Chanichbum's Blog

Just another WordPress.com weblog

FF One Shoot!! #One of a Kind# Januari 16, 2010

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 5:21 pm

Annyeong~ Hehehehehehe…nyengir2 gaje!
*Langsung keinti aja de*
FF romance pertama w! Ntah ff romance ntah tidak!*tapi,,sepertinya mmg tdk*
Mian kalo aneh…soalnya ga berpengalaman nulis romantis2an. Wakakakakak…Puyeng mikirnya.
Jadi, baca aja la! cekidot…yyow!
Jika ada kritik dan saran mohon disampaikan.
Khamsahamnida~ ^^

Musim semi kembali, bunga-bunga mulai bermekaran, dan burung-burung kembali dengan siulnya. Binatang musim dingin mulai memasuki tempat persembunyian mereka kembali. Pagi yang begitu hangat.

“Aisssshhh!” Nichkhun yang terbangun dari tidurnya langsung menuju kamar mandi. Dengan mata yang sedikit terbuka, ia menghapuskan mukanya ke handuk yang tersangkut tepat dibelakang pintu kamar mandi. Secepat kilat ia membasuh mukanya, setelah tersadar dari mimpi. Ia berpikir, mengapa ia harus mengelap muka sebelum mencucinya.

“DONGSAENG! LAMA SEKALI DIRIMU!” Kibum berteriak dari luar.
“Aishh!” Nichkhun menjatuhkan sikat gigi yang ia pegang. “Sebentar hyung~ Aku akan segera keluar!” Nichkhun membalas teriakan Kibum.

Dalam hitungan menit, Nichkhun mulai membuka pintu kamar mandi. Kibum yang melihat pintu terbuka, langsung menyambar bredel pintu dan menutupnya.

@Bath Room
Kibum bersiul-siul mengikuti irama lagu, dengan headset terpasang di telinganya. “
Don’t you know, there’s nothing I can do, I gotta get to know you…” Kibum menghentikan nyanyiannya saat melihat handuk yang terjatuh dilantai. Seketika wajahnya berubah dan matanya menyipit melihat handuk putih dengan noda merah tersebut.

“Apa ini?” Kibum terdiam.
—————————————-

“Hyung~ Aku duluan!” Nichkhun berteriak meninggalkan Kibum kesekolah.
“Ne~” Kibum menjawab pelan.

@Hana High School
Kibum berjalan dengan tatapan kosong sambil menundukkan badannya memandang lantai.
“Kibum~a!” Donghae memanggil Kibum yang terlihat aneh pagi itu.
“Ne~” Dengan tampang polos, Kibum mencari sumber suara yang memanggilnya.
“Aisssssssssshhhh! Kibum! Ada apa denganmu? Kau terlihat sangat aneh! So weird!” Donghae memukul bahu Kibum sambil menyipitkan matanya dan menggandeng Kibum masuk kelas.
“Gwenchana!” Kibum menggelengkan kepala.
————————————

@Class II A
Nichkhun gelagapan mencari kelas barunya. Ia kebingungan, karena di tahun ajaran baru ini, ia menduduki kelas 2. Tentu saja dengan teman baru dan kelas yang baru.
“Nichkhun~a! Kau duduk bersamaku saja!” Hangeng berteriak menawari Nichkhun.
“Ne~” Nichkhun mendekati tempat duduk Hangeng.

“Byung Cha! Kita duduk disini saja.” Min Hee meletakkan tas nya di meja yang berada tepat di samping tempat duduk Nichkhun dan Hangeng.
“Ne~” Byung Cha tersenyum mengiyakan.

“Aku ingin ke……..” Wajah Byung Cha tepat didepan muka Nichkhun.
Mereka terdiam sebentar dengan tatapan kosong. Min Hee dan Hangeng hanya melancarkan pandangan aneh pada kedua teman mereka tersebut.
“Aku ingin ke toilet!” Byung Cha buru-buru pergi meninggalkan kelas.
“Kau tidak apa-apa chingu?” Hangeng mengipas-ngipaskan tangannya ke muka Nichkhun.
“Gwenchana~” Nichkhun mengerutkan dahinya dan kembali duduk.

————————————-

“Hyung~” Nichkhun berlari mendekati Kibum.
“Ne~” Kibum memandang kebelakang.
“Tunggu aku hyung~” Nichkhun memegang tangan Kibum.
Kibum mengelus rambut Nichkhun dan berjalan pulang.
“Dongsaeng! Kau tidak punya masalah kan?” Kibum menghentikan langkahnya dan menatap Nichkhun serius.
“Kau kenapa hyung? Masalah apa? Aku tidak punya masalah apapun.” Nichkhun menjawab pertanyaan hyungnya itu dengan bercanda.
“Ah! Sudahlah! Ayo kita pulang.” Kibum kembali mengacak-ngacak rambut Nichkhun.
“Ah…….Hyung!” Nichkhun berusaha melepaskan tangan Kibum.

————————————

@Home
“Hyung~ Kapan aboji dan omoni pulang? Sudah 3 bulan kita tidak bertemu mereka.” Nichkhun bertanya pada Kibum dengan tatapan sedih.
“Beberapa minggu lagi dongsaeng. Kau kan tau, aboji dan omoni pulang ke Korea 3 bulan sekali. Kita harus bersabar. Mereka bekerja di Amerika juga untuk kita. Mereka ingin kita tumbuh di Korea dan belajar disini.” Kibum menjelaskan.
“Ne~” Nichkhun meninggalkan Kibum dan pergi menuju toilet.

Kibum yang melihat dongsaengnya, hanya menggelengkan kepala..

@Kamar mandi.
Nichkhun terbatuk sambil memegang tangannya. Segumpal darah kental tertampung oleh telapak tangannya. Ia merasakan kepalanya pusing dan tubuhnya lemah.
“Puih…puih…” Nichkhun meludah ke wastafel. Ia buru-buru mencuci tangannya dan melap mulutnya dengan handuk.
“Omoni~Aboji~” Nichkhun menangis disudut bath up.

——————————————

@Hana High School
Nichkhun datang lebih awal dari biasanya, karena hari ini ia mendapat giliran membersihkan kaca kelas.
“Huh! Belum ada yang datang.” Nichkhun mengambil ember yang berada disudut pintu.
Tiba-tiba seseorang mendorong pintu tersebut dan membuat Nichkhun terkejut. Ne~ Byung Cha mendorong pintu.
Tanpa sepatah katapun Byung Cha berjalan menuju tempat duduknya. Nichkhun yang melihat Byung Cha masuk, juga tidak mengatakan apapun dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Pagi ini Byung Cha juga mendapat tugas piket kelas. Tak terdengar sedikitpun suara dalam kelas II A walaupun ada dua manusia di dalamnya. Mereka melakukan tugas piket masing-masing, Nichkhun melap kaca, dan Byung Cha menyapu lantai.

————————————
@In front of Class

“Aiiiiiissssshhhhh! Kenapa aku jadi salting begini? Ada apa denganmu Khun?” Nichkhun berkata sendiri saat mengambil air di keran depan kelas.
“ Aku tidak boleh bersikap seperti ini! Biasa saja! Santai khun! Mungkin karena kau belum mengenalnya.” Nichkhun menghembuskan napas dan mengatur jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.

———————————–

“Aiiiiiishhhhhhhh! Ada apa denganku? Hah! Kenapa aku jadi seperti ini? Huh!” Byung Cha memukul-mukul dadanya.
“Anio~Anio~Ini bukan apa-apa! Tidak ada apa-apa! Santai…santai!” Byung Cha tersenyum sambil menghembuskan udara keluar beberapa kali. Sekali-kali ia memandang keluar, memandang sekilas pada Nichkhun yang mengambil air.
“Aiiiissssssshhhh! Anio~anio~” Byung Cha menggembungkan pipinya.

Mereka berdua melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Nichkhun melap kaca pertama dari sudut belakang. Ia memandang sekilas pada Byung Cha. Namun, buru-buru ia mengalihkan pandangannya. Byung Cha yang sedari tadi menyapu, hanya memandang lantai. Tak mampu mengangkat wajahnya. Di rasakannya jantungnya semakin berdegup tak karuan.

“Aiishhh! Aku tidak menyukainya. Cuma tertarik! Anio~anio~ hanya malu! Anio~anio~ Aisssssshhhhhhh!” Byung Cha berkata dalam hati.

Tiba-tiba Nichkhun memandang lagi, dan Byung Cha pun mengangkat wajahnya. Ne! Pandangan mereka bertemu. Buru-buru mereka berdua memandang kearah lain.
“Aiissssshh! Pabo! Mengapa harus salting begini! Pasti dia tau kalau aku memandangnya. Aissssshhh!” Nichkhun turun dari kursi dan berkata pelan.

“Anio~anio~ Aku tidak suka padanya. Ingat tekadmu Byung Cha…Gapai cita-citamu dulu! Tak ada cinta sebelum menikah!” Byung Cha mengepalkan tangannya dan tersenyum aneh.

———————————-

Bel masuk berbunyi. Teeeeeeeeeeeeetttttttttttttt…………Teeeeeeeeeeeeetttttttttttttttt!
Para siswa Hana High School buru-buru memasuki kelas mereka. Begitu juga dengan kelas II A.
Pagi itu, Nichkhun dan Byung Cha berusaha bersikap biasa. Melakukan kegiatan seperti biasanya. Berusaha menyembunyikan perasaan mereka. Walaupun sekali-kali mereka memandang satu sama lain dari sedikit celah tanpa memperlihatkan wajah mereka.

———————————-
@Class II A
Pelajaran kimia dimulai. Kim seongsangnim menjelaskan pelajaran dengan bersemangat. Beberapa menit kemudian ia menyuruh murid untuk mengerjakan soal.
“Byung Cha! Kau kerjakan soal nomor satu!” Seongsangnim menunjuk Byung Cha.
“Ne~ Seongsangnim.” Byung Cha menyetujuinya dan berjalan kedepan kelas.
Kim seongsangnim memberikan spidol padanya.
“Nomor dua……..” Kim seongsangnim mengedarkan pandangannya pada seluruh siswa dikelas. “Kau! Nichkhun!”

Byung Cha berhenti menulis, dan jantungnya kembali berdentang-dentang tak karuan. Namun, ia berusaha bersikap biasa dan melanjutkan tugasnya dengan perasaan anehnya itu.

Nichkhun menulis tepat disamping Byung Cha. Dag dig dug…..Suara jantung semakin aneh. Tuuuuuuuuuukkkkk……..penghapus papan tulis terjatuh kelantai karena tangan Nichkhun dan Byung Cha yang menyentuhnya. Mereka berdua terdiam sebentar, dan bersamaan mengambil penghapus yang terjatuh! Dan……..sekali lagi tangan Nichkhun berada diatas tangan Byung Cha. Buru-buru Byung Cha menarik tangannya, dan melanjutkan menulis. Nichkhun mengambil penghapus dan menghapus pekerjaannya yang salah. Mereka berdua berusaha bersikap biasa seolah-olah tidak ada apa-apa.

Setelah selesai mengerjakan soal, Byung Cha berjalan menuju tempat duduknya. Nichkhun yang sudah selesai juga, berjalan dibelakangnya. Nichkhun berusaha berjalan lebih lambat dari Byung Cha agar tidak dalam posisi sejajar.

—————————————-

“Dongsaeng~ Besok aboji dan omoni pulang! Kau ingin ikut denganku menjemput mereka? Kita minta izin saja dari sekolah besok.” Kibum memberitahukan pada Nichkhun dengan wajah gembira.
“Ne~ Aku ikut!” Nichkhun tersenyum.

——————————————
Keesokan harinya
@Hana High School

Bel masuk berbunyi. Teeeeeeeeeeeetttttttttt…….Teeeeeeetttttttttttttttt………..
Byung Cha memandang kearah tempat duduk Nichkhun. Dengan tatapan sedikit kecewa ia memandangi kursi Nichkhun.

Pagi itu, pelajaran Bahasa Korea. Para siswa/siswi dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok Byung Cha duduk dideretan tempat duduk Nichkhun dan Byung Cha duduk tepat di kursi Nchkhun.
“Srrrrreeeeeeeeeeetttttttt………” Byung Cha menggeser meja. Dan sebuah diary jatuh dari meja Nichkhun. Byung Cha mengambil diary itu, dan buru-buru memasukkan diary tersebut kedalam tasnya.
—————————————
@Incheon Airport
“Kibum~a…….Nichkhun~a!” Nyonya Park melambaikan tangannya kearah Kibum dan Nichkhun.
“Omoni~” Kibum membalas lambaian ibunya tersebut.

Nyonya Park langsung menuju kearah kedua putranya tersebut sambil menggandeng Tuan Kim.
“Putra-putraku yang tampan!” Nyonya Park memeluk kedua putranya.
“Omoni~” Kibum menangis.

Tuan Kim memeluk Nichkhun. Sejak tadi Nichkhun hanya diam saja, tak berkata sedikitpun.
“Putra kecilku!” Tuan Kim memeluk Nichkhun erat.
“Aboji~” Nichkhun berkata pelan dan terdiam.

Tuan Kim memegang bahu Nichkhun dan membangunkan posisinya dari posisi kepala tidur dipelukan.
“Nichkhun~a! Ada apa denganmu?” Tuan Kim berteriak panik.
“Khun! Bangunlah~ Ada apa denganmu!” Kibum berusaha membangunkan Nichkhun.

Darah segar dari hidung Nichkhun berceceran dilantai.

————————————
@Seoul Hospital

“Ada apa dengan adikmu? Kenapa bisa seperti ini?” Nyonya Park menangis dipangkuan Kibum.
Sementara itu, Tuan Kim hanya mondar-mandir didepan ruang UGD.

———————————–
@Byung Cha’s bed room
#########################################
29 Desember 2009
Sarang?Love? Aku hanyalah seorang lelaki remaja yang tidak mengerti artimu.
Apakah itu wujudmu?
Apakah itu wajahmu?
Mungkin kematianku yang akan membawamu.
Pergi jauh darinya….

Don’t you know, there’s nothing I can do,
I gotta get to know you
I have to see this through I want it all
I gotta let you know, this feeling is so true
Coz I know that you’re One of a kind
And I can’t get you out of my mind…

4 my secret love.
By*n* Cha~ ^^
#########################################
Byung Cha hanya terdiam dan membaca puisi itu berkali-kali. Ia hanya tersenyum sambil membaringkan tubuhnya ke kasur dengan diary itu di dadanya.

—————————————-
@Seoul hospital
“Anak ibu terkena kanker otak stadium akhir.” Dokter menjelaskan pada Nyonya Park.
“Omo!” Nyonya Park tak mampu menahan air matanya yang mengalir begitu saja. Tubuhnya membeku, seakan-akan tidak berdaya lagi ia mengangkat tubuhnya untuk berdiri.

————————————
Keesokan harinya.

“Anak-anak~ teman kalian Nichkhun dirawat dirumah sakit sejak kemarin, jadi kelas akan mengirim 5 perwakilan untuk menjenguknya.” Kim seongsangnim memberitahukan pada seluruh siswa.
“Aku ikut seongsangnim~ Aku tidak bisa tinggal diam di sekolah, sementara sahabatku sedang sakit” Hangeng berkomentar.
“Ne~Kau ikut Hangeng! Lalu, Kwang Jin, Shin Hye, Min Hee dan…….”
“Aku ikut seongsangnim!” Byung Cha menunjuk dirinya.
“Baiklah! Kau Byung Cha!” Seongsangnim menyetujui.

———————————–
@Seoul Hospital
Byung Cha melihat Nichkhun dari luar ruangan. Ia tidak bisa menahan tangisnya. Namun, ia berusaha menghapus air matanya agar tidak terlihat orang.
“Kalian boleh masuk!” Dokter menyuruh Hangeng dan kawan-kawan untuk masuk.
“Khamsahamnida!” Hangeng menundukkan badan.

“Hey! Sob! Mengapa kau bisa seperti ini? Kelas sepi tanpamu!” Hangeng berusaha menghibur Nichkhun. Nichkhun hanya tersenyum kecil seperti berusaha menahan rasa sakit yang ia derita.

Nichkhun memandang Byung Cha dan tersenyum padanya. Byung Cha membalas senyuman Nichkhun.

“Secret love…” Byung Cha berkata pelan ditelinga Nichkhun sambil meletakkan buah yang dibawanya.
Seperti terkejut, Nichkhun kembali tersenyum padanya.

“Huk…huk…huk….huk…huk…” Nichkhun terbatuk terus-menerus, dan gumpalan-gumpalan darah terus keluar dari mulutnya.
“Khun! Kau kenapa?! Dokter! Dokter!” Hangeng panik dan berusaha memanggil dokter.

Dokter langsung memberikan bantuan pernapasan pada Nichkhun. Dengan napas sepenggal-sepenggal Nichkhun berusaha bernapas.
“Tolong semuanya keluar!” Dokter menyuruh Semua orang untuk meninggalkan ruangan.
“Heh…heh…Pasti dia sedang dalam masa-masa sulit sekarang! Aku tidak bisa menemaninya saat ia sakit! Aku bukan ibu yang baik!” Nyonya Park menangis dari balik kaca ruangan.
“Sudahlah omoni~ Jangan berkata seperti itu!” Kibum berusaha menenangkan.

@Nichkhun’s bed room
“Omoni~ O…mo…ni~” Nichkhun memanggil ibunya dengan tersengal-sengal.
“Suster! Panggil Nyonya Park kemari!” Dokter memerintahkan pada suster.
Ibu Nichkhun memasuki ruangan sambil memegang tangannya dan berusaha menghapus air matanya.
“Kau harus kuat sayang! Jangan tinggalkan omonimu ini. Kau anak yang kuat! Kuat ya sayang! Jangan tinggalkan omoni!” Nyonya Park memberi semangat pada Nichkhun.
“Omoni~ Aboji~ Hyung~Nae saranghae! Omoni~ Nae sa..rang..hae..” Nichkhun terdiam. Tangannya yang semula kuat menggenggam tangan ibunya mulai terlepas. Bibirnya terkatup, air matanya mengalir membasahi sedikit bantal yang ditidurinya.
“Hah…hah…hah…Khun…Khun…Khun…” Tangis nyonya Park mulai pecah kembali, tanpa suara. Tubuhnya lemah sembari mencium kening putra bungsunya itu.

Tuan Kim dan Kibum memasuki ruangan. Sementara yang lain tetap diluar. Hangeng pergi kesudut ruangan dan terduduk dikursi sembari menutup mukanya dan menangis.

“Nae sa…rang…hae…~” Byung Cha menangis, sesekali ia berusaha untuk tersenyum, namun hanya tangisanlah yang bisa ia keluarkan.

Nichkhun telah tiada membawa sedikit kemanisan hidup yang ia miliki.

=================THE END====================

 

Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 4((Last Part)) Desember 21, 2009

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 1:17 am

“Kau masih lemah dongsaeng. Kau harus istirahat beberapa hari ini, luka bekas cambukanmu juga belum sembuh!” Nichkhun menasihati adiknya. “Tapi, aku ingin sekali ke taman itu! Sudah lama aku tidak melihat burung-burung dan bunga-bunga yang bermekaran.” Hye Sung tersenyum membayangkan taman yang ingin ia kunjungi. “Baiklah! Tapi kita hanya sebentar saja disana, kau harus banyak istirahat.” Nichkhun menyetujui permintaan adiknya.

Dalam perjalanan menuju taman, Nichkhun dan Hye Sung bertemu dengan dayang Song. Hye Sung hanya tersenyum kecil pada dayang Song dan lalu begitu saja meninggalkannya. Dayang Song yang melihat senyuman Hye Sung terdiam dan menghentikan langkahnya, ia melihat Hye Sung tersenyum manis padanya untuk pertama kalinya.

==================
@Taman

Hye Sung dan Nichkhun duduk di sebuah pondok indah yang terletak di tengah taman, disekeliling pondok itu terdapat hamparan sungai mengalir yang dikelilingi taman boungenvil.

“Dongsaeng, apa kau ingat masa kecil kita dulu? Saat kau memintaku untuk menggendongmu menuju taman ini, heh…Kau takut pada burung-burung yang sedang mencari makan. Kau memang anak lelaki yang penakut. Sungguh berbeda dengan kau saat ini, seorang pria yang bersemangat dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan kekuasaan.” Nichkhun tersenyum mengingat masa lalunya. Hye Sung hanya mendengarkan cerita hyungnya tanpa mengucapkan apa-apa.

“Kau ingat saat ayah memukulku? Saat itu kau berusaha menghalangi ayah dan kepalamu terbentur ke dinding. Saat itu, ayah sangat cemas melihatmu dan langsung memanggil tabib. Ayah memarahiku, jujur! Saat itu, aku sangat iri padamu. Tapi ibu dengan lembut menasihatiku, ibu bilang, kau adalah adikku! Aku tidak boleh iri padamu, aku harus menjagamu. Sejak saat itu, aku berusaha untuk menghilangkan rasa iri setiap melihat ayah bersamamu. Aku selalu menganggap perlakuan ayah padamu itu wajar. Karena kau masih kecil.” Nichkhun terus bercerita panjang.

“Saat ibu tiada, aku seperti anak yang kehilangan segalanya. Ayah tidak pernah menyayangiku dan memeperhatikanku, karena ayah menganggapku seperti ibu. Karena pernikahan ayah dan ibu tanpa cinta. Wajahku sangat mirip dengan ibu, sifatku juga begitu. Mungkin…Itu yang membuat ayah benci padaku. Tapi, sekarang aku bahagia. Karena adik kecilku telah kembali seperti dulu. Aku bahagia…” Nichkhun tersenyum mengakhiri ceritanya.

Tiba-tiba kepala Hye Sung jatuh di pundak Nichkhun, Nichkhun yang melihat itu, hanya tersenyum dan menyangka kalau adiknya itu tertidur. Seketika, burung-burung terbang tak menentu, seakan-akan ada bencana yang akan terjadi di taman.

Beberapa menit berlalu, napas Hye Sung tak dapat dirasakan. Nichkhun berusaha membangunkan Hye Sung. Namun, tak ada respon sedikitpun dari adiknya itu. Nichkhun mengguncang-guncang tubuh adiknya yang mulai membeku.

Menyadari kalau Hye Sung telah tiada, Nichkhun hanya terdiam, tubuhnya terpaku, bibirnya terkatup rapat, dan air matanya terus mengalir.

================
Dengan air mata yang terus mengalir, Nichkhun menggendong tubuh adiknya menuju kediaman mereka. Diperjalanan menuju kediaman, seluruh rakyat teraru melihat Hwa Rang Hye Sung yang terkulai lemah tanpa napas. Suatu kesedihan hebat akan dialami oleh keluarga bangsawan Kim. Putra bungsu bangsawan ternama telah tiada.

@Kediaman
Nichkhun memasuki kediaman, tanpa mengucapkan salam seperti biasanya. Bangsawan Kim yang sedang duduk termenung, melihat gelagat aneh putra sulungnya tersebut. Mata bangsawan Kim tertuju pada tubuh Hye Sung yang terkulai. “Nichkhun! Kau baik-baik saja?” Tanya bangsawan Kim heran dengan tubuhnya yang pucat pasi tak berdaya. Nichkhun hanya menatap ayahnya dengan basahan pipi, air matanya terhenti. “Kau baik-baik saja?” Tanya bangsawan Kim lagi. “Ayah! Bunga-bunga telah menguncup, air sungai membeku, burung-burung mati tanpa sebab. Bukankah itu yang kau inginkan?” Nichkhun berkata sinis. “APA MAKSUDMU?” Tanya Bangsawan Kim sambil tertawa sinis.

“Apa kau tidak melihat tubuh ini, tuan bangsawan yang terhormat?” Nichkhun menurunkan Hye Sung dari punggungnya dan meletakkan tubuh Hye Sung di lantai. Bangsawan Kim mendekati jasad putra bungsunya tersebut, lalu tertawa terbahak-bahak. Meratapi nasib buruk yang datang bertubi-tubi.

Bangsawan Kim seperti orang yang kehilangan akal sehat. Mengapa begitu? Bangsawan yang mempunyai tekad baja itu, telah diketahui melakukan tindak korupsi dan bekerja sama dengan Kerajaan Konohagakure Jepang dalam aksi perang yang terjadi 6 bulan lalu. Seluruh kekayaan bangsawan Kim ditarik istana.

“HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! ANAKKU……….” Bangsawan Kim menangis dan membenturkan kepalanya kedinding, namun sebentar-sebentar ia akan tertawa terbahak-bahak memandangi jasad Hye Sung.

===================

Sementara itu, di kediaman Geun Suk Raja setia menunggu putra kesayangannya. “Ananda, apa kau bisa merasakan ini?” Raja memegang tangan kanan Geun Suk.

Tiba-tiba seseorang berbusana serba hitam, dengan muka tertutup topeng meletakkan sebuah cairan yang merupakan air liurnya kemulut Geun Suk. Hwa Rang Cho yang melihat kejadian itu, langsung mengejar seseorang yang berbusana serba hitam tadi.

@Luar Kediaman

“Hey! Kau! Tunjukkan wujudmu!” Hwa Rang Cho menyerang orang berbusana hitam tadi. Tapi, orang yang seperti ninja itu diam tanpa mengucapkan sepatah kata dan berusaha melarikan diri. Hwa Rang Cho yang kalut, menembakkan anak panah tepat kearah jantung lawan yang tidak bersenjata itu. Orang berbusana serba hitam itupun jatuh tak berdaya dengan bersimbah darah yang tidak dapat dilihat dari luar bajunya yang hitam.

Setelah merasa lawannya tak berdaya, Hwa Rang Cho mendekatinya. Dan membuka topeng orang berbaju hitam tadi. “Yang Mulia Nichkhun!” Hwa Rang Cho terkejut berusaha merasakan napas Nichkhun. “Aishhhhhhhhhhhh!!! Napas nya tidak terasa lagi.”

Hwa Rang Cho menyuruh Hwa Rang lain untuk membawa jasad Nichkhun.

=================
@Kediaman raja

“Yang Mulia….” Hwa Rang Cho terdiam melihat Geun Suk yang sudah bisa duduk. Bibir, tangan dan kepalanya tidak seperti dulu lagi. Geun Suk telah sembuh dari penyakit stroke nya. “Hwa Rang Cho! Panggil ninja tadi menghadapku! Dia telah menyembuhkan putra mahkota.” Raja berkata senang.

(Air liur Nichkhun merupakan penangkal penyakit yang ditimbulkan oleh air liur Hye Sung adiknya, hal ini tidak diketahui oleh siapapun kecuali Nichkhun, Hye Sung dan ibunya)

“A…a…a…Maafkan saya Yang Mulia! Orang tadi telah tewas. Dia adalah anak sulung bangsawan Kim, Nichkhun…Maafkan saya yang mulia!” berlutut di hadapan Raja. Raja hanya terdiam, tak dapat berkata sepatah katapun.

=================
Sudah beberapa bulan ini, cuaca di Kerajaan Sendok tidak baik. Setiap hari turun hujan. Hujan lebat diikuti angin kencang yang sering menumbangkan pohon-pohon.

“Ayah…Aku ingin keluarga kita utuh. Aku, ayah dan…..Kibum.” Geun Suk menghentikan perkataannya. “Apa?” Raja Park Jungsu pun tak dapat berkata-kata. “Kau tau ayah, ramalan itu tidak bisa dijadikan pedoman hidup. Peramal Han adalah pembohong besar, dia telah dihukum oleh kerajaan. Hidup kita tidak bisa ditentukan oleh manusia, Kibum adalah seorang anak tak berdaya yang menjadi korban kemunafikan dan keserakahan manusia. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu. Di dunia ini, tidak ada anak yang ingin dilahirkan sebagai anak sial.” Geun Suk mengehentikan perkataannya.

Raja berpikir panjang. “Bawa anak itu kemari!” Raja memberikan titah pada Hwa Rang Cho. “Baik Yang Mulia!” Hwa Rang Cho melaksanakan titah raja.

Tiba-tiba petir kuat menyambar sebuah pohon, Dan…………..

===============
“Bencana besar! Bencana besar! Bencana besar telah terjadi pada istana kita!” Terdengar suara rakyat yang melihat Kerajaan Sendok habis dilalap si jago merah.

“Ayah…” Geun Suk menatap kobaran api yang melahap istana tempat kelahirannya. Raja hanya menatap dengan tatapan kosong dan jatuh pingsan.

“Yang Mulia Kibum!” Hwa Rang Lee Hyuk Jae melihat kedatangan Kibum.

===============
“TIDAK!!!!KEMBALIKAN SEMUANYA….Aku belum jadi The Great Prince of Sendok! Kembalikan semuanya! Kerajaanku! Kekuasaanku! Singgasana mewahku!” Kibum menjerit-jerit seperti orang kesurupan dan menendang-nendang dinding. “Hyung~ Kau kenapa?!” Seung Ho menonjok-nonjok wajah Hyungnya itu. Tiba-tiba Hye Sung datang dan membantu memukul-mukul pantat Kibum. “Hey! Apa yang kalian lakukan?! Kalian kira tubuhku ini tempat latihan tinju?” Kibum memukul kepala kedua adiknya. Seung Ho manyunin mulut sambil ngelus-ngelus kepalanya. Hye Sung yang tidak kena langsung menundukkan badan seperti orang berlatih kemiliteran.

“Den…Tuan dan nyonya sudah menunggu di ruang makan.” Dengan logat Jawa yang medok, bang Teukie pembantu mereka dengan lemah lembut memberitahu pada anak-anak majikannya.

==================
Kibum berlari keluar kamar menabrak badan Lee Teuk, Hye Sung menarik celana Lee Teuk dan Seung Ho berputar-putar di sekitar Lee Teuk dan pergi meninggalkan pembantunya itu dengan tertawa senang.

“Kepalaku…” Lee Teuk Pingsan.

================THE END=============

 

FF One Shoot#HighKick# The Rainbow… Desember 20, 2009

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 12:34 pm

@Jumunjin Senior High School

Jam menunjukkan pukul 3 sore, para siswa bersiap-siap untuk pulang. Sementara itu, dikelas 1 A seorang anak masih asik dengan mimpinya. “Noona…Maukah kau hidup bersamaku?” Kata Hye Sung ngelindur. Seung Ho adiknya yang pintar dengan kaca mata besar, hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah hyungnya itu.

Segerombolan siswi mendekati Seung Ho. Seung Ho merasakan keanehan, karena seumur hidup ia belum pernah di dekati oleh cewek sebaya. Dengan gugup, Seung Ho memberanikan diri untuk menatap para siswi tersebut. “Seung Ho! Kau orang yang sangat baik, bukan?” kata salah seorang siswi yang lebih tinggi dari siswi lainnya. “He’eh…” Seung Ho mengangguk dan menjawab terbata-bata. “Seung Ho! Tolong ajari kami matematika…ya…ya…ya..!” kata siswi itu sambil ngedip-ngedipin matanya.

Seung Ho berpikir dalam hati. “Heh…Dasar wanita! Bersikap baik, kalau ada maunya.” Hye Sung berkata pelan. “Seung Ho~a! Kau mau membantu kami tidak?” kata siswi tadi melanjutkan. “Mian…Aku banyak kerjaan!” Seung Ho membereskan semua buku di mejanya.

“Lihat…lihat…Hye Sung oppa sangat tampan! Tidur saja tampan, apalagi bangun ya…” Seorang siswi yang lebih pendek memandangi Hye Sung yang tertidur pulas. “Aishhhhhhhh!!! Orang berotak kosong seperti dia masih tetap saja di puja-puja! Bagusan juga aku!” Seung Ho menggerutu sambil manyunin mulutnya ala Geun Suk di You’re beautiful. *Jyiiiah!!jadi promosi!!buakakaakkak.*

“Huaaaaaaaaaaahhhhh!!” Hye Sung terbangun dari tidurnya, dan memandangi para siswi yang memperhatikannya sedari tadi. Hye Sung hanya tersenyum kecil kearah para siswi tersebut. “Ehmm…Dia tersenyum padaku!Cool!” kata siswi yang paling tinggi. “Ah tidak! Dia tersenyum padaku!” kata siswi yang paling pendek. “Ah! Kalian ini, mau kuajari tidak?” Kata Seung Ho panas.

Para siswi tadi meninggalkan Seung Ho begitu saja dan menyenggol Seung Ho mengikuti Hye Sung. “Ah! Kaca mataku!” Seung Ho gelagapan mencari kaca matanya.

==============
Sesampainya dirumah, Seung Ho mengadukan perbuatan para siswi tadi pada ibunya. Dan menyalahkan Hye Sung atas kejadian tadi. “Amma……………Amma~a!!” Seung Ho pulang kerumah sambil menangis. “Aduh..cup..cup..cup..sayang! Kenapa sayang?” Amma Song Hee Chul mendekati Seung Ho dan mengelap ingus anak lelaki bungsunya itu dengan serbet dapur yang dibawanya.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaa!!!huhuhuhuhuaaaaaaa….” Tangis Seung Ho semakin menjadi-jadi. “Aduh sayang amma~ jangan menangis lagi!.” Nyonya Song Hee Chul mengelap air mata Seung Ho dengan serbet dapur tadi lagi. “Amma~a!! Jangan dekatkan serbet itu padaku lagi. Panas amma!” Seung Ho menjauhkan serbet yang mendekati wajahnya. “Aduh sayang! Amma lupa inikan serbet buat bersihin meja makan! Maaf ya sayang ya!” memeluk Seung Ho. Lalu, Hee Chul menyuruh anak lelakinya untuk istirahat.

=================
Hye Sung yang baru pulang langsung di omeli Hee Chul. “Kau ini sudah besar masih saja mengganggu adikmu yang kecil!” Hye Sung yang mengerti maksud amma nya hanya berkata. “Huhhhhh! Pasti dia mengadu yang bukan-bukan lagi!” Pergi begitu saja meninggalkan Hee Chul. Hee Chul yang melihat tingkah Hye Sung terus saja marah-marah dan memukul-mukulkan sapu yang ada di tangannya kelantai.

@Kamar
Kibum yang sedang asik dengan psp nya tidak peduli dengan adiknya yang baru pulang sekolah.

“HEY! ANAK KECIL KURANG AJAR! APA YANG KAU KATAKAN PADA AMMA TADI?! HA?!” Mengejar Seung Ho yang mau masuk kamar mandi. “Ibu~Ibu~Tolong aku! Kibum Hyung!” Suara Seung Ho mulai hilang karena bekapan Hye Sung. “Urus dirimu sendiri! Yess…….Goal!!!!!Yeahhh!!Yeahhhhhhhhhhh!!!!” Kibum meloncat-loncat senang karena ia menang.

“Heheeheheehe…Apa maksudmu berkata seperti itu pada ibu, ha?!”Hye Sung membekap mulut Seung Ho dengan kaki boneka miliknya. “E..e.eee.e…” kata Seung Ho berusaha menjelaskan. “Ha?! Apa?! Aku tak bisa mendengarmu?!” Hye Sung menyipitkan matanya dan tersenyum sinis.

Hye Sung menuju kamar mandi karena perutnya mulas. “Nanti kita lanjutkan lagi.”

======================
3 jam kemudian.

Author: Ngapain Hye Sung di toilet 3 jam? Hayyo!!!wakaakakakak

“Arrrrrghhhhhhhh! Sial!” Hye Sung meringis kesakitan karena punggungnya digigit oleh Seung Ho yang sedari tadi menunggunya diluar pintu. “KAUUUUUUUUU!!!!!!!!!!” Mengejar Seung Ho. “Yeaaaaaaaaaahhhhhhhhh!!!Menang lagi!!!” Kibum tertawa terbahak-bahak dan diam begitu saja sambil melanjutkan permainannya. “HAAHAHAHAHAHAHAH!!KAU TIDAK BISA LARI LAGI BOCAH!” Hye Sung mengunci pintu kamar.

Kaki Seung Ho tersandung kursi dan terjatuh. Hye Sung yang melihat, langsung menangkapnya. Hye Sung memukul-mukul wajah Seung Ho. “Ampun! Hyung~Ampun!” Seung Ho mengeluarkan suara tangisannya yang khas.

Author:Bah!!tangisan aja pake khas-khasan segala, keg makanan. Buahaahahahah..

Seung Ho yang di bekep Hye Sung mendapat celah untuk melawan. Seung Ho kembali menggigit punggung Hyung nya itu. “Arggggggggggggghhhhh!!!” Hye Sung melepaskan bekapannya dan meringis kesakitan. “Yeahhhhhhhh!!!! Mantap!! Menang lagi…Menang lagi!” Kibum masih tetap asik dengan psp nya.

Seung Ho berhasil membuka pintu kamar. Dan berlari ke dapur untuk mengadukan kejadian yang di alaminya pada Amma Hee Chul.

@Kitchen

“Sayang! Kau kenapa lagi?” Hee Chul panik melihat Seung Ho yang babak belur. “Amma~! huhuhuhu…” Menangis di pelukan Hee Chul. “Pasti Hye Sung lagi kan?” Hee Chul menggembungkan pipinya dan menghembuskan udara keluar. “Iya! Amma~Sungie hyung memukulku hingga seperti ini!” Adu Seung Ho.

Hye Sung mengejar Seung Ho ke dapur. “Hosh…hosh…hosh….” Hye Sung berusaha mengatur napasnya. “KAAAAAAUUUU!!” Hee Chul memukul pantat Hye Sung dengan tangkai sapu yang ada didekatnya. “ARGGGGGGGGH!!!Amma~sakit tau!” Hye Sung memegangi pantatnya yang sakit. “Kau ini tega sekali membuat adikmu seperti ini!” Kata Hee Chul sambil menunjukkan muka Seung Ho yang babak belur. “Hu’uh!” Seung Ho menganggukkan kepala.

“Amma~lihat ini…lihat ini!” Membuka bajunya, ingin menunjukkan luka di punggungnya akibat digigit Seung Ho. “Ayo sayang kita kekamar saja!” Membawa Seung Ho pergi dan tidak mempedulikan Hye Sung. Hye Sung masih tetap saja menunjukkan luka dipunggungnya. Beberapa menit kemudian, ia sadar kalau di dapur tidak ada orang lagi selain dirinya.

Hye Sung pergi ke ruang tv. Diruang tv Kibum sedang asik dengan ps 2 nya. “Yeahhhhhhhhhhh!!! Menang lagi!!! Yeaahhhhh!!!” Kata Kibum senang main ular-ularan. Hye Sung hanya menggelengkan kepala dan duduk di kursi. “Sungie~ Kau kenapa?” Tanya Appa Kangin padanya. Hye Sung hanya menggeleng lemas.

================
Tiba-tiba Seung Ho datang. “Kenapa dengan pipimu?” Tanya Kangin pada Seung Ho. Seung Ho mencibir seperti ingin menangis dan menunjuk Hye Sung. Hye Sung yang melihat adiknya menunjuknya, menggerutuk pelan. “Kau ini! Tega berbuat seperti ini pada anak kecil!” kangin marah dan memukul kepala Hye Sung.

“Appa~Lihat ini…lihat ini…lihat ini!” Hye Sung membuka bajunya untuk menunjukkan luka gigitan Seung Ho pada Kangin. “Ayo, kita kedokter!” Kangin meninggalkan ruang tv dan tidak memperdulikan Hye Sung. Hye Sung memandang kebelakang, namun lagi-lagi ia tidak menemukan adik dan ayahnya. “Aishhhhhhhhh!!” Hye Sung memukulkan tangannya ke kursi. “AWWWWWWWWW!!” Hye Sung meringis kesakitan. “YEESSSSSSSSSSS!!!YEAHHHHHHH!!MENANG LAGI!!YEAAHHHHHHHH!!” Kibum masih tetap dengan gamenya. Hye Sung manyunin mulut dan menggerutuk pelan melihat hyungnya yang satu itu.

===================
Keesokan harinya, Hye Sung berangkat sendiri ke sekolah. Ia tidak menunggu Seung Ho seperti biasanya, karena kesal pada adiknya itu.

@Jumunjin Senior High School

“Kau kenapa hyung?” Seung Ho tertawa ngakak melihat hyungnya. Hye Sung hanya menggerutu dan pergi meninggalkan Seung Ho.

Semua siswa yang melihat Hye Sung berjalan didepan mereka, pasti akan tertawa. Kibum yang melihat Hye Sung berjalan, berkata padanya. “Sungie~ Ada apa dengan seragammu? Ko’ jadi transparan begitu?” Seung Ho pun mendekati Hye Sung dan memegang punggung hyung nya itu. “PUAS KAU! BIAR SEMUA ORANG BISA LIHAT LUKAKU! DAN TAK MENYALAHKAN KU LAGI ATAS MUKAMU YANG BABAK BELUR ITU!” Kata Hye Sung marah dan pergi meninggalkan mereka. “Hahahahahhaha! Hyung…hyung….Ternyata otakmu masih berisi, pake plastic transparan segala! Wakakakakakak…” Seung Ho tertawa ngakak sambil nyubit-nyubitin muka Kibum.

“KAU!!” Muka Kibum memerah dan giginya bergeretak. “Ampun hyung!” Seung Ho lari terbirit-birit dan menabrak tembok. Seung Ho pingsan.

==============THE END==============

 

Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 3 Desember 18, 2009

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 3:30 am

Setelah sampai di tepi sungai Guang Hian, Geun Suk yang tidak tahan menahan tangis langsung memeluk Kibum.

“Adik! Kau harus berhati-hati. Aku sangat menyayangimu.” Menangis memeluk Kibum. “Iya yang Mulia! Yang Mulia, anda tidak usah menangis seperti ini. Aku juga ikut2an sedih.” Kata Kibum berusaha menahan tangis.

“MATI KAU!” kata Hye Sung menembakkan anak panah kearah Kibum dari balik pohon. Namun saat itu Kibum berjalan kearah dayang Song. Dan anak panah sang di tembakkan Hye Sung pun meleset. Menyadari ada orang yang membuntutinya Hwa Rang Cho juga menembakkan anak panah kearah lawannya. Sebuah anak panah menembus pantat Hye Sung.

“AWWWWWWWWWWW!!” Hye Sung meringis kesakitan. Tidak ingin kalah, Hye Sung pun menembakkan anak panah keduanya kearah Kibum. Namun, anak panah itu malah menembus kaki Geun Suk. Geun Suk terjatuh dan pingsan.

“Yang Mulia!” Hwa Rang Cho menggendong Geun Suk dan bersembunyi bersama dayang Song dan Kibum.

Setelah beberapa jam Geun Suk pun sadar, namun ada yang berbeda dari Geun Suk. Ya! Bibir bagian atas putra mahkota itu seperti orang sumbing. Tangan kanannya terangkat keatas dan kepalanya teleng. Geun Suk mengalami “STROKE”.

“Yang Mulia!” Kibum menangis melihat keadaan hyungnya. “E…e…e…e…” Geun Suk berusaha berbicara. “Yang Mulia………” Hwa Rang Cho tidak tahan menahan tangisannya. “Kita harus segera membawa Yang Mulia ke istana!” kata Dayang Song memberi saran. “Huaaaaaa……….Yang Mulia! Jangan tinggalkan aku!” Kata Hwa Rang Cho menangis kencang. Melihat perkataan pengawalnya itu, tangan kiri Geun Suk pun memukul kepala Hwa Rang Cho. Hwa Rang Cho manyunin mulut dan memegang kepalanya.

================================================================

Hye Sung mengendap-ngendap dengan pantat terluka mengintip tempat Putra mahkota Geun Suk dan teman-temannya berdiam. Sebuah perasaan aneh menggerogoti hatinya. Apakah wujud perasaan itu? Hye Sung melihat kasih sayang yang sangat dalam terpancar dari wajah Kibum dan Geun Suk. Seketika air mata merembes bulu matanya dan teringat bagaimana Nichkhun selalu menyayangi dan menasihatinya. Hwa Rang Cho yang melihat Hye Sung langsung menangkapnya.

“Apa yang kau lakukan disini?!” kata Hwa Rang Cho mengagetkan. Hye Sung panik dan mengedarkan pandangannya kesekitar mencari celah untuk lari. “Kau tidak bisa lari lagi!” menekuk tangan Hye Sung dan membawanya kedalam gubuk tempat mereka berdiam.

“Hwa Rang Kim!” Dayang Song kaget melihat lelaki yang dicintainya tertangkap. Hye Sung hanya menundukkan kepala.

Dayang Song sudah lama memendam perasaan pada Hye Sung. Namun karena ia tau sifat keras yang dimiliki Hye Sung, maka ia selalu berusaha untuk menghilangkan perasaan itu. Sebuah cinta terpendam. Tanpa diketahui Dayang Song, Hye Sung juga memiliki perasaan yang sama. Namun, ia berusaha membuang perasaan itu jauh-jauh. Karena ia menganggap cinta hanya akan menghancurkan cita-citanya untuk menjadi seorang penguasa kerajaan Sendok.

Sementara itu Kibum selalu duduk disamping Geun Suk, berusaha menenangkan hyung yang sangat dicintainya. “Yang Mulia, kita akan segera pergi ke istana untuk mendapatkan perawatan.” Kibum menangis sambil memegang tangan Geun Suk.

Hati Hye Sung semakin miris melihat kasih sayang antara dua kakak beradik itu. Ia berpikir, dua orang bersaudara yang terpisah saja bisa saling menyayangi seperti itu. Sementara ia, yang berada dekat dengan hyungnya tidak pernah menganggap Nichkhun sebagai hyung.

================================================================

@Kerajaan Seondeok

Di perjalanan menuju istana, Geun Suk yang di gendong Kibum hanya menangis. Semua rakyat menundukkan kepala tanda hormat kepada Putra Mahkota yang sedang melintas di depan mereka.

Sementara itu, Hwa Rang Cho membawa Hye Sung ke ruang tahanan untuk mejalani hukuman.

================================================================

@Istana Seondeok

Kibum meninggalkan Geun Suk di depan gerbang istana. Dan mencium kening Hyung nya itu. Sementara itu, dayang Song menuju kediaman raja untuk memberitahukan bahwa Putra mahkota telah pulang.

Tak lama kemudian, raja, dan Hwa Rang Cho datang.

“Ananda!” raja yang berada beberapa meter dari tempat Geun Suk duduk, langsung berlari menuju putra kesayangannya itu. “A…a…yah…” Kibum yang mengintip beberapa meter dari luar gerbang istana menangis melihat sosok ayah yang selama ini dicarinya dan pergi meninggalkan istana.

Hwa Rang Cho memanggil Hwa Rang lain untuk membantunya memapah Geun Suk menuju kediamannya.

================================================================

@Kediaman Geun Suk

“Yang Mulia! Hwa Rang Kim sudah tertangkap dan siap untuk menjalani hukuman.” Kata Hwa Rang Cho menjelaskan. “Tugas itu kuserahkan padamu! Yang ingin kutanyakan sekarang, dimana anak itu?” Kata raja memaksa Hwa Rang Cho untuk mengatakan keberadaan Kibum. “Hamba…tidak tau Yang Mulia.” Hwa Rang Cho berusaha menyembunyikan dan menundukkan kepalanya. Raja hanya menghembuskan napas dan menyuruh Hwa Rang Cho keluar. “Kau boleh pergi.”

================================================================

Hwa Rang Kim Hye Sung siap menjalani hukuman cambuk. Hukuman yang tergolong cukup ringan, karena Hye Sung merupakan kerabat dekat istana. Jika hukuman yang diterimanya terlalu berat, maka kerajaan akan mendapat konflik besar dan membahayakan kedudukan raja.

Hye Sung pasrah menjalani hukuman yang diterimanya, karena sejak kejadian itu ia mulai sadar bahwa kejahatan hanya akan menjatuhkan dirinya. Persis seperti apa yang dikatakan Nichkhun padanya. Dan ia juga sadar bahwa cinta itu ada.

Setelah selesai menjalani hukuman Hye Sung pulang dipapah oleh Nichkhun.

================================================================

@Kediaman Bangsawan Kim

Hye Sung yang merasa perbuatan yang ia dan ayahnya lakukan itu salah, meminta ayahnya untuk berhenti menjatuhkan kekuasaan raja. Bangsawan Kim yang tidak terima dengan perkataan Hye Sung mengusir anak laki-laki yang sangat ia sayangi itu.

“KAU SUDAH MULAI KURANG AJAR SEKARANG!” menampar pipi Hye Sung. Nichkhun yang melihat kejadian itu, berusaha menghentikan. Namun, kemarahan bangsawan Kim tak dapat di hentikan. “AKU TIDAK MEMBUTUHKAN ANAK SEPERTIMU! PERGI KAU! ANAK DURHAKA!” Kata bangsawan Kim marah.

Hye Sung pergi meninggalkan kediaman ayahnya. Nichkhun mengikuti Hye Sung, namun langkahnya dihentikan bangsawan Kim. “Nichkhun! Biarkan anak itu pergi! Apa kau juga mau menjadi anak durhaka sepertinya?” Nichkhun yang mendengar perkataan ayahnya menghentikan langkahnya. Dan terdiam terpaku

================================================================

Hye Sung yang merasa bersalah pada ayahnya, berusaha meminta maaf dari luar kediaman bangsawan Kim. Terlihat Hye Sung berlutut diluar kediaman sambil menangis. “Ayah! Maafkan aku!” Dayang Song yang melintas di depan kediaman bangsawan Kim juga meneteskan air mata melihat orang yang dicintainya tak berdaya dengan pakaian yang setengah terbuka dan luka-luka bekas cambuk ditubuh.

Suara petir berdentum keras, menandakan hujan akan datang. Hye Sung yang sejak tadi berlutut diluar kediaman bangsawan Kim tetap dengan posisinya, sambil menundukkan kepala. Dayang Song yang sejak tadi melihatnya, mulai melangkahkan kaki pulang.

“Ayah…maafkan lah dia! Aku mohon padamu ayah!” Nichkhun menangis dan memohon pada ayahnya. Bangsawan Kim melihat keluar jendela dan pergi menuju kamar seperti tidak menghiraukan perkataan Nichkhun.

Hye Sung mulai merasakan tubuhnya kaku dan tak berasa. Namun, tekad untuk meminta maaf pada ayahnya masih membahana sehingga rasa sakit yang ia rasakan pun hilang perlahan-lahan. Nichkhun yang melihat keadaan adiknya dari jendela hanya menangis.

================================================================

Keesokan harinya.

“Bawa ia masuk!” Bangsawan Kim memerintahkan pada Nichkhun. Nichkhun yang senang mendengarkan perkataan ayahnya, tak dapat mengatakan apapun dan langsung menuju luar kediaman untuk membawa Hye Sung masuk.

Hye Sung yang gembira mengetahui bahwa ayahnya telah memaafkannya, hanya tersenyum dan pingsan. Nichkhun membawa tubuh adiknya kekamar.

Bangsawan Kim yang sebenarnya tidak tega melihat anaknya seperti itu, menangis dari balik pintu kamar.

 

Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 2 Desember 18, 2009

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 3:12 am

Keesokan paginya.

Jarum jam menunjukkan pukul 7:00 pagi. Dayang Park berlari menuju kamar mandi, setelah mendapat pesan yang ditinggalkan dayang Song bahwa pagi ini dia harus melakukan pekerjaan pertamanya sebagai dayang di istana Sendok.

“Astaga!! Aku sudah terlambat!” Dayang Park melepaskan kondenya dan berlari menuju kamar mandi. Tiba-tiba dayang Song masuk kedalam kamar dan menemukan konde dayang Park *ni dayang apa ibuk2 kondangan..wakkakaak*. “Konde siapa ini?” Dayang Park keluar kamar mandi dengan handuk setengah dan kaki yang berbulu. “Hwaaaaaaaa!!” terkejut dan pingsan. Dayang Park buru-buru masuk kamar mandi dan menguncinya untuk beberapa lama.

================================================================
Setelah beberapa jam Dayang Song pun sadar.

“Hey! Wanita berbulu! Keluar kau! Jangan bersembunyi dibalik kamar mandiku!” menggedor-gedor pintu kamar mandi tempat dayang Shi Bum bersembunyi. “Ayo keluar!” berteriak sekencang-kencangnya. Akhirnya Dayang Shi Bum membuka pintu kamar mandi dan menundukkan kepalanya. “Heh! Akhirnya kau keluar juga wanita berbulu kaki!” tersenyum sinis pada orang yang dianggapnya Shi Bum.

“Ayo! Sekarang katakan padaku mengapa kau bisa sampai kemari wahai wanita berbulu kaki?” memaksa Kibum menjelaskan. “Jangan memanggil ku seperti itu dayang Song!” manyunin mulut. “Jadi kau mau dipanggil seperti apa? Pria kekar, begitu? Ah!! Semua itu tidak penting! Sekarang katakan padaku, mengapa kau bisa sampai kemari?” memaksa Kibum menjelaskan lagi.

Takut melihat wajah Dayang Song. “Baiklah…Aku akan jujur padamu! Aku memang seorang pria! Hanya seorang pria.” Menjawab pertanyaan Dayang Song dengan muka polosnya. “Halah! Kau tidak usah pasang muka polos begitu! Pasti ada alasan lain sehingga kau bisa sampai kemari! KATAKAAAAAAAAAN!!!” berteriak menyuruh Kibum bicara.

“Ba..a…ik..lah! Tapi, tolong jangan beri tahu warga istana yang lain! Aku mohon padamu!” mengemis pada dayang Song. “Ehm…Baiklah.” Menyetujui permintaan Kibum. Kibum pun memulai ceritanya. “Aku kemari untuk melihat ayah, ibu, dan saudara lelakiku. Hanya itu, aku hidup sebatang kara. Tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua sebagaimana mestinya. Dari cerita yang ku dengar dari ibu angkatku, keluargaku membuangku karena menganggap bahwa kehidupanku di masa datang tidak akan beruntung. Terlebih lagi aku mempunyai saudara kembar. Aku memang bernasib buruk.”Kibum bercerita sedih. “Sudahlah, kau tidak usah sedih begitu! Aku akan membantumu untuk bertemu keluargamu!”kata dayang Song menenangkan.

“Benarkah?!”tersenyum dan bertanya pada dayang Song. “Ya….aku akan membantu! Tapi, siapa keluargamu?”bertanya pada Ki Bum.

“Ayahku bernama Park Jungsu. Raja kerajaan ini!” menjelaskan dengan mata yang berbinar-binar. “Apa?! Baginda ra…a…ja…adalah ayahmu?! Aku tidak percaya.” Terkejut tidak percaya. “Terserah padamu, hak mu untuk tidak percaya padaku.” Kata Kibum sedih.

“Tapi….aku belum bisa mempercayai ini! Ini suatu kebetulan yang aneh. Ini bena-benar aneh!” Kata dayang Song tidak percaya. “Tolonglah! Aku ingin sekali bertemu dengan keluargaku untuk yang pertama dan terakhir kalinya.” Mengemis dikaki Song Hee Chul sambil berlinang air mata. “Baiklah! Aku akan membantumu, tapi dengan syarat hanya untuk bertemu dengan keluargamu. Tidak lebih, karena jika warga istana lain tau, kau kembali. Istana pasti akan memngalami konflik besar, dirimu juga akan terancam. Para pemberontak raja akan lebih mudah menjatuhkan kekuasaan raja.” Kata dayang Song menjelaskan. “Pasti! Aku tidak akan membuat kekacauan.” Tersenyum mendengar perkataan dayang Song.

================================================================
Dibalik dapur kerajaan Putra mahkota Geun Suk mendengar percakapan antara dayang Song dan Kibum. Bagai tersambar petir, hati Geun Suk retak dan bibirnya terkatup rapat. Geun Suk terdiam dan menjatuhkan sebuah pedang yang dipegangnya. Tubuh Geun Suk lemas dan terjatuh ke lantai.

“Suara apa itu?!” dayang Song berlari menuju keluar dapur istana. “Yang Mulia! Putra mahkota?!” menundukkan kepala sejajar dengan pinggang. Kibum pun mengikuti dayang Song. “Putra mahkota!” Ikut menundukkan badan.

================================================================
Dengan mata berbinar-binar, Geun Suk mendekati Kibum. Kibum hanya terdiam melihat perlakuan Geun Suk padanya.

“Apakah kau benar-benar Park Kibum?” Geun Suk menangis dan memegang bahu Kibum. Hanya kalimat itu yang dapat ia katakan. Bibirnya bergetar berusaha menahan tangis dan rasa sesak di dadanya. “Ne…” jawab Kibum singkat. Geun Suk memeluk tubuh Kibum erat, seperti orang yang baru menemukan barangnya yang hilang dan tak ingin kehilangannya lagi.

Kibum merasa aneh dengan perlakuan Geun Suk dan bertanya. “Mianhe Yang Mulia! Kenapa Yang Mulia bersikap seperti ini padaku?” Geun Suk menangis dan terus memeluk Kibum erat. “Adikku…” kata Geun Suk lembut. Wajah Kibum pucat, bibirnya pun ikut bergetar dan hatinya bagai tersambar petir, waktu seakan-akan berhenti saat itu.

“Hyu…u..u..ung…”Kibum berusaha mengucapkan sebuah kata dengan air mata yang membasahi pipinya. “Hyung………….bogoshipoyo!”
Suara Kibum mulai keluar dan menangis dipelukan Geun Suk. Dayang Song yang melihat pertemuan kedua kakak beradik itu, hanya berdiri diam dan selalu berusaha menghapus air yang terus mengalir dari dua pelupuk matanya.

================================================================

Diluar dapur juga. Putra bangsawan Kim, Kim Hye Sung melihat percakapan dan kejadian yang terjadi pada dua kakak beradik itu dan langsung berlari menuju kediaman ayahnya.

@Kediaman Bangsawan Kim

“Ayah!!!Hosh…hosh…hosh….”Hye Sung berusaha mengatur napasnya. “Tenangkan dirimu! Katakan padaku. Ada apa?” Bangsawan Kim meminta penjelasan pada anaknya. “Ayah! Sau….sau…saudara kembar putra mahkota Geun Suk kembali!” Menjelaskan pada ayahnya dengan berusaha mengatur napas.

“APA?!heeh!” Terkejut dan tersenyum sinis mendengar perkataan anaknya. “Ayah! Kesempatan ayah untuk menguasai istana Sendok semakin terbuka lebar! Apa yang harus aku lakukan ayah?” Kata Hye Sung bersemangat. “Tapi…Bagaimana bisa anak itu kembali? Benar-benar kebetulan yang sempurna!”tersenyum sinis lagi.

================================================================
Bangsawan Kim segera menuju istana untuk memberitahukan perihal ini pada seluruh warga istana Sendok.

“Bangsawan Kim menghadap Yang Mulia!” Hwa Rang Lee Hyukjae memberitahukan pada Raja dari luar kediaman Raja. “Suruh ia masuk!” Kata raja dari dalam ruangan. “Silahkan Tuan.” Kata Hwa Rang Lee Hyuk Jae mempersilahkan.

“Ada apa gerangan kau kemari bangsawan Kim?” Raja bertanya heran. “Ada masalah penting yang ingin aku bicarakan padamu!” kata bangsawan Kim sinis. “Masalah apa itu?” Raja semakin ingin mengetahui perihal kedatangan tamunya itu. “heh….Kau tau Yang Mulia baginda raja! Anak kembar lelakimu, yang kau buang 16 tahun lalu telah kembali!” Berkata sinis pada raja.

Sontak, semua orang yang ada di ruangan itu terdiam. Tak satupun yang bersuara.

“Huuuh….” Raja menghembuskan napas berusaha mengatur perasaannya.
Bangsawan Kim Young Woon yang menglihat ekspresi raja hanya tersenyum sinis.

================================================================
Beberapa saat kemudian bangsawan Kim pamit untuk meninggalkan kediaman raja.

“Peramal Han! Apakah ini pertanda buruk?” Raja meminta penjelasan peramal Han. “Ya! Paduka yang Mulia…Anak itu akan membuat bencana besar di lingkungan istana! Disini terlihat api besar yang menyala. Kebencian…Dendam…Namun di dalam api itu melingkar air besar yang sedikit-demi sedikit memadamkan api. Air itu adalah cinta. Cinta yang melingkar di dalam kebencian dan dendam.” Kata peramal Han menjelaskan sambil memutar-mutar bola kristalnya.

“Air yang melingkar. Cinta, kebencian dan dendam.” Raja berkata pelan memahami maksud kalimat peramal Han. Setelah berpikir cukup lama Raja pun berkata. “Cari dan bunuh anak itu!” Raja memberikan perintah pada Hwa Rang Lee Hyuk Jae. “Baik Yang Mulia!” Segera menuju kediaman Hwa Rang lain untuk melaksanakan titah Raja.

================================================================
Pasukan Hwa Rang berkumpul di depan istana.

“Ada apa ini?!” Bertanya heran pada Hwa Rang Cho Kyuhyun. “Putra mahkota! Dari informasi yang saya dengar. Istana telah mengetahui kalau saudara kembar Yang Mulia telah kembali.” Menjelaskan pada Putra Mahkota Geun Suk. “Ah….kita harus segera memberitahu Kibum mengenai hal ini! Ayo…” Geun Suk menarik tangan Hwa Rang Cho menuju kediaman Kibum.

@Kediaman Kibum

“Kibum~a! Kau harus segera pergi dari sini! Istana sedang memburumu! Ayah memberi perintah.” Kata Geun Suk memberitahu Kibum. “Apa? Ayah?” Berkata pelan. “Ayo! Kau harus segera pergi! Hwa Rang Cho! Segera persiapkan perahu.” Geun Suk memerintahkan pada Hwa Rang Cho.

================================================================
”Sepertinya Putra mahkota mengetahui rencana kerajaan untuk membunuh anak itu!” Kata bangsawan Kim sinis pada Hyesung. “Ayah! Kau juga akan melakukan itu?” Kata Hye Sung sinis. “Apa yang kau katakan adik?! Kau bisa setega itu menjadi seorang manusia.” Nichkhun menyanggahi perkataan adiknya. “Ah…kakak ku yang Pabo! Hidup ini tidak boleh bergantung pada perasaan. Jika terlalu berperasaan, maka kitalah yang akan jatuh! Mengerti?!” Menasihati kakaknya. “Jika hidup tidak bergantung pada perasaan, maka kau lah orang pertama yang akan jatuh!” kata Nichkhun marah.

“Ah! Sudahlah Nichkhun! Kau tidak usah mengajari adikmu seperti itu. Kau ini sangat mirip dengan ibumu yang mati karena terlalu berperasaan.” Kata bangsawan Kim menyanggah perkataan Nichkhun. “Terserah padamu ayah! Aku tidak akan pernah setuju dengan perbuatan kalian! Manusia berhati batu!” Pergi meninggalkan Bangsawan Kim dan Hye Sung. “DASAR ANAK KURANG AJAR!” kata bangsawan Kim marah.

================================================================
Bangsawan Kim juga memberi perintah pada Hye Sung untuk membunuh Kibum. Hye Sung pun pergi melaksanakan perintah ayahnya. Dengan mengendap-ngendap Hye Sung membuntuti putra mahkota, dayang Song, dan Hwa Rang Cho yang membawa Kibum pergi. Hye Sung mengeluarkan cairan bening yang merupakan air liurnya yang terkenal sebagai racun pembawa maut di istana. Lalu memasukkan cairan itu kedalam ujung anak panah.

“Kau pasti akan mati wahai anak pembawa kehancuran!” Kata Hye Sung sinis.

 

“Yoo Seung Ho” ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Desember 17, 2009

Diarsipkan di bawah: "Korean movie" — chanichbum @ 9:57 am

YOO SEUNG HO…

YOO SEUNG HO…

YOO SEUNG HO…

YOO SEUNG HO….

♥♥

♥♥

♥♥

♥♥

♥♥

♥♥

♥♥

♥♥

♥♥

 

Mini FF#The Great Prince of Sendok# The Dukedom and Love…Part 1/3 Desember 16, 2009

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 1:36 am

Kerajaan Sendok terletak di pegunungan Shim Shim Tapa yang dialiri oleh anak Sungai Guang Hian. Dikerajaan itu, hiduplah seorang putra mahkota yang sangat tampan. Wajahnya selalu mempesona setiap wanita yang melihatnya. Dia adalah putra mahkota “PARK GEUN SUK”.

“Ananda, umur ayahanda sudah semakin tua. Kerajaan ini membutuhkan seorang pemimpin yang kuat.” Raja Park Jungsu menasihati putra kesayangannya sambil terbatuk-batuk. “Ayah! Kau tidak apa-apa?” Geun Suk mendekati Raja dan memegang punggungnya. “Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja!” berusaha menahan batuk dan kembali menunjukkan wibawanya.

“Umurmu telah mendekati cukup untuk memegang kekuasaan sebagai seorang raja menggantikanku kelak.” raja melanjutkan nasihatnya. “Ayahanda, jangan berkata begitu, umur ayahanda kan masih 45 tahun. Usia yang belum cukup tua untuk melepaskan kekuasaan.” kata Geun Suk membantah.

“Anak ini tau saja kalau aku belum mau melepaskan kekuasaan*hahahahahhahaa*” tersenyum sambil berkata dalam hati. “Lagi pula umurku belum dikatakan dewasa dan kuat untuk memimpin kerajaan sebesar ini. Masih terlalu muda dengan umur 16 tahun.” Geun Suk berusaha menjelaskan.

================================================================
@Taman

“Permisi yang Mulia.” Hwa Rang Cho Kyuhyun menundukkan kepala meminta izin pada Raja. “Ada apa gerangan kau kemari Hwa Rang Cho?” raja meminta penjelasan dan menyuruh tamunya duduk. “Begini Yang Mulia, bangsawan Kim sedang berusaha untuk menjatuhkan kekuasaan yang mulia baginda raja. Dari hasil laporan penyelidik istana, bangsawan Kim sering mengunjungi perpustakaan istana akhir-akhir ini. Beliau banyak meminjam buku-buku silsilah kerajaan dan sejarah istana Sendok dari periode Raja Park Seung Ha sampai sekarang.” Hwa Rang Cho berusaha menjelaskan.

“Heh….Dia masih saja seperti dulu! Selalu berusaha merebut kekuasaan,
sama seperti ayahnya.” Tersenyum sinis mendengar penjelasan Hwa Rang Cho. “Ayah, apa yang harus kita lakukan?” kata Geun Suk meminta ayahnya untuk menjelaskan. “Kau tidak usah khawatir, bangsawan Kim memang seperti itu! Yang harus kau lakukan sekarang adalah terus belajar, agar kau benar-benar kuat untuk menggantikanku kelak.” Kata Raja Park menjelaskan.

================================================================
@Dapur istana

“Dayang Song! Cepat siapkan jamuan istana! Pertemuan akan segera dilakukan.” Kasim Lee Hyuk Jae meminta dayang Song Hee Chul untuk segera menyiapkan jamuan istana.

Istana Sendok akan melakukan rapat kerajaan untuk membahas perang dengan kerajaan Konohagakure dari Jepang yang sudah berlangsung 2 bulan lalu.

================================================================
@Ruang rapat

Rapat kerajaan dimulai. Para menteri istana, bangsawan, kasim, tabib, perwakilan kerajaan Konohagakure, beberapa rakyat istana dan semua orang penting berkumpul di ruang rapat istana. Mereka semua membicarakan perihal perang yang menghancurkan sebagian kerajaan Sendok dan merugikan rakyat Sendok.

Raja memulai rapat dengan memukulkan palu ke meja sidang. “Dengan ini aku nyatakan rapat dimulai!” Rapat pun dimulai dan tercapailah suatu kesepakatan bulat yaitu perang dihentikan dengan syarat kerajaan Sendok mau bekerja sama dengan kerajaan Konohagakure selama 1 tahun untuk menjual seluruh panen ginseng mereka kepada Jepang. Sebuah kesepakatan yang terlalu menguntugkan Jepang.

================================================================
@Diluar ruang rapat

“Kau memang belum pantas disebut raja walau sudah memerintah selama 29 tahun kakak. Heeeeeeehhhh!!” tersenyum sinis dan pergi meninggalkan raja. “Ayah! Apa aku harus melakukan sesuatu padanya?” kata Geun Suk geram. “Tidak usah! Apa yang dikatakannya benar, aku memang belum kuat untuk mejadi seorang raja yang melindungi rakyat. Tapi, keturunan Park tidak akan pernah menyerah! Kita harus terus berjuang, anakku! Jangan sampai kekuasaan jatuh pada orang lain. Kita harus terus memperjuangkan cita-cita leluhur.” Kata raja bersemangat. “Baiklah ayah.” Tersenyum bangga.

================================================================
@Dapur Istana

“Istana kita kedatangan dayang baru, pindahan dari kerajaan Suha Rang pusat. Namanya dayang Park.” Dayang utama memerkenalkan dayang baru tersebut. “Annyeong-haseo, Naneun Park Shi Bum imnida.” Dayang baru itu memperkenalkan dirinya. “Dayang Song! Dayang Park akan jadi asistenmu mulai dari sekarang.” kata Dayang utama. “Baik dayang utama.” Menerima permintaan atasannya.

Setelah perkenalan dayang baru selesai, dayang Park dan dayang Song pun duduk di bangku yang terletak disudt dapur istana. “Dayang Park! Mengapa kau bisa dipindahkan dari istana Suha Rang. Istana itu kan sangat besar, dayang yang bekerja disana juga dayang-dayang yang memiliki intelejensi tinggi. Semua dayang selalu bercita-cita untuk bisa bekerja disana.” kata Dayang Song heran. Tersenyum manis mendengar perkataan dayang Song. “Bukan begitu dayang Song, aku bisa menjadi dayang disana karena salah orang!” Dayang Park berusaha menjelaskan dengan suara lembutnya. “Maksudmu?!” makin bingung dengan perkataan dayang Park.

“Maksudku begini, dari hasil tes yang dilakukan kerajaan Suha Rang 2 bulan lalu ternyata yang lulus tes kerajaan itu bukan aku. Tapi…dayang Kim Shi Bum temanku. Karena nama kami sama, jadi aku yang dipanggil untuk menjadi dayang. Awalnya aku juga heran, orang seperti aku yang cuma coba-coba bisa lulus ujian masuk dayang kerajaan sebesar Suha Rang.” Kata Dayang Park menjelaskan. “Hahahahahaha….Aneh sekali alasanmu!”tertawa geli mendengar jawaban dayang Park.

“Yang lebih parahnya lagi, saat aku disuruh membuatkan obat untuk raja. Aku memasukkan gurita kedalam obat itu. Padahal tabib menyuruhku untuk membuat teh Surita *ecek2nya nama teh korea gitu*.” Melanjutkan ceritanya. “Hahahahahahahah…..Kau ini memang aneh! Trus…trus.” Meminta Dayang Park melanjutkan ceritanya. “Raja sangat marah! Lalu menghukumku untuk membuat makanan istana tanpa bantuan dayang lain selama 1 bulan.” “Kau menyanggupinya?”kata dayang Song menyanggahi.

“Ya…tapi karena aku tidak bisa memasak dalam waktu yang sangat cepat. Jadi, kubuatkan saja telur mata sapi sebagai menu makan malam istana. Karena ibu angkatku bilang, kalau kita sedang terburu-buru, masak telur mata sapi saja. Walaupun biasa, tapi gizinya juga tidak kalah saing dengan daging ikan hiu.” Dayang Park menjelaskan dengan muka polosnya. “Haahaahahahha………pantas saja kau bisa dipindahkan begini! Tapi, disini kau berada dibawahku. Jadi, kau harus patuh pada perintahku. Mengerti?” kata dayang Song.

================================================================
@Bed Room

Dayang Park Shi Bum tertidur pulas diatas kasur empuk yang diberikan pada setiap dayang kerajaan. Terdengar dentuman keras petir yang menyambar pohon dan menghimpit sebagian bangunan kamar dayang.

“Ya Tuhan! Mengapa bisa jadi seperti ini?” dayang Song memandang keatas seolah-olah berbicara pada Tuhan. “JEEEEEEEEEGAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!!!” Suara petir kembali terdengar. “Maafkan aku tuhan…mianhe…mianhe…” meminta maaf sambil membungkukkan badan dan berlari menuju kamar.

“Mengapa jantungku jadi berdebar begini?” merasakan perasaan aneh ketika melihat Dayang Park yang tertidur pulas. “Tidak….tidak….mungkin karena efek petir tadi.” Berusaha menghilangkan perasaan anehnya.

T.B.C

 

FF One Shoot #PUAK MURDER CASE# Desember 12, 2009

Diarsipkan di bawah: FANFIC — chanichbum @ 11:26 pm

Angin laut mulai berhembus menerpa tubuh seorang pria yang sedang sibuk dengan pekerjaanya. Terlihat banyak ikan yang berlompatan seperti mengemis untuk segera dilepaskan.

Soo Man :Kibum~a!!(berteriak memanggil Kibum). Ayo cepat kemari! Kerjaanmu selalu termenung seperti itu. Lebih baik kau bantu aku menyusun ikan-ikan ini untuk dijual kepasar.

Kibum : (Termenung sambil memandang air pantai Puak)

Robert : Tuan Kim!(memanggil Soo Man dari tepi pantai)

Soo Man: Hey! Robert! Okokok…Wait a moment! HAAHAHAHHAHAHAHA…….(ketawa cekikikan)

Kibum : (Terkejut dan pingsan)

@Seaside

Soo Man: Hey! Robert! Ada apa gerangan dirimu datang menghadapku?

Robert : Begini Tuan Soo Man yang terhormat (sambil bungkukin badan dan sungkem Soo Man). Saya selaku tangan kanan anda di perusahaan, membutuhkan tanda tangan anda untuk menyetujui kontrak kerja dengan perusahaan DEVIL HILL Amerika.

Soo Man: Ow! Amazing!(melotot dengan ekspresi lebai sambil nepuk bahu Robert)

Robert : Ini Tuan(menyodorkan sebuah kertas). Tuan, apa anda tidak ingin melihat keadaan perusahaan?

Soo Man: Ah! Kau saja yang urus perusahaan itu,aku tidak tertarik. Aku sudah bahagia dengan pekerjaanku sebagai seorang nelayan yang membanting tulang untuk kecukupan gizi rakyat negaraku (megang dada dengan ekspresi lebainya)

Robert : (Terharu) Ooo!!So sweet…baiklah kalau begitu! Aku juga akan berjuang demi karyawan-karyawan perusahaan!(Ikut-ikutan lebay)

Soo Man: (Memeluk Robert dan menangis bersama)

After 2 hours.

Robert : (Narik ingus)Tuan, sudah pukul 1! Aku harus segera kembali kekantor. Dan aku akan melanjutkan perjuangan anda!(ngepalin tangannya)

Soo Man: (Lepasin pelukan) Bagus! Lanjutkan tekadmu nak! (Menangis melepas kepergian Robert)

Kibum : (Terbangun dan lanjutin mandangin air pantai Puak again n again)

Author :Ckckckckkck…Kibum misterius! So Awesome! (misterius? Apa gila?) Wakakakakakak(ketawa gelundungan)

@Selingkuh Cafe

Disini Geunsuk berperan sebagai Geun Suk Stone, seorang remaja keturunan Korea-Amerika yang kabur dari rumahnya di Beverlly Hills Callifornia (Mian Bumma…alamat rumah di pake dulu untuk keperluan syuting, buahhahaahahah….)

Geun Suk : (Nyengir sinis sambil mainin mulutnya)

Heechul : Hey! What’s up Bro!(Nepuk bahu Geun Suk dari belakang)

Geun Suk : Ow…Yeah…yeah! Oh… you outta control what is your mind!(ngerap ala Kibum di Don’t don)

Heechul : stop bangin’ my head my eyes gone red (ngelanjutin rap Don’t Don)

Geun Suk : Owh! Mr. Chulia! My friend, my sweet friend! You’re so beautiful tonight(muji Heechul)

Heechul : (Senyum malu sambil ngibas-ngibasin bulu-bulu syal di lehernya). Thank you Mr. Stone! Apa itu? (memandang sesuatu ditangan Geun Suk)

Geun Suk : (Tersenyum sinis ala Geun Suk di Itaewon Murder Case). Belati…(berbisik)

Heechul : (Terkejut) Owh! My friend! What are you doing? Are u a killer?

Geun Suk : Ehm!!(Seperti biasa….Aku akan membunuh setiap kucing betina yang kutemui!(Ngomong sambil tersenyum sinis pada Heechul)

Heechul : Maksudmu?(Heran)

Geun Suk : Ya…kucing betina(berusaha menjelaskan). Karena dia(kucing betina), ibuku pergi meninggalkan aku and my daddy di Cally berdua.

Heechul : (Makin bingung) Maksudmu?

Geun Suk : Maksudku begini, heeeeehhhhhhh…………(menghela napas panjang). Ibuku sangat menyukai kucing betina itu, namanya Dolly. Kucing yang sangat lucu, pintar dan berwibawa.

Author : Ckckckkckck….kucing berwibawa? Baru denger saya.

Geun Suk : Awalnya, aku dan ayah tidak keberatan kalau kucing itu tinggal bersama kami. Tapi, lama-kelamaan ibu bertingkah aneh. Wanita itu lebih sering menghabiskan waktunya bersama Dolly ketimbang bersama aku dan ayahku. Dasar wanita berhati iblis!!(Memukul meja dan menangis)

Heechul : Sudahlah Stone…Kau tidak usah mengingat masa lalumu yang suram. Kita harus berjuang demi masa depan, aku akan terus mendukungmu untuk melakukan aksi pembantaian terhadap setiap kucing betina yang masi berkeliaran di bumi ini (menepuk pundak Geun Suk)

Author : Owhhhhhhhh……………ow….ow….ow….Heechul manesin suasana ni!

Geun Suk : (Ngelap air mata kebaju Heechul) Thank’s friend, aku akan melanjutkan tekadku!(nepuk dada)

Saat Geun Suk dan Heechul sedang sibuk dengan game masing-masing. Tiba-tiba terdengar suara.

Kucing Betina : Meoooowwwwww…..(mengeong lembut dan berjalan menuju toilet kafe)

Geun Suk : (Langsung mengalihkan pandangan pada kucing tak berdosa itu dan mengikutinya ke toilet)

Heechul : (Mengikuti dari belakang)

@Toilet.

Geun Suk : (Tersenyum sinis dan mengunci pintu toilet). Mr. Chulia! Bekep mulutnya! (memerintahkan Heechul)

Heechul : Ok! (bekep mulut tu kucing)

Geun Suk : (Mencium belati dan……..) Ayo! Kita harus keluar dari kafe ini! (Berlari keluar toilet menuju pintu keluar)

Heechul : (Ngikut)

Author : Bahhhhh!! Segitunya.

#NEWS#

Reporter : Geun Suk Stone! Pembunuh kucing betina berdarah dingin, kembali melakukan aksinya. Kali ini, pembunuh kucing bertangan lihai ini,melakukan aksinya di Kafe Selingkuh, dan korban adalah seorang kucing bangsawan yang lepas karena Sultan Horongsibeweno sedang memarkirkan mobilnya. Bagi masyarakat yang menemukan The Killer of Kucing betina ini, harap segera melapor pada pihak yang berwajib. Demikian sekilas info.

@Geun Suk’s Room.

Heechul : Stone! Kita harus segera pergi dari kota ini. Aku punya tempat persembunyian yang strategis.(Tersenyum sinis)

Geun Suk: Dimana?

Heechul : Puak Beach! Daerah pesisir yang jarang dikunjungi orang karena tidak ada yang menarik disana.

Author : Sangat menghina!

Geun Suk : Baiklah! Ayo kita pergi sekarang!(Pergi bersama Heechul meninggalkan kota)

@Seaside

Soo Man : Kibum! Bantulah ayahmu ini. Dari pada kau hanya termenung-menung gak jelas disana!

Kibum : (Duduk di jalan gang sempit)

Soo Man : Hahhhhhhhh…..Dasar anak itu,makin aneh saja sejak ditinggal ibunya. (melanjutkan pekerjaan)

Geun Suk dan Heechul sampai di Puak.

Polisi : Apa anda mengenal orang ini? (bertanya pada Kibum)

Kibum : (Mandang tu foto dan tersenyum sambil ketawa cekikikan)

Polisi : (Heran dan pergi meninggalkan Kibum)

Geun Suk : (Ngendap-ngendap) Ayo Mr. Chulia! Kita harus segera meninggalkan Kota ini! Disana ada perahu! Ayo…cepat!(berlari menuju gang)

Heechul : (Ngikut)

Geun Suk : (Berhenti didepan gang) Hey! Kawan sana minggir! Aku mau lewat, urusan kami banyak! Ayo pergi sana! (Mengusir Kibum)

Kibum : (Duduk diatas kursi kayu tepat ditengah jalan sambil termenung)

Heechul : Stone! Aku jadi takut! Lebih baik kita perginya besok saja!(takut)

Geun Suk : Baiklah! Kau bebas hari ini, lelaki berambut gondrong!(meninggalkan Kibum)

Keesokan Harinya.

Geun Suk : (Berlari bersama Heechul menuju gang yang merupakan satu-satunya jalan untuk menuju pelabuhan)

Heechul : (Terhenti)

Geun Suk : Ada apa Chul?

Heechul : Noh…liat noh!(menunjuk Kibum)

Kibum : (Masi diatas kursi sambil termenung)

Geun Suk : Ni anak bikin emosi! (Melayangkan tangannya ke muka Kibum)

Heechul : Sudahlah Stone!(Menangkap tangan Geun Suk dan membawanya pergi). Besok kita kemari lagi!

6 hari berturut-turut Kibum tetap menghalangi jalan kaburnya Geun Suk dan Heechul.

Geun Suk : (Terhenti lagi)Ni anak, emang bikin guwa emosi!!(menusukkan belati tepat ke dada Kibum)

Heechul : (Terkejut karena mendapat jipratan darah) Stone! Apa yang kau lakukan?(Panik)

Geun Suk : Sudah! Ikuti saja aku! Tidak ada jalan lain.(Meninggalkan pisau dan pergi menuju pelabuhan)

Kibum : (Mengikuti Geun Suk dan Heechul)

@Seaport.

Geun Suk : Ayo!cepat masuk Chul!(mengomandoi Heechul yang panic). Bersikap biasa saja! Anggap tidak terjadi apa-apa.

Heechul : (Berusaha menenagkan diri)

Kibum : (Memberikan sebuah pisau kepada Geun Suk dan pergi meninggalkan Geun Suk dan Heechul)

Geun Suk : Apa ini? (heran melihat pria berambut gondrong yang hampir menutupi muka dan memberikan pisau padanya)

Heechul : What is it? Darimana kau mendapatkannya?

Geun Suk : Knife?(melihat kibum yang keluar dari pintu kapal)

Heechul : (Terkejut melihat belati di tangan Geun Suk)

#SUARA#

Suara : Kepada seluruh penumpang! Harap segera memakai pelampung yang ada di atas kepala Anda! Diharapkan kepada seluruh penumpang kapal Dumai Express…………………(suara mulai hilang)

Geun Suk : (Speechless)

Kapal yang ditumpangi Geun Suk dan Heechul pun tenggelam. Tak ada satupun penumpang yang selamat.

@Puak Beach.

Soo Man : Kibum! Ayo Bantu aku mengangkat ikan-ikan ini! Jangan hanya termenung saja disana!(Teriak)

Kibum : (Termenung sambil memandang air panti puak dengan pandangan dingin dan tersenyum)

 

“Namida” Desember 3, 2009

Diarsipkan di bawah: Puisi Ku!! — chanichbum @ 7:58 am

Terasa sesak di dada

Menggumpal menghancurkan dunia

Sedikit demi sedikit menggerogoti difragma dan menghancurkan suara

Lelah yang menggelora

Tangisan yang bergentayangan

Terhampar dibalik tetesan keringat yang membahana

Air mata bersembunyi dibalik kelambu hitam

Mencoba membaca suasana

Mengintip bulu mata yang beterbangan

Lalu memberi isyarat pada kelopak mata untuk terbuka

Tangan mencoba untuk menahan

Jari melayang dengan hasrat membungkam

Telinga mendengar namun tak dapat mengungkapkan

Hidung merasakan namun tak dapat menghentikan

Jantung memompa darah yang tak bewarna

Pembuluh darah termenung

Dan hati berkata,” gerangan apa yang terjadi?”

N I say,”I don’t care”

Namidairo
¤,¤

 

“ungkapan hatiku”back 2U back 2U!!!suju,,2pm,,shinee!! November 12, 2009

Diarsipkan di bawah: Puisi Ku!! — chanichbum @ 11:29 am

Back to u…
Nice song!!!
7-1=:( :( :(
Malam malam gaje krg krjaan smbil listening back 2U ny 2PM dpt inspirasi nulis puisi!!!wakakakakakaka;) :) :)

Bagi yang baca harap maklum!!!heheheh…

#Ungkapan Hatiku#

Bait-bait syair yang syahdu…
Terdengar dimalam yang lelah
Terdengar lantunan lagu merdu yang indah
Sulit untuk diungkapkan…

Teringat dirimu yang jauh…
Terpisah oleh samudra luas yang membentang

Jujur…
semenjak pilihanku jatuh untuk memilihmu
Tak pernah terpikirkan olehku tentang orang-orang disekitarku
Hanya untukmu..

Bisakah kau mendengar jeritan
Seorang yang tak pernah dan mungkin tak kan pernah bisa bertemu denganmu…

Selalu bangga padamu…
Ntah setan apa yang merasuk kedalam tubuhku?
Sehingga pilihanku jatuh padamu
Walaupun begitu
Aku tidak pernah menyesal menyukaimu
Karena kau telah mempertemukanku dengan orang-orang hebat diseluruh dunia
Orang-orang hebat yang membuatku juga merasa hebat telah memilihmu
Dan mungkinkah selalu seperti ini?
Selalu bangga padamu?
Menyukaimu?

Kuharap begitu…
Sampai tak kutemukan lagi dirimu didunia ini
Sampai tak kudengar dan kulihat namamu
Jangan lenyap dari pikiranku
Sebelum kuputuskan untuk berhenti menyukaimu
U r my mind!!!
Suju,,2PM,,shinee

*hahahahahyyyyy…puisi gaje!!agak lebay y??*
But…proud of u…
Super junior,,2PM,,SHINee..

Kibum!!!
Nichkhun!!
Saranghae…

(13)(7)(5)