“Kegalauan”

Puisi ini terinspirasi dari salah satu kisah korban gempa  30S di Sumatera Barat.

“KEGALAUAN”

Reruntuhan…

Gemuruh…

Memecah suasana hening

Tanpa suara…

Terdengar jeritan kesedihan

Tangisan seorang ibu…

Menghancurkan suasana

Jeritan seorang ayah…

Membelah negeri


Betapa tidak…

Saat bumi berguncang

Langit bergetar…

Awan berubah hitam

Dan gedung-gedung pun runtuh


Seorang anak menjerit kesakitan…

Tolong…

Tolong…

Tolong…


Dan hati seorang ibu tercabik-cabik

Memandangi darah berserakan

Ayah berlari kesana-kemari

Mencari pertolongan

Namun…

Bibir terkatup…

Wajah tertunduk…

Air mata mengalir dari pelupuk…

Pancaran bulir-bulir air

yang membanjiri kegalauan hati

Nyawa telah terpisah dari raga

Sang anak telah tiada…

by : cha_nichbum

1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s