tanya bangsawan Kim lagi. “Ayah! Bunga-bunga telah menguncup, air sungai membeku, burung-burung mati tanpa sebab. Bukankah itu yang kau inginkan?” Nichkhun berkata sinis. “APA MAKSUDMU?” Tanya Bangsawan Kim sambil tertawa sinis.

“Apa kau tidak melihat tubuh ini, tuan bangsawan yang terhormat?” Nichkhun menurunkan Hye Sung dari punggungnya dan meletakkan tubuh Hye Sung di lantai. Bangsawan Kim mendekati jasad putra bungsunya tersebut, lalu tertawa terbahak-bahak. Meratapi nasib buruk yang datang bertubi-tubi.

Bangsawan Kim seperti orang yang kehilangan akal sehat. Mengapa begitu? Bangsawan yang mempunyai tekad baja itu, telah diketahui melakukan tindak korupsi dan bekerja sama dengan Kerajaan Konohagakure Jepang dalam aksi perang yang terjadi 6 bulan lalu. Seluruh kekayaan bangsawan Kim ditarik istana.

“HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! ANAKKU……….” Bangsawan Kim menangis dan membenturkan kepalanya kedinding, namun sebentar-sebentar ia akan tertawa terbahak-bahak memandangi jasad Hye Sung.

===================

Sementara itu, di kediaman Geun Suk Raja setia menunggu putra kesayangannya. “Ananda, apa kau bisa merasakan ini?” Raja memegang tangan kanan Geun Suk.

Tiba-tiba seseorang berbusana serba hitam, dengan muka tertutup topeng meletakkan sebuah cairan yang merupakan air liurnya kemulut Geun Suk. Hwa Rang Cho yang melihat kejadian itu, langsung mengejar seseorang yang berbusana serba hitam tadi.

@Luar Kediaman

“Hey! Kau! Tunjukkan wujudmu!” Hwa Rang Cho menyerang orang berbusana hitam tadi. Tapi, orang yang seperti ninja itu diam tanpa mengucapkan sepatah kata dan berusaha melarikan diri. Hwa Rang Cho yang kalut, menembakkan anak panah tepat kearah jantung lawan yang tidak bersenjata itu. Orang berbusana serba hitam itupun jatuh tak berdaya dengan bersimbah darah yang tidak dapat dilihat dari luar bajunya yang hitam.

Setelah merasa lawannya tak berdaya, Hwa Rang Cho mendekatinya. Dan membuka topeng orang berbaju hitam tadi. “Yang Mulia Nichkhun!” Hwa Rang Cho terkejut berusaha merasakan napas Nichkhun. “Aishhhhhhhhhhhh!!! Napas nya tidak terasa lagi.”

Hwa Rang Cho menyuruh Hwa Rang lain untuk membawa jasad Nichkhun.

=================
@Kediaman raja

“Yang Mulia….” Hwa Rang Cho terdiam melihat Geun Suk yang sudah bisa duduk. Bibir, tangan dan kepalanya tidak seperti dulu lagi. Geun Suk telah sembuh dari penyakit stroke nya. “Hwa Rang Cho! Panggil ninja tadi menghadapku! Dia telah menyembuhkan putra mahkota.” Raja berkata senang.

(Air liur Nichkhun merupakan penangkal penyakit yang ditimbulkan oleh air liur Hye Sung adiknya, hal ini tidak diketahui oleh siapapun kecuali Nichkhun, Hye Sung dan ibunya)

“A…a…a…Maafkan saya Yang Mulia! Orang tadi telah tewas. Dia adalah anak sulung bangsawan Kim, Nichkhun…Maafkan saya yang mulia!” berlutut di hadapan Raja. Raja hanya terdiam, tak dapat berkata sepatah katapun.

=================
Sudah beberapa bulan ini, cuaca di Kerajaan Sendok tidak baik. Setiap hari turun hujan. Hujan lebat diikuti angin kencang yang sering menumbangkan pohon-pohon.

“Ayah…Aku ingin keluarga kita utuh. Aku, ayah dan…..Kibum.” Geun Suk menghentikan perkataannya. “Apa?” Raja Park Jungsu pun tak dapat berkata-kata. “Kau tau ayah, ramalan itu tidak bisa dijadikan pedoman hidup. Peramal Han adalah pembohong besar, dia telah dihukum oleh kerajaan. Hidup kita tidak bisa ditentukan oleh manusia, Kibum adalah seorang anak tak berdaya yang menjadi korban kemunafikan dan keserakahan manusia. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu. Di dunia ini, tidak ada anak yang ingin dilahirkan sebagai anak sial.” Geun Suk mengehentikan perkataannya.

Raja berpikir panjang. “Bawa anak itu kemari!” Raja memberikan titah pada Hwa Rang Cho. “Baik Yang Mulia!” Hwa Rang Cho melaksanakan titah raja.

Tiba-tiba petir kuat menyambar sebuah pohon, Dan…………..

===============
“Bencana besar! Bencana besar! Bencana besar telah terjadi pada istana kita!” Terdengar suara rakyat yang melihat Kerajaan Sendok habis dilalap si jago merah.

“Ayah…” Geun Suk menatap kobaran api yang melahap istana tempat kelahirannya. Raja hanya menatap dengan tatapan kosong dan jatuh pingsan.

“Yang Mulia Kibum!” Hwa Rang Lee Hyuk Jae melihat kedatangan Kibum.

===============
“TIDAK!!!!KEMBALIKAN SEMUANYA….Aku belum jadi The Great Prince of Sendok! Kembalikan semuanya! Kerajaanku! Kekuasaanku! Singgasana mewahku!” Kibum menjerit-jerit seperti orang kesurupan dan menendang-nendang dinding. “Hyung~ Kau kenapa?!” Seung Ho menonjok-nonjok wajah Hyungnya itu. Tiba-tiba Hye Sung datang dan membantu memukul-mukul pantat Kibum. “Hey! Apa yang kalian lakukan?! Kalian kira tubuhku ini tempat latihan tinju?” Kibum memukul kepala kedua adiknya. Seung Ho manyunin mulut sambil ngelus-ngelus kepalanya. Hye Sung yang tidak kena langsung menundukkan badan seperti orang berlatih kemiliteran.

“Den…Tuan dan nyonya sudah menunggu di ruang makan.” Dengan logat Jawa yang medok, bang Teukie pembantu mereka dengan lemah lembut memberitahu pada anak-anak majikannya.

==================
Kibum berlari keluar kamar menabrak badan Lee Teuk, Hye Sung menarik celana Lee Teuk dan Seung Ho berputar-putar di sekitar Lee Teuk dan pergi meninggalkan pembantunya itu dengan tertawa senang.

“Kepalaku…” Lee Teuk Pingsan.

================THE END=============

One thought on “Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 4((Last Part))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s