“Namida”

Terasa sesak di dada

Menggumpal menghancurkan dunia

Sedikit demi sedikit menggerogoti difragma dan menghancurkan suara

Lelah yang menggelora

Tangisan yang bergentayangan

Terhampar dibalik tetesan keringat yang membahana

Air mata bersembunyi dibalik kelambu hitam

Mencoba membaca suasana

Mengintip bulu mata yang beterbangan

Lalu memberi isyarat pada kelopak mata untuk terbuka

Tangan mencoba untuk menahan

Jari melayang dengan hasrat membungkam

Telinga mendengar namun tak dapat mengungkapkan

Hidung merasakan namun tak dapat menghentikan

Jantung memompa darah yang tak bewarna

Pembuluh darah termenung

Dan hati berkata,” gerangan apa yang terjadi?”

N I say,”I don’t care”

Namidairo
¤,¤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s