Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 2

Keesokan paginya.

Jarum jam menunjukkan pukul 7:00 pagi. Dayang Park berlari menuju kamar mandi, setelah mendapat pesan yang ditinggalkan dayang Song bahwa pagi ini dia harus melakukan pekerjaan pertamanya sebagai dayang di istana Sendok.

“Astaga!! Aku sudah terlambat!” Dayang Park melepaskan kondenya dan berlari menuju kamar mandi. Tiba-tiba dayang Song masuk kedalam kamar dan menemukan konde dayang Park *ni dayang apa ibuk2 kondangan..wakkakaak*. “Konde siapa ini?” Dayang Park keluar kamar mandi dengan handuk setengah dan kaki yang berbulu. “Hwaaaaaaaa!!” terkejut dan pingsan. Dayang Park buru-buru masuk kamar mandi dan menguncinya untuk beberapa lama.

================================================================
Setelah beberapa jam Dayang Song pun sadar.

“Hey! Wanita berbulu! Keluar kau! Jangan bersembunyi dibalik kamar mandiku!” menggedor-gedor pintu kamar mandi tempat dayang Shi Bum bersembunyi. “Ayo keluar!” berteriak sekencang-kencangnya. Akhirnya Dayang Shi Bum membuka pintu kamar mandi dan menundukkan kepalanya. “Heh! Akhirnya kau keluar juga wanita berbulu kaki!” tersenyum sinis pada orang yang dianggapnya Shi Bum.

“Ayo! Sekarang katakan padaku mengapa kau bisa sampai kemari wahai wanita berbulu kaki?” memaksa Kibum menjelaskan. “Jangan memanggil ku seperti itu dayang Song!” manyunin mulut. “Jadi kau mau dipanggil seperti apa? Pria kekar, begitu? Ah!! Semua itu tidak penting! Sekarang katakan padaku, mengapa kau bisa sampai kemari?” memaksa Kibum menjelaskan lagi.

Takut melihat wajah Dayang Song. “Baiklah…Aku akan jujur padamu! Aku memang seorang pria! Hanya seorang pria.” Menjawab pertanyaan Dayang Song dengan muka polosnya. “Halah! Kau tidak usah pasang muka polos begitu! Pasti ada alasan lain sehingga kau bisa sampai kemari! KATAKAAAAAAAAAN!!!” berteriak menyuruh Kibum bicara.

“Ba..a…ik..lah! Tapi, tolong jangan beri tahu warga istana yang lain! Aku mohon padamu!” mengemis pada dayang Song. “Ehm…Baiklah.” Menyetujui permintaan Kibum. Kibum pun memulai ceritanya. “Aku kemari untuk melihat ayah, ibu, dan saudara lelakiku. Hanya itu, aku hidup sebatang kara. Tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua sebagaimana mestinya. Dari cerita yang ku dengar dari ibu angkatku, keluargaku membuangku karena menganggap bahwa kehidupanku di masa datang tidak akan beruntung. Terlebih lagi aku mempunyai saudara kembar. Aku memang bernasib buruk.”Kibum bercerita sedih. “Sudahlah, kau tidak usah sedih begitu! Aku akan membantumu untuk bertemu keluargamu!”kata dayang Song menenangkan.

“Benarkah?!”tersenyum dan bertanya pada dayang Song. “Ya….aku akan membantu! Tapi, siapa keluargamu?”bertanya pada Ki Bum.

“Ayahku bernama Park Jungsu. Raja kerajaan ini!” menjelaskan dengan mata yang berbinar-binar. “Apa?! Baginda ra…a…ja…adalah ayahmu?! Aku tidak percaya.” Terkejut tidak percaya. “Terserah padamu, hak mu untuk tidak percaya padaku.” Kata Kibum sedih.

“Tapi….aku belum bisa mempercayai ini! Ini suatu kebetulan yang aneh. Ini bena-benar aneh!” Kata dayang Song tidak percaya. “Tolonglah! Aku ingin sekali bertemu dengan keluargaku untuk yang pertama dan terakhir kalinya.” Mengemis dikaki Song Hee Chul sambil berlinang air mata. “Baiklah! Aku akan membantumu, tapi dengan syarat hanya untuk bertemu dengan keluargamu. Tidak lebih, karena jika warga istana lain tau, kau kembali. Istana pasti akan memngalami konflik besar, dirimu juga akan terancam. Para pemberontak raja akan lebih mudah menjatuhkan kekuasaan raja.” Kata dayang Song menjelaskan. “Pasti! Aku tidak akan membuat kekacauan.” Tersenyum mendengar perkataan dayang Song.

================================================================
Dibalik dapur kerajaan Putra mahkota Geun Suk mendengar percakapan antara dayang Song dan Kibum. Bagai tersambar petir, hati Geun Suk retak dan bibirnya terkatup rapat. Geun Suk terdiam dan menjatuhkan sebuah pedang yang dipegangnya. Tubuh Geun Suk lemas dan terjatuh ke lantai.

“Suara apa itu?!” dayang Song berlari menuju keluar dapur istana. “Yang Mulia! Putra mahkota?!” menundukkan kepala sejajar dengan pinggang. Kibum pun mengikuti dayang Song. “Putra mahkota!” Ikut menundukkan badan.

================================================================
Dengan mata berbinar-binar, Geun Suk mendekati Kibum. Kibum hanya terdiam melihat perlakuan Geun Suk padanya.

“Apakah kau benar-benar Park Kibum?” Geun Suk menangis dan memegang bahu Kibum. Hanya kalimat itu yang dapat ia katakan. Bibirnya bergetar berusaha menahan tangis dan rasa sesak di dadanya. “Ne…” jawab Kibum singkat. Geun Suk memeluk tubuh Kibum erat, seperti orang yang baru menemukan barangnya yang hilang dan tak ingin kehilangannya lagi.

Kibum merasa aneh dengan perlakuan Geun Suk dan bertanya. “Mianhe Yang Mulia! Kenapa Yang Mulia bersikap seperti ini padaku?” Geun Suk menangis dan terus memeluk Kibum erat. “Adikku…” kata Geun Suk lembut. Wajah Kibum pucat, bibirnya pun ikut bergetar dan hatinya bagai tersambar petir, waktu seakan-akan berhenti saat itu.

“Hyu…u..u..ung…”Kibum berusaha mengucapkan sebuah kata dengan air mata yang membasahi pipinya. “Hyung………….bogoshipoyo!”
Suara Kibum mulai keluar dan menangis dipelukan Geun Suk. Dayang Song yang melihat pertemuan kedua kakak beradik itu, hanya berdiri diam dan selalu berusaha menghapus air yang terus mengalir dari dua pelupuk matanya.

================================================================

Diluar dapur juga. Putra bangsawan Kim, Kim Hye Sung melihat percakapan dan kejadian yang terjadi pada dua kakak beradik itu dan langsung berlari menuju kediaman ayahnya.

@Kediaman Bangsawan Kim

“Ayah!!!Hosh…hosh…hosh….”Hye Sung berusaha mengatur napasnya. “Tenangkan dirimu! Katakan padaku. Ada apa?” Bangsawan Kim meminta penjelasan pada anaknya. “Ayah! Sau….sau…saudara kembar putra mahkota Geun Suk kembali!” Menjelaskan pada ayahnya dengan berusaha mengatur napas.

“APA?!heeh!” Terkejut dan tersenyum sinis mendengar perkataan anaknya. “Ayah! Kesempatan ayah untuk menguasai istana Sendok semakin terbuka lebar! Apa yang harus aku lakukan ayah?” Kata Hye Sung bersemangat. “Tapi…Bagaimana bisa anak itu kembali? Benar-benar kebetulan yang sempurna!”tersenyum sinis lagi.

================================================================
Bangsawan Kim segera menuju istana untuk memberitahukan perihal ini pada seluruh warga istana Sendok.

“Bangsawan Kim menghadap Yang Mulia!” Hwa Rang Lee Hyukjae memberitahukan pada Raja dari luar kediaman Raja. “Suruh ia masuk!” Kata raja dari dalam ruangan. “Silahkan Tuan.” Kata Hwa Rang Lee Hyuk Jae mempersilahkan.

“Ada apa gerangan kau kemari bangsawan Kim?” Raja bertanya heran. “Ada masalah penting yang ingin aku bicarakan padamu!” kata bangsawan Kim sinis. “Masalah apa itu?” Raja semakin ingin mengetahui perihal kedatangan tamunya itu. “heh….Kau tau Yang Mulia baginda raja! Anak kembar lelakimu, yang kau buang 16 tahun lalu telah kembali!” Berkata sinis pada raja.

Sontak, semua orang yang ada di ruangan itu terdiam. Tak satupun yang bersuara.

“Huuuh….” Raja menghembuskan napas berusaha mengatur perasaannya.
Bangsawan Kim Young Woon yang menglihat ekspresi raja hanya tersenyum sinis.

================================================================
Beberapa saat kemudian bangsawan Kim pamit untuk meninggalkan kediaman raja.

“Peramal Han! Apakah ini pertanda buruk?” Raja meminta penjelasan peramal Han. “Ya! Paduka yang Mulia…Anak itu akan membuat bencana besar di lingkungan istana! Disini terlihat api besar yang menyala. Kebencian…Dendam…Namun di dalam api itu melingkar air besar yang sedikit-demi sedikit memadamkan api. Air itu adalah cinta. Cinta yang melingkar di dalam kebencian dan dendam.” Kata peramal Han menjelaskan sambil memutar-mutar bola kristalnya.

“Air yang melingkar. Cinta, kebencian dan dendam.” Raja berkata pelan memahami maksud kalimat peramal Han. Setelah berpikir cukup lama Raja pun berkata. “Cari dan bunuh anak itu!” Raja memberikan perintah pada Hwa Rang Lee Hyuk Jae. “Baik Yang Mulia!” Segera menuju kediaman Hwa Rang lain untuk melaksanakan titah Raja.

================================================================
Pasukan Hwa Rang berkumpul di depan istana.

“Ada apa ini?!” Bertanya heran pada Hwa Rang Cho Kyuhyun. “Putra mahkota! Dari informasi yang saya dengar. Istana telah mengetahui kalau saudara kembar Yang Mulia telah kembali.” Menjelaskan pada Putra Mahkota Geun Suk. “Ah….kita harus segera memberitahu Kibum mengenai hal ini! Ayo…” Geun Suk menarik tangan Hwa Rang Cho menuju kediaman Kibum.

@Kediaman Kibum

“Kibum~a! Kau harus segera pergi dari sini! Istana sedang memburumu! Ayah memberi perintah.” Kata Geun Suk memberitahu Kibum. “Apa? Ayah?” Berkata pelan. “Ayo! Kau harus segera pergi! Hwa Rang Cho! Segera persiapkan perahu.” Geun Suk memerintahkan pada Hwa Rang Cho.

================================================================
”Sepertinya Putra mahkota mengetahui rencana kerajaan untuk membunuh anak itu!” Kata bangsawan Kim sinis pada Hyesung. “Ayah! Kau juga akan melakukan itu?” Kata Hye Sung sinis. “Apa yang kau katakan adik?! Kau bisa setega itu menjadi seorang manusia.” Nichkhun menyanggahi perkataan adiknya. “Ah…kakak ku yang Pabo! Hidup ini tidak boleh bergantung pada perasaan. Jika terlalu berperasaan, maka kitalah yang akan jatuh! Mengerti?!” Menasihati kakaknya. “Jika hidup tidak bergantung pada perasaan, maka kau lah orang pertama yang akan jatuh!” kata Nichkhun marah.

“Ah! Sudahlah Nichkhun! Kau tidak usah mengajari adikmu seperti itu. Kau ini sangat mirip dengan ibumu yang mati karena terlalu berperasaan.” Kata bangsawan Kim menyanggah perkataan Nichkhun. “Terserah padamu ayah! Aku tidak akan pernah setuju dengan perbuatan kalian! Manusia berhati batu!” Pergi meninggalkan Bangsawan Kim dan Hye Sung. “DASAR ANAK KURANG AJAR!” kata bangsawan Kim marah.

================================================================
Bangsawan Kim juga memberi perintah pada Hye Sung untuk membunuh Kibum. Hye Sung pun pergi melaksanakan perintah ayahnya. Dengan mengendap-ngendap Hye Sung membuntuti putra mahkota, dayang Song, dan Hwa Rang Cho yang membawa Kibum pergi. Hye Sung mengeluarkan cairan bening yang merupakan air liurnya yang terkenal sebagai racun pembawa maut di istana. Lalu memasukkan cairan itu kedalam ujung anak panah.

“Kau pasti akan mati wahai anak pembawa kehancuran!” Kata Hye Sung sinis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s