Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 1/3

Kerajaan Sendok terletak di pegunungan Shim Shim Tapa yang dialiri oleh anak Sungai Guang Hian. Dikerajaan itu, hiduplah seorang putra mahkota yang sangat tampan. Wajahnya selalu mempesona setiap wanita yang melihatnya. Dia adalah putra mahkota “PARK GEUN SUK”.

“Ananda, umur ayahanda sudah semakin tua. Kerajaan ini membutuhkan seorang pemimpin yang kuat.” Raja Park Jungsu menasihati putra kesayangannya sambil terbatuk-batuk. “Ayah! Kau tidak apa-apa?” Geun Suk mendekati Raja dan memegang punggungnya. “Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja!” berusaha menahan batuk dan kembali menunjukkan wibawanya.

“Umurmu telah mendekati cukup untuk memegang kekuasaan sebagai seorang raja menggantikanku kelak.” raja melanjutkan nasihatnya. “Ayahanda, jangan berkata begitu, umur ayahanda kan masih 45 tahun. Usia yang belum cukup tua untuk melepaskan kekuasaan.” kata Geun Suk membantah.

“Anak ini tau saja kalau aku belum mau melepaskan kekuasaan*hahahahahhahaa*” tersenyum sambil berkata dalam hati. “Lagi pula umurku belum dikatakan dewasa dan kuat untuk memimpin kerajaan sebesar ini. Masih terlalu muda dengan umur 16 tahun.” Geun Suk berusaha menjelaskan.

================================================================
@Taman

“Permisi yang Mulia.” Hwa Rang Cho Kyuhyun menundukkan kepala meminta izin pada Raja. “Ada apa gerangan kau kemari Hwa Rang Cho?” raja meminta penjelasan dan menyuruh tamunya duduk. “Begini Yang Mulia, bangsawan Kim sedang berusaha untuk menjatuhkan kekuasaan yang mulia baginda raja. Dari hasil laporan penyelidik istana, bangsawan Kim sering mengunjungi perpustakaan istana akhir-akhir ini. Beliau banyak meminjam buku-buku silsilah kerajaan dan sejarah istana Sendok dari periode Raja Park Seung Ha sampai sekarang.” Hwa Rang Cho berusaha menjelaskan.

“Heh….Dia masih saja seperti dulu! Selalu berusaha merebut kekuasaan,
sama seperti ayahnya.” Tersenyum sinis mendengar penjelasan Hwa Rang Cho. “Ayah, apa yang harus kita lakukan?” kata Geun Suk meminta ayahnya untuk menjelaskan. “Kau tidak usah khawatir, bangsawan Kim memang seperti itu! Yang harus kau lakukan sekarang adalah terus belajar, agar kau benar-benar kuat untuk menggantikanku kelak.” Kata Raja Park menjelaskan.

================================================================
@Dapur istana

“Dayang Song! Cepat siapkan jamuan istana! Pertemuan akan segera dilakukan.” Kasim Lee Hyuk Jae meminta dayang Song Hee Chul untuk segera menyiapkan jamuan istana.

Istana Sendok akan melakukan rapat kerajaan untuk membahas perang dengan kerajaan Konohagakure dari Jepang yang sudah berlangsung 2 bulan lalu.

================================================================
@Ruang rapat

Rapat kerajaan dimulai. Para menteri istana, bangsawan, kasim, tabib, perwakilan kerajaan Konohagakure, beberapa rakyat istana dan semua orang penting berkumpul di ruang rapat istana. Mereka semua membicarakan perihal perang yang menghancurkan sebagian kerajaan Sendok dan merugikan rakyat Sendok.

Raja memulai rapat dengan memukulkan palu ke meja sidang. “Dengan ini aku nyatakan rapat dimulai!” Rapat pun dimulai dan tercapailah suatu kesepakatan bulat yaitu perang dihentikan dengan syarat kerajaan Sendok mau bekerja sama dengan kerajaan Konohagakure selama 1 tahun untuk menjual seluruh panen ginseng mereka kepada Jepang. Sebuah kesepakatan yang terlalu menguntugkan Jepang.

================================================================
@Diluar ruang rapat

“Kau memang belum pantas disebut raja walau sudah memerintah selama 29 tahun kakak. Heeeeeeehhhh!!” tersenyum sinis dan pergi meninggalkan raja. “Ayah! Apa aku harus melakukan sesuatu padanya?” kata Geun Suk geram. “Tidak usah! Apa yang dikatakannya benar, aku memang belum kuat untuk mejadi seorang raja yang melindungi rakyat. Tapi, keturunan Park tidak akan pernah menyerah! Kita harus terus berjuang, anakku! Jangan sampai kekuasaan jatuh pada orang lain. Kita harus terus memperjuangkan cita-cita leluhur.” Kata raja bersemangat. “Baiklah ayah.” Tersenyum bangga.

================================================================
@Dapur Istana

“Istana kita kedatangan dayang baru, pindahan dari kerajaan Suha Rang pusat. Namanya dayang Park.” Dayang utama memerkenalkan dayang baru tersebut. “Annyeong-haseo, Naneun Park Shi Bum imnida.” Dayang baru itu memperkenalkan dirinya. “Dayang Song! Dayang Park akan jadi asistenmu mulai dari sekarang.” kata Dayang utama. “Baik dayang utama.” Menerima permintaan atasannya.

Setelah perkenalan dayang baru selesai, dayang Park dan dayang Song pun duduk di bangku yang terletak disudt dapur istana. “Dayang Park! Mengapa kau bisa dipindahkan dari istana Suha Rang. Istana itu kan sangat besar, dayang yang bekerja disana juga dayang-dayang yang memiliki intelejensi tinggi. Semua dayang selalu bercita-cita untuk bisa bekerja disana.” kata Dayang Song heran. Tersenyum manis mendengar perkataan dayang Song. “Bukan begitu dayang Song, aku bisa menjadi dayang disana karena salah orang!” Dayang Park berusaha menjelaskan dengan suara lembutnya. “Maksudmu?!” makin bingung dengan perkataan dayang Park.

“Maksudku begini, dari hasil tes yang dilakukan kerajaan Suha Rang 2 bulan lalu ternyata yang lulus tes kerajaan itu bukan aku. Tapi…dayang Kim Shi Bum temanku. Karena nama kami sama, jadi aku yang dipanggil untuk menjadi dayang. Awalnya aku juga heran, orang seperti aku yang cuma coba-coba bisa lulus ujian masuk dayang kerajaan sebesar Suha Rang.” Kata Dayang Park menjelaskan. “Hahahahahaha….Aneh sekali alasanmu!”tertawa geli mendengar jawaban dayang Park.

“Yang lebih parahnya lagi, saat aku disuruh membuatkan obat untuk raja. Aku memasukkan gurita kedalam obat itu. Padahal tabib menyuruhku untuk membuat teh Surita *ecek2nya nama teh korea gitu*.” Melanjutkan ceritanya. “Hahahahahahahah…..Kau ini memang aneh! Trus…trus.” Meminta Dayang Park melanjutkan ceritanya. “Raja sangat marah! Lalu menghukumku untuk membuat makanan istana tanpa bantuan dayang lain selama 1 bulan.” “Kau menyanggupinya?”kata dayang Song menyanggahi.

“Ya…tapi karena aku tidak bisa memasak dalam waktu yang sangat cepat. Jadi, kubuatkan saja telur mata sapi sebagai menu makan malam istana. Karena ibu angkatku bilang, kalau kita sedang terburu-buru, masak telur mata sapi saja. Walaupun biasa, tapi gizinya juga tidak kalah saing dengan daging ikan hiu.” Dayang Park menjelaskan dengan muka polosnya. “Haahaahahahha………pantas saja kau bisa dipindahkan begini! Tapi, disini kau berada dibawahku. Jadi, kau harus patuh pada perintahku. Mengerti?” kata dayang Song.

================================================================
@Bed Room

Dayang Park Shi Bum tertidur pulas diatas kasur empuk yang diberikan pada setiap dayang kerajaan. Terdengar dentuman keras petir yang menyambar pohon dan menghimpit sebagian bangunan kamar dayang.

“Ya Tuhan! Mengapa bisa jadi seperti ini?” dayang Song memandang keatas seolah-olah berbicara pada Tuhan. “JEEEEEEEEEGAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!!!” Suara petir kembali terdengar. “Maafkan aku tuhan…mianhe…mianhe…” meminta maaf sambil membungkukkan badan dan berlari menuju kamar.

“Mengapa jantungku jadi berdebar begini?” merasakan perasaan aneh ketika melihat Dayang Park yang tertidur pulas. “Tidak….tidak….mungkin karena efek petir tadi.” Berusaha menghilangkan perasaan anehnya.

T.B.C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s