FF One Shoot#HighKick# The Rainbow…

@Jumunjin Senior High School

Jam menunjukkan pukul 3 sore, para siswa bersiap-siap untuk pulang. Sementara itu, dikelas 1 A seorang anak masih asik dengan mimpinya. “Noona…Maukah kau hidup bersamaku?” Kata Hye Sung ngelindur. Seung Ho adiknya yang pintar dengan kaca mata besar, hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah hyungnya itu.

Segerombolan siswi mendekati Seung Ho. Seung Ho merasakan keanehan, karena seumur hidup ia belum pernah di dekati oleh cewek sebaya. Dengan gugup, Seung Ho memberanikan diri untuk menatap para siswi tersebut. “Seung Ho! Kau orang yang sangat baik, bukan?” kata salah seorang siswi yang lebih tinggi dari siswi lainnya. “He’eh…” Seung Ho mengangguk dan menjawab terbata-bata. “Seung Ho! Tolong ajari kami matematika…ya…ya…ya..!” kata siswi itu sambil ngedip-ngedipin matanya.

Seung Ho berpikir dalam hati. “Heh…Dasar wanita! Bersikap baik, kalau ada maunya.” Hye Sung berkata pelan. “Seung Ho~a! Kau mau membantu kami tidak?” kata siswi tadi melanjutkan. “Mian…Aku banyak kerjaan!” Seung Ho membereskan semua buku di mejanya.

“Lihat…lihat…Hye Sung oppa sangat tampan! Tidur saja tampan, apalagi bangun ya…” Seorang siswi yang lebih pendek memandangi Hye Sung yang tertidur pulas. “Aishhhhhhhh!!! Orang berotak kosong seperti dia masih tetap saja di puja-puja! Bagusan juga aku!” Seung Ho menggerutu sambil manyunin mulutnya ala Geun Suk di You’re beautiful. *Jyiiiah!!jadi promosi!!buakakaakkak.*

“Huaaaaaaaaaaahhhhh!!” Hye Sung terbangun dari tidurnya, dan memandangi para siswi yang memperhatikannya sedari tadi. Hye Sung hanya tersenyum kecil kearah para siswi tersebut. “Ehmm…Dia tersenyum padaku!Cool!” kata siswi yang paling tinggi. “Ah tidak! Dia tersenyum padaku!” kata siswi yang paling pendek. “Ah! Kalian ini, mau kuajari tidak?” Kata Seung Ho panas.

Para siswi tadi meninggalkan Seung Ho begitu saja dan menyenggol Seung Ho mengikuti Hye Sung. “Ah! Kaca mataku!” Seung Ho gelagapan mencari kaca matanya.

==============
Sesampainya dirumah, Seung Ho mengadukan perbuatan para siswi tadi pada ibunya. Dan menyalahkan Hye Sung atas kejadian tadi. “Amma……………Amma~a!!” Seung Ho pulang kerumah sambil menangis. “Aduh..cup..cup..cup..sayang! Kenapa sayang?” Amma Song Hee Chul mendekati Seung Ho dan mengelap ingus anak lelaki bungsunya itu dengan serbet dapur yang dibawanya.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaa!!!huhuhuhuhuaaaaaaa….” Tangis Seung Ho semakin menjadi-jadi. “Aduh sayang amma~ jangan menangis lagi!.” Nyonya Song Hee Chul mengelap air mata Seung Ho dengan serbet dapur tadi lagi. “Amma~a!! Jangan dekatkan serbet itu padaku lagi. Panas amma!” Seung Ho menjauhkan serbet yang mendekati wajahnya. “Aduh sayang! Amma lupa inikan serbet buat bersihin meja makan! Maaf ya sayang ya!” memeluk Seung Ho. Lalu, Hee Chul menyuruh anak lelakinya untuk istirahat.

=================
Hye Sung yang baru pulang langsung di omeli Hee Chul. “Kau ini sudah besar masih saja mengganggu adikmu yang kecil!” Hye Sung yang mengerti maksud amma nya hanya berkata. “Huhhhhh! Pasti dia mengadu yang bukan-bukan lagi!” Pergi begitu saja meninggalkan Hee Chul. Hee Chul yang melihat tingkah Hye Sung terus saja marah-marah dan memukul-mukulkan sapu yang ada di tangannya kelantai.

@Kamar
Kibum yang sedang asik dengan psp nya tidak peduli dengan adiknya yang baru pulang sekolah.

“HEY! ANAK KECIL KURANG AJAR! APA YANG KAU KATAKAN PADA AMMA TADI?! HA?!” Mengejar Seung Ho yang mau masuk kamar mandi. “Ibu~Ibu~Tolong aku! Kibum Hyung!” Suara Seung Ho mulai hilang karena bekapan Hye Sung. “Urus dirimu sendiri! Yess…….Goal!!!!!Yeahhh!!Yeahhhhhhhhhhh!!!!” Kibum meloncat-loncat senang karena ia menang.

“Heheeheheehe…Apa maksudmu berkata seperti itu pada ibu, ha?!”Hye Sung membekap mulut Seung Ho dengan kaki boneka miliknya. “E..e.eee.e…” kata Seung Ho berusaha menjelaskan. “Ha?! Apa?! Aku tak bisa mendengarmu?!” Hye Sung menyipitkan matanya dan tersenyum sinis.

Hye Sung menuju kamar mandi karena perutnya mulas. “Nanti kita lanjutkan lagi.”

======================
3 jam kemudian.

Author: Ngapain Hye Sung di toilet 3 jam? Hayyo!!!wakaakakakak

“Arrrrrghhhhhhhh! Sial!” Hye Sung meringis kesakitan karena punggungnya digigit oleh Seung Ho yang sedari tadi menunggunya diluar pintu. “KAUUUUUUUUU!!!!!!!!!!” Mengejar Seung Ho. “Yeaaaaaaaaaahhhhhhhhh!!!Menang lagi!!!” Kibum tertawa terbahak-bahak dan diam begitu saja sambil melanjutkan permainannya. “HAAHAHAHAHAHAHAH!!KAU TIDAK BISA LARI LAGI BOCAH!” Hye Sung mengunci pintu kamar.

Kaki Seung Ho tersandung kursi dan terjatuh. Hye Sung yang melihat, langsung menangkapnya. Hye Sung memukul-mukul wajah Seung Ho. “Ampun! Hyung~Ampun!” Seung Ho mengeluarkan suara tangisannya yang khas.

Author:Bah!!tangisan aja pake khas-khasan segala, keg makanan. Buahaahahahah..

Seung Ho yang di bekep Hye Sung mendapat celah untuk melawan. Seung Ho kembali menggigit punggung Hyung nya itu. “Arggggggggggggghhhhh!!!” Hye Sung melepaskan bekapannya dan meringis kesakitan. “Yeahhhhhhhh!!!! Mantap!! Menang lagi…Menang lagi!” Kibum masih tetap asik dengan psp nya.

Seung Ho berhasil membuka pintu kamar. Dan berlari ke dapur untuk mengadukan kejadian yang di alaminya pada Amma Hee Chul.

@Kitchen

“Sayang! Kau kenapa lagi?” Hee Chul panik melihat Seung Ho yang babak belur. “Amma~! huhuhuhu…” Menangis di pelukan Hee Chul. “Pasti Hye Sung lagi kan?” Hee Chul menggembungkan pipinya dan menghembuskan udara keluar. “Iya! Amma~Sungie hyung memukulku hingga seperti ini!” Adu Seung Ho.

Hye Sung mengejar Seung Ho ke dapur. “Hosh…hosh…hosh….” Hye Sung berusaha mengatur napasnya. “KAAAAAAUUUU!!” Hee Chul memukul pantat Hye Sung dengan tangkai sapu yang ada didekatnya. “ARGGGGGGGGH!!!Amma~sakit tau!” Hye Sung memegangi pantatnya yang sakit. “Kau ini tega sekali membuat adikmu seperti ini!” Kata Hee Chul sambil menunjukkan muka Seung Ho yang babak belur. “Hu’uh!” Seung Ho menganggukkan kepala.

“Amma~lihat ini…lihat ini!” Membuka bajunya, ingin menunjukkan luka di punggungnya akibat digigit Seung Ho. “Ayo sayang kita kekamar saja!” Membawa Seung Ho pergi dan tidak mempedulikan Hye Sung. Hye Sung masih tetap saja menunjukkan luka dipunggungnya. Beberapa menit kemudian, ia sadar kalau di dapur tidak ada orang lagi selain dirinya.

Hye Sung pergi ke ruang tv. Diruang tv Kibum sedang asik dengan ps 2 nya. “Yeahhhhhhhhhhh!!! Menang lagi!!! Yeaahhhhh!!!” Kata Kibum senang main ular-ularan. Hye Sung hanya menggelengkan kepala dan duduk di kursi. “Sungie~ Kau kenapa?” Tanya Appa Kangin padanya. Hye Sung hanya menggeleng lemas.

================
Tiba-tiba Seung Ho datang. “Kenapa dengan pipimu?” Tanya Kangin pada Seung Ho. Seung Ho mencibir seperti ingin menangis dan menunjuk Hye Sung. Hye Sung yang melihat adiknya menunjuknya, menggerutuk pelan. “Kau ini! Tega berbuat seperti ini pada anak kecil!” kangin marah dan memukul kepala Hye Sung.

“Appa~Lihat ini…lihat ini…lihat ini!” Hye Sung membuka bajunya untuk menunjukkan luka gigitan Seung Ho pada Kangin. “Ayo, kita kedokter!” Kangin meninggalkan ruang tv dan tidak memperdulikan Hye Sung. Hye Sung memandang kebelakang, namun lagi-lagi ia tidak menemukan adik dan ayahnya. “Aishhhhhhhhh!!” Hye Sung memukulkan tangannya ke kursi. “AWWWWWWWWW!!” Hye Sung meringis kesakitan. “YEESSSSSSSSSSS!!!YEAHHHHHHH!!MENANG LAGI!!YEAAHHHHHHHH!!” Kibum masih tetap dengan gamenya. Hye Sung manyunin mulut dan menggerutuk pelan melihat hyungnya yang satu itu.

===================
Keesokan harinya, Hye Sung berangkat sendiri ke sekolah. Ia tidak menunggu Seung Ho seperti biasanya, karena kesal pada adiknya itu.

@Jumunjin Senior High School

“Kau kenapa hyung?” Seung Ho tertawa ngakak melihat hyungnya. Hye Sung hanya menggerutu dan pergi meninggalkan Seung Ho.

Semua siswa yang melihat Hye Sung berjalan didepan mereka, pasti akan tertawa. Kibum yang melihat Hye Sung berjalan, berkata padanya. “Sungie~ Ada apa dengan seragammu? Ko’ jadi transparan begitu?” Seung Ho pun mendekati Hye Sung dan memegang punggung hyung nya itu. “PUAS KAU! BIAR SEMUA ORANG BISA LIHAT LUKAKU! DAN TAK MENYALAHKAN KU LAGI ATAS MUKAMU YANG BABAK BELUR ITU!” Kata Hye Sung marah dan pergi meninggalkan mereka. “Hahahahahhaha! Hyung…hyung….Ternyata otakmu masih berisi, pake plastic transparan segala! Wakakakakakak…” Seung Ho tertawa ngakak sambil nyubit-nyubitin muka Kibum.

“KAU!!” Muka Kibum memerah dan giginya bergeretak. “Ampun hyung!” Seung Ho lari terbirit-birit dan menabrak tembok. Seung Ho pingsan.

==============THE END==============

2 thoughts on “FF One Shoot#HighKick# The Rainbow…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s